banner ad Startup UIN

Perahu Kita

Yang nulis on di Puisi | Feb 11, 2014 | 0 Komentar
[Sebuah renungan kumpulan manusia yang terikat dalam tali persahabatan, yang bersama mencoba meraih satu tujuan dan impian]

 

Jalan itu harus tetap dihadapi, tetap harus kita lewati,

Layaknya awal keyakinan dalam perahu yang kita ditumpangi.

Walaupun arus itu begitu kasar

Hadangan ombak nan terlalu besar

Dihiasi karang-karang tajam terhampar

Kita tahu duri itu akan menyambut mesra.

 

Tapi wajib terbesit dalam ingatan

Tiada arus terlalu kuat, yang mengoda setiap semangat.

Tiada ombak terlalu tinggi, guna dikayuh diatas buih.

Tiada palung terlalu dalam, selain menikmati hingganya hingga malam.

 

Dambakanlah dermaga yang indah disebrang sana.

Kita yang memutuskan untuk naik ke perahu

Dan memegang masing-masing dayungnya.

Selaras mengayuhnya sampai tujuan yang kita mau.

 

Ombak besar,

Palung dalam.

Panas terik,

Hujan berangin.

Atau… apapun itu,.

Harus disusuri sang lautan luas

Yakinlah, badai pasti berlalu.

 

Sudah saatnya, kita kayuh lagi dayung-dayung

Sesemangat mungkin,akan cita yang tergantung

Semampu mungkin lewati badai tak terhitung

Bersama-sama,

Ya…. saling bekerjasama, bersinergi dan berkesinambung.

 

Ingatkah… kata sebuah petuah dulu,?

‘Ketika nahkoda, kapten, dan penumpang bersinergi dengan satu tujuan yaitu semuanya berharap agar perahu yang mereka tumpangi sampai ke dermaga yang dituju maka hendaknya semuanya mengikuti aturan yang berlaku diperahu tersebut’.

 

Mungkin itulah renungan yang berlaku

Percayalah karena, badai pasti berlalu.

Dan KITA PASTI BISA,!!!

by: yuni @racanauinjkt

 

 

Tags: , , ,

About the Author

Tentang Fadhiel Van Rese:
I am is @fadhiel_vr. Just Un-Special One. Part of @uinjakarta @racanauinjkt @umatmuhammadcom & @dkcjees. -- BE what you want to BE --

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top