banner ad Startup UIN

Semua yang di-edit dari sejarah Perang Dunia Bab 10/12

Yang nulis on di Jasmerah | Mar 18, 2014 | 0 Komentar

PERANG ADALAH BISNIS PALING MENGUNTUNGKAN

 

War is dirty. War is horror.

Sebenarnya, semua perang.. Tidak masalah siapa lawan siapa. Tidak masalah siapa benar siapa salah. Pada akhirnya, perang akan menjadi mimpi terburuk bagi bangsa manapun yg mengalaminya.

Setiap konflik akan selalu memiliki sisi horor kemanusiaan dan atrositas yang keji, beberapa bahkan bisa menjadi sangat brutal..

  1. Genosida suku Indian oleh ras kulit putih Amerika
  2. Ratusan ribu yg tewas oleh Revolusi Bolschevik (komunis)
  3. Ratusan ribu yg tewas oleh revolusi Mustafa Kemal Ataturk
  4. Killing field di Kamboja oleh rezim Pol Pot.
  5. Pembersihan etnis Bosnia oleh Serbia
  6. Pembunuhan sipil “collateral damage” oleh Amerika di Timteng
    ……..dan masih banyak lagi!

War is BAD in everyway. Doesn’t matter who did it.

Tapi KENAPA NAZI selalu menjadi pusat perhatian sebagai representasi sesuatu yang TERkejam, TERsadis, TERburuk & TERbrutal??

Karena dalam penulisan sejarah komersil yang kita kenal skrg.. Nazi tak lebih hanyalah sebuah attachment (sisipan) dari suatu hikayat horor seram nan menakutkan yang tercipta dari imajinasi kolektif peradaban barat, yakni cerita tentang seorang psikopat rasis dengan organisasi kejam berisikan monster-monster pembunuh dengan rencana paling menjijikan yang pernah ada di muka bumi.

WHY? Karena dunia haus akan romansa HERO VS VILLAIN ..and every story needs a villain.

Padahal sejarah Perang Dunia 2 sangatlah KOMPLEKS & RUMIT. Namun sejarah umum yang kita kenal sekarang, hanya fokus kepada bagian-bagian penuh sensasi (karena lebih laku dijual), semakin menjauh dari keakurasian, dan meng-edit sisi kompleksnya.

Esensi dari rangkuman : Ada yg lebih buruk dan menyeramkan dari Nazi. Yaitu: para bankir, elit-elit finansial dunia (pemilik Oil Co. & pabrik senjata) yang senantiasa mendikte kebijakan negara-negara super power untuk mengobarkan peperangan dan meraup keuntungan darinya.

Prinsipnya seperti ini: Tidak semua yang kita lihat adalah seperti itu adanya. Hampir semua yang kita tahu tentang peradaban modern, tak lain hanyalah sebuah bagian mikro DARI modul bisnis makro yang secara sistematis disosialisasikan kepada kita, UNTUK mengajarkan apa-apa yang harus kita sukai, dan apa-apa yang harus kita benci. Semua berkat jasa teknologi, consumer banking (kredit konsumen), dan tentu saja media mainstream (mis: Hollywood,dll).

Tinggal masalah waktu sebelum setiap sel dalam otak kita akhirnya menyerah kepada serbuan informasi yang datang tak kenal lelah, membuat kita secara sadar menyetujui profil bintang Hollywood sebagai STANDAR “KEINDAHAN” DEFINITIF. Paras blasteran kulit putih yang sekarang mendominasi layar kaca TV dan film-film layar lebar tanah air adalah bukti kesuksesan penerapan program semacam itu di negara dunia ketiga. Sayangnya… Program sosialisasi keindahan tersebut ternyata SATU PAKET dengan sebuah program serupa yang sangat menakutkan pada ujung spektrumnya, yakni sebuah program yang dinamakan “PELESTARIAN KEBENCIAN”.

Seperti halnya RASA KAGUM kita terhadap (katakanlah) Megan Fox, atau bintang2 holywood lain nan sexy berambut pirang berkaki panjang.. RASA BENCI kita terhadap (katakanlah) satu golongan, agama atau ras, juga merupakan produk akhir dari program serupa yang telah disosialisasikan kepada kita dengan metoda yang sama. KARENA selama masih ada sekelompok orang yang memiliki cukup alasan untuk membenarkan pembunuhan terhadap kelompok lain, maka akan akan ada KONFLIK/PERANG, yang berarti akan ada minimal sepucuk senjata dan sebutir peluru yang terjual.

KEUNTUNGAN DARI PERANG:
1. Akan ada pembangunan pasca konflik;
2. Akan ada hutang baru (pinjaman) dibutuhkan dari sindikasi kreditur;
3. Akan ada privatisasi dan penanaman modal asing;
4. Akan ada lapangan pekerjaan tercipta;
5. Akan ada BUNGA yang harus dibayar;
6. Dan tentunya akan ada PROFIT (keuntungan) yang tercipta.

KARENA perang adalah bisnis, dan tidak ada bisnis yang lebih menguntungkan daripada sebuah perang.

Isi rangkuman ini adalah tentang sekelompok elit finansial dunia dengan jaringan kompleks gurita bisnis, yang berkolusi dengan para elit politik negara-negara super power untuk mendikte kebijakan luar negerinya, mengorkestrasi sajian skenario tatanan dunia yang akan mengajarkan kita apa-apa yang harus kita sukai, dan apa-apa yang harus kita benci. Menciptakan keindahan, namun serta merta juga menebar kebencian, dan mengobarkan peperangan, semua demi satu tujuan, yakni: menambah pundi-pundi kerajaan bisnisnya, menuju kekuasaan ekonomi absolut diatas bumi dalam formatur NEW WORLD ORDER (tatanan dunia baru).

DALANG KONSPIRATOR UNTUK DOMINASI DUNIA BUKANLAH AMERIKA. DAN BUKAN YAHUDI.

Karen Armstrong, seorang sejarawan dan pemerhati agama asal Inggris bergelar doktor dari Oxford University, dalam sebuah wawancara di stasiun berita BBC, menceritakan pengalamannya tinggal di Israel dan Palestina, berkata, “Saya tidak melihat adanya kebencian seperti yang digembar-gemborkan oleh kantor-kantor berita internasional. Warga yahudi dan Palestina hidup dalam harmonis. Keluarga yahudi mengirim makanan kepada keluarga Palestina pada acara-acara religius Islam. Begitu pun sebaliknya, para keluarga Palestina mengirimkan makanan kepada keluarga yahudi di hari-hari perayaan agama. Saya tidak mengerti dari mana kebencian yang digambarkan oleh media mainstream.”

tulisan ini adalah hasil investigasi para sejarawan, disertasi para doktor, dan jurnal-jurnal professor dari berbagai universitas ternama di Amerika dan Inggri. DAN HASIL TEMUAN MEREKA ADALAH: Para raksasa bisnis pemilik jaringan konglomerasi super kompleks berkolusi dengan para elit politik negara-negara super power, dan menjadi dalang dari hampir seluruh konflik di berbagai lini kehidupan di muka bumi ini.

  • Hitler dan Nazi dibiayai untuk mengobarkan WW2, supaya mereka bisa merombak tatanan ekonomi Eropa. Lihat Poin 2-4
  • JFK dibunuh CIA Black Ops supaya Bell Helicopters dan General Dynamics bisa jualan helikopter Hueys dan jet tempur F-111 ke militer Amerika
  • WTC 9/11 direkayasa CIA Black Ops demi kepentingan para konglomerat, agar Oil Co. mereka bisa kuasai ladang minyak di Irak, dan jalur minyak di Afghanistan, dan tentunya sekalian jual amunisi untuk kampanye militer AS selama di Timteng
  • IRAN dan KORUT diembargo supaya putus asa dan mau berperang (persis seperti Jepang pada tahun 1941)
  • Negara Israel didirikan mereka , supaya mereka dapat BUNGA dari hutang luar negeri Israel, SEKALIAN untuk prospek MEGA-PROYEK Perang Dunia III di Timteng antara ARAB VS YAHUDI.

YAHUDI DALANG KONSPIRASI?? NO SIR! Yahudi cuman korban, ngga ada bedanya sama Islam yang dikorbanin ketika dikasih peran jadi teroris di WTC 9/11

“Nervos Bellum Pecuniam” yang berarti: “Esensi perang adalah Uang” (Marcus Tulius Cicero, Senator Romawi Tahun 49 SM)

“Some even believe we are part of a secret cabal working against the best interests of the United States, characterizing my family and me as “internationalists” and of conspiring with others around the world to build a more integrated global political and economic structure – one world, if you will. If that is the charge, I STAND GUILTY, AND I’M PROUD OF IT!” (David Rockefeller)

sumber

Tags: ,

About the Author

Tentang mincol:
suka ngetweet seenaknya via @dimsumon. punya cita-cita kerja di NASA, lagi berdoa buat naik gaji biar cepet naik haji.

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top
%d blogger menyukai ini: