banner ad Startup UIN

Harimau Sumatera Banyak Kosumsi Makanan Berformalin

Yang nulis on di General | Jun 21, 2013 | 0 Komentar

Penderitaan Melani, harimau Sumatera betina yang merupakan koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) ternyata sudah dimulai sejak lima tahun yang lalu atau tahun 2008.

Saat Melani yang lahir di KBS tanggal 7 Mei 1998 dari pasangan Ujang dan Deli ini mengalami diare.

Setelah diobati, sembuh, namun beberapa minggu kemudian kambuh lagi. Hal itu berlangung hingga tahun 2012.

Dimana setiap diarenya kambuh, diobati, sembuh, tapi makanan berupa daging ayam, kepala leher ayam dan daging sapi yang dibekukan, tidak bisa dicerna oleh lambungnya.

source: thejakartapost.com

Melani, Harimau Sumatera

Jadi ketika buang air besar, kotorannya masih berupa tiga jenis makanan itu tadi. Tanpa dicerna, sehingga kondisinya menjadi kurus.

”Tapi tiga tahun terakhir atau sejak tahun 2010, makanannya ada yang diganti dengan daging dan hati sapi yang telah digiling. Hasilnya, daging dan hati sapi yang digiling itu mampu dicerna dengan baik, dilihat dari kotorannya yang sudah biasa,” jelas drh Rahmat Suharto, dokter hewan di KBS, Jumat (21/6/2013).

Selanjutnya hasil dari pemeriksaan laboratorium pada sampel daging ayam, kepala leher ayam, dan daging frozen di tahun 2012, ternyata ketiganya mengandung formalin.

Diduga, penyakit Melani ini karena terlalu banyak mengkonsumsi daging yang mengandung formalin.

Sementara ketiga digantikan daging segar dan hati, kondisi pencernaannya lebih baik, meski tetap tidak bisa melakukan penyerapan nutrisinya secara baik.

Kondisi Melani pun hingga hari Jumat ini belum menunjukkan perbaikan, meski makanannya sudah diganti dan telah mendapatkan asupan vitamin, pengobatan cacing setiap empat bulan sekali, dan vaksinasi setahun sekali. Juga telah mendapatkan antibiotik, penambahan enzim pencernaan.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementrian Kehutanan, Novianto Bambang, juga menengok kondisi Melani, Jumat (21/6).

”Bukan keputusan saya sih. Tapi keputuan bersama untuk mengobatkan Melani ini ke RS Hewan di Cisarua, Bogor. Untuk ditangani dokter-dokter hewan anggota Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) yang ada di sana,” jelasnya.

Untuk membawa Melani ke Jakarta, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk proses pengangkutan.

Mulai dari kandang dan alat transportsi pengiriman berupa pesawat. Biaya pengiriman dan pengobatan Melani juga ditanggung bersama-sama dari kementrian Kehutanan, PHKA, BKSDA Jatim dan pengelola KBS saat ini, yaitu TPS (Tim Pengelola Sementara-red) KBS.

Pengiriman satwa luka ke RS hewan Cisarua, yang satu komplek dengan Taman Safari Cisarua ini bukanlah peristiwa pertama kalinya.

Sebelumnya ada juga Harimau Benggala koleksi kebun binatang di Sumatera yang mengalami patah kaki dan menjalani perawatan di Cisarua Bogor.

”Kami tetap berpegang teguh pada manfaat konservasi pada harimau ini. Jadi hewan ini akan kami obati sambil sembuh disana, dan akan dikembalikan lagi ke KBS,” kata Novianto.

Kepala BKSDA Jatim, Ludvie Achmad, mendampingi Novianto, mengatakan, penyakit Melanie ini hampir sama dengan penyakit diabetes yang dialami manusia.

”Dengan pengiriman di RS hewan di Bogor, dengan adanya dokter-dokter yang ahli dan peralatan serta laboratorium yang lengkap, Melani bisa diselamatkan, sehat dan kembali ke KBS,” tandas Ludvie.

Sumber: surya.co.id

About the Author

Tentang admin:
Forum Komunitas Online UIN yang di dirikan agar terciptanya komunikasi tanpa batasan ruang dan waktu untuk seluruh mahasiswa, mahasiswi dan dosen UIN yang ada di seluruh Indonesia.

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top