banner ad Startup UIN

Milyuner Muda, Tampan, Namun Hidupnya Sederhana

Yang nulis on di Pojok Usaha | Jun 2, 2013 | 0 Komentar

Hobi makan spageti kalengan, setia mengendarai mobil lawasnya yang berusia 6 tahun, menggelar rapat penting di McDonald’s, jelas Aaron Levie bukan miliuner biasa.

Alih-alih tinggal di griya tawang mewah atau rumah megah di atas bukit, Aaron memilih tinggal di apartemen sederhana, tak pernah berlibur. Muda dan kaya raya, tapi ia mengaku, barang mewah satu-satunya yang ia miliki adalah sebuah iPhone.

Padahal dengan usianya yang masih muda, 27 tahun, harta pribadi yang dimiliki Aaron tak sedikit, US$ 100 juta atau sekitar Rp 975 miliar.

Aaron Levie

Ia adalah bos perusahaan Box, bisnis cloud storage alias penyimpanan data yang terus berkembang di Amerika Serikat. Perusahaannya berbasis di Los Altos, California, di jantung Silicon Valley.

Dalam istilah sederhana, daripada membeli hard drive atau server, pelanggan menyewa ruang di salah satu Box, di mana mereka bisa mengaksesnya melalui komputer atau smartphone.

Fasilitas yang ditawarkan Box telah digunakan oleh 460 perusahaan yang ada dalam daftar Fortune 500 — perusahaan AS paling banyak meraup pendapatan — dari produsen kebutuhan konsumen raksasa Procter and Gamble, juga perusahaan periklanan Clear Channel.

Pendapatan Box tahun lalu mencapai US$ 70 juta, naik 160% dari tahun 2011. Perusahaan itu bernilai sekitar US$ 1 miliar setelah mendapatkan ratusan juta dolar dari investasi modal ventura.

Cloud Storage: Box.com

 

Tak Peduli Kemewahan

Aaron Levie mengaku lebih memilih fokus pada pekerjaannya daripada peduli soal kemewahan. Berbeda dengan pemuda 20 tahunan yang tergoda berfoya-foya.

“Aku tak peduli dengan uang dan prestise. Yang lebih menarik bagiku adalah terlibat dalam penciptaan produk yang hebat. Itulah yang memotivasiku,” kata dia.

Aaron pun ‘gila kerja’. Bukan sore hari, atau malam, ia bahkan tak meninggalkan kantornya sampai dini hari, selama 6 kali seminggu. Tak ada istilah ‘argo kerja 8 jam’.

“Aku rela bekerja lama, berjam-jam, karena aku mencintai pekerjaanku. Aku sangat bersemangat dengan bisnis ini,” kata dia, seperti dilansir dari BBC, Senin (20/5/2013).

Dia menambahkan, seseorang harus punya level disiplin dan tekad kuat untuk berhasil dalam hidup. “Anda harus bekerja keras dan mengorbankan gaya hidup. Ini berlaku untuk setiap orang,” tambah dia.

Aaron masih menerapkan hidup sederhana, seperti saat memulai dengan dana seadanya. Saat ia masih mahasiswa dulu.

“Saat memulainya, saya menggaji diri saya sendiri US$ 500 (sekitar Rp 4,8 juta) dan hidup dengan makan mie instan dan Spaghettios (spageti instan kalengan),” kenang Aaron.

Dan selama 2,5 tahun, ia tidur di kantor. “Rasanya seperti hidup di kapal selam — aku bangun dari tempat tidur dan mulai bekerja.”

Kini, ia tidak harus tinggal di kantor, pindah ke apartemen sederhana yang ditempuh 6 menit mengemudi dari kantor.

“Dan aku masih suka Spaghettios – aku akan tetap memakannya, sepanjang masih bisa diterima seleraku,” kata Aaron.

Pemuda berambut ikal itu mengaku baru makan di restoran mewah jika kliennya memintanya. “Namun tak jarang kesepakatan penting dihasilkan sambil makan di McDonald’s.”

 

Aaron Levie - Milyuner Muda Sederhana

Aaron Levie, co-founder and CEO of Los Altos-based Box.com, delivers the keynote speech at the annual BoxWorks user conference Monday September 16, 2013 in San Francisco, Calif. (Karl Mondon/Bay Area News Group)

 

Banyak Penolakan

Kembali ketika Box diluncurkan kembali pada tahun 2005, tidak ada banyak orang yang telah mendengar tentang penyimpanan awan, sehingga mengamankan dukungan finansial bagi perusahaan awalnya tantangan, meskipun kerja keras semua Levie itu.

“Anda harus ingat bahwa industri komputer adalah tempat yang sangat berbeda kembali pada tahun 2005. Ini adalah [lima tahun] sebelum iPad misalnya.”

Jadi kita pasti memiliki banyak, banyak penolakan dari pendukung potensial.
Kami tahu potensi yang kami punya, tapi pasti bukan yang jelas untuk pendukung potensial.

“Tapi kami yakin, jadi kami hanya menulis kepada calon investor.
Karena kami sangat percaya diri dalam Box kami memiliki toleransi yang tinggi kepada orang-orang mengatakan ‘tidak’.
Itu benar-benar tidak meredam roh kita. ”

Salah satu tembusan terbesar Box telah mengirimkan surat yang tidak diminta untuk Mark Cuban, investor teknologi Texas yang dijual internet radio Broadcast.com perusahaan ke Yahoo pada tahun 1999 sebesar $ 5.7Miliar.

Keterlibatan Cuban berartiĀ  investor lain yang tertarik untuk mengikuti dan Box mulai tumbuh sangat cepat.

“Exited”

Levie telah menolak sejumlah tawaran untuk membeli Box.
Box situs Box terus memperluas luar negeri

“Ada perubahan mendasar seperti terus berlangsung di lanskap [dari industri komputer] Box yang memiliki peluang luar biasa maju. [Untuk menjual sampai] benar-benar akan berkompromi pada kesempatan kita,” katanya.

Sekarang memimpin ekspansi internasional Box, Levie juga mengatakan dia tidak berharap dia bisa bekerja untuk orang lain.

“Aku pikir aku tipe orang yang akan sangat sulit untuk mempekerjakan – aku cukup mengganggu, tapi didorong.”

http://www.bbc.co.uk/news/business-22432565

Tags: , , , ,

About the Author

Tentang sam:
non-technical founder, blogger newbie, social engineering enthusiast, rider. gak nyasar gak berpetualang.

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top