banner ad Startup UIN

Semua yang di-edit dari sejarah Perang Dunia : Penutup

Yang nulis on di Jasmerah | Mar 18, 2014 | 0 Komentar

PARA PEMBELA HOLOKOS (GUARDIAN OF HOLOCAUST)

Professor Arthur Butz dalam tesis dan disertasi gelar doktor nya, yang dipublikasikan menjadi sebuah buku “The Hoax of the Twentieth Century” menulis tentang para PEMBELA HOLOKOS yang setengah mati berteriak kepada dunia, MENYANGKAL kebenaran dan fakta2 yg ditemukan oleh para sejarawan REVOLUSIONER.

Lalu mereka menciptakan jargon/terminologi baru untuk melabelisasi para sejarawan tersebut dalam upaya melestarikan Fiksi Holokos, yakni dengan menyebut mereka sebagai HOLOCAUST DENIERS / HOLOCAUST DENIAL (Penyangkalan terhadap holokos).

Ini beberapa DEFINISI Holocaust Denial menurut versi para PEMBELA HOLOKOS:

“Holocaust denial is a contemporary form of the classic anti-semitic, doctrine of EVIL, and threatening the Jewish world” (Anti-Defamation League, 2001)

“Holocaust denial is among the most insidious forms of anti-Semitism… it is an issue of Law!” (Stephen J. Roth, Israel Human Rights)

“Holocaust denial is a new form of Anti-Semitism” (Dinah Shelton, Encyclopedia of Genocide)

“Holocaust denial is Anti-Semitism….” (Frederick Schweitzer, Jewish Antiquity)

MENURUT PARA PEMBELA HOLOKOS: MENYANGKAL HOLOKOS ITU ADALAH PERBUATAN EVIL (JAHAT), mungkin lebih jahat daripada membunuh ibu sendiri.

THE QUESTION IS……………….. WHY?????

Yang lempar wacana “holocaust denial / holocaust deniers” pertama kali adalah ADL.

ADL (Anti-Defamation League) atau “Liga Anti-Pelecehan”, organisasi yang didirikan oleh Israel pada tahun 1974 dengan MISI UTAMA: Menjaga kesakralan dan kesucian Holokos, dengan segala cara.

ADL punya anggaran 50 juta dollar per tahun (uang hasil memeras Jerman melalui ganti rugi sangat besar setiap tahun). Cukup untuk MENYUAP pejabat badan internasional dunia manapun untuk meluluskan resolusi apapun yang mereka ajukan.

DAN TERBUKTI…..

  •  Tahun 1990, ADL berhasil mendesak (mungkin lebih tepatnya menyuap) pemerintah Prancis untuk menerbitkan “Undang-undang Gayssot” yang salah satu butirnya berisi: “Mempertanyakan kejadian Holokos, dan meragukan jumlah yahudi yang tewas, adalah perbuatan KRIMINAL”.
  • ADL juga berhasil mendesak Undang-Undang sejenis yang MENGKRIMINALKAN PENYANGKALAN HOLOKOS di Jerman, Swiss, Austria, Belgia, Rumania, Ceko, Portugal & Polandia. (ADL gagal mempengaruhi pemerintah Belanda, Denmark, Norwegia, Italia dan Inggris untuk menerapkan aturan yang sama).
  • 16 Oktober 2004, George W. Bush menanda tangani Global Anti-Semitism Review Act, yang butir ke-8 nya berbunyi: “Mengurangi jumlah korban Holokos sebesar 6 juta orang, adalah tindakan Anti-Semit”

BOTTOMLINE… Bila anda sejarawan, atau anda profesor, atau anda seorang peneliti.. dan anda punya bukti-bukti / penemuan baru tentang Holocaust…. ANDA MASUK PENJARA.

WHAT HAPPEN TO FREE SPEECH?? ..well, fuck free speech! KEPENTINGAN para raksasa bisnis untuk MENDAPAT BUNGA besar dari ISRAEL setiap tahun, sekalian MEGA PROYEK WORLD WAR 3 antara ARAB VS YAHUDI LEBIH PENTING daripada kebebasan berpendapat.

OCCAM RAZOR………….

KENAPA harus meregulasi aturan yang mengkriminalkan penelitian, penyelidikan dan investigasi terhadap sejarah??

KALAU TIDAK ADA YANG DISEMBUNYIKAN, kenapa harus melarang peninjauan ulang terhadap sejarah??

Para sejarawan, profesor, PhDs, dan peneliti yang menjadi korban dari propaganda anti-kebenaran..

  1. Jack Bernstein, seorang yahudi Amerika yang tinggal di Israel, dalam buku-nya “The life of an American Jew in Racist Marxist Israel”, berkata, “kalian berteriak ‘anda Anti-Semit!!’ yang tidak lain merupakan tabir untuk melindungi aksi kalian. Apabila ada seseorang mencoba mengungkapkan sesuatu (Holocaust), kalian akan mengolok-olok informasi tersebut. Apabila tidak berhasil, kalian akan melakukan pembunuhan karakter dengan menyebut mereka sebagai penipu. Namun kalian sendiri sebenarnya TIDAK pernah mencoba membuktikan bahwa informasi tersebut salah.” Jack Bernstein tewas dibunuh Mossad pada tahun 1985.
  2. Ben Hecht, sejarawan Yahudi asal Hungaria menulis buku berjudul “Perfidy” yang menyinggung soal Holocaust.. Buku-nya DILARANG terbit di beberapa negara.
  3. Hennecke Kerdel PhD, menulis buku “Adolf Hitler: Founder of Israel” , buku DILARANG terbit, Hennecke DIDENDA ribuan dollar 1974
  4. Dietrich Bronder seorang profesor sejarah, menulis buku “Bevor Hitler Kan ,DILARANG TERBIT, DIDENDA, DIPENJARA 1975.
  5. James Keegstra guru sekolah dari Kanada, DIADILI, DIPENJARA karena menyangkal Holocaust 1984.
  6. Ernst Zundel pemilik penerbit Samisdat Publishing , DIVONIS 15 BULAN PENJARA karena menyangkal holokos 1985.
  7. Richard Harwood menerbitkan buku “Did Six Million Really Die?”, DIADILI DAN DIPENJARA. Saat persidangan pengadilan Harwood.. Charless Biedermann, salah satu DIREKTUR ICRC (International Committee Red Cross) bersaksi bahwa LAPORAN ICRC mengenai jumlah 271.304 Yahudi tewas di Kamp Konsentrasi adalah BENAR.
  8. Gemar Rudolf dan Fred Leuchter PhD, peneliti yang melakukan penyeldikan terhadap Holocaust di Auschwitz… DIADILI, DIDENDA.
  9. Roger Garaudy penulis buku “The Founding Myths” DIADILI, DIDENDA 40.000 dollar.
  10. Profesor Norman G. Finklestein, pengajar di New York City College, penulis buku “The Holocaust Industry”, DIADILI, DIPENJARA.
  11. Roland Raes, politisi di Belgia, dalam sebuah wawancara dengan TV Belanda tahun 2001 meragukan Holocaust, DIADILI, DIDENDA, DIPECAT dari Partai Vlaams Belang (Partai Besar di Belgia)
  12. David Irving, sejarawan, peneliti dan penulis buku “Hitler’s War” , DIADILI, DIDENDA 22.000 dollar 1977. Pada tahun 2006 kembali DIADILI, DIVONIS 3 TAHUN PENJARA.

KARENA FAKTA SEJARAHNYA ADALAH:

  • Laporan ICRC (International Committee Red Cross) mengenai jumlah 271.304 yahudi tewas di Kamp Konsentrasi yang diolok-olok oleh ADL sebagai “holocauts denial”, BUKAN satu-satunya sumber statistik yang menunjukan angka yang serupa.
  • Berdasarkan penelitian Fred Leuchter, seorang sejarawan dan peneliti Polandia, statistik resmi SS yang ia temukan di Bundesarchiv (Pusat Arsip Jerman), mencatat total 110.812 orang tewas di seluruh kamp “konsentrasi” sampai tahun 1943 disebabkan oleh penyakit dan kelaparan.
  • statistik yang disusun oleh Sonderstandestamt (Dinas Catatan Sipil Khusus Jerman) per tanggal 31 Desember 1984 yang memberikan angka 282.077 sampai dari 373.468 korban tewas di seluruh Kamp “Konsentrasi” Jerman (termasuk Auschwitz).

OCCAM RAZOR……… “Simplest explanation tends to be the right one.”

KALAU TIDAK ADA YANG DISEMBUNYIKAN, kenapa harus meregulasi undang-undang yang mengkriminalkan penelitian, penyelidikan dan investigasi terhadap sejarah??

  1.  TIDAK ADA Undang-Undang yang larang revisi sejarah genosida suku indian
  2. TIDAK ADA UU yang melarang revisi jumlah korban genosida Bosnia
  3. TIDAK ADA UU yang melarang revisi jumlah korban Polpot di Kamboja
  4. TIDAK ADA UU yang larang revisi korban Stalin di Rusia, Maozedong di RRC
  5. TIDAK ADA UU ini itu yang melarang penelitian ilmiah, kecuali…………… HOLOKOS.

LOGIKA…………………….

EISENHOWER, CHURCHILL, DE GAULLE, sebagai TOKOH2 PENTING Perang Dunia 2.. ketiga bapak ini (sama seperti orang besar lainnya).. mereka menulis MEMOIRS yang lalu diterbitkan menjadi buku:

  1. Eisenhower Memoirs >>> “Crusade in Europe”, 559 halaman.
  2. Churchill Memoirs >>> “The Second World War”, 6 volume, 4.448 halaman
  3. de Gaulle Memoirs >>> “Memoires de Guerre”, 3 volume, 2.054 halaman

Jumlah halaman ketiga Memoirs dari tokoh penting WW2 itu (bila ditotal) adalah TOTAL 7.061 halaman.

DARI 7.061 HALAMAN 3 MEMOIRS TSB, TIDAK ADA SATU KATA PUN YANG BERBUNYI “KAMAR GAS” ATAU “PEMBUNUHAN MASAL YAHUDI” ATAU “6 JUTA YAHUDI TEWAS”

LOGIKA: Kalo kekejaman Nazi is all about Holocaust, dan kalo Holocaust adalah kebrutalan paling nista yang dilakukan umat manusia (YANG BERARTI PENTING UNTUK DIINGAT)………..

WHY Eisenhower, Churchill & de Gaulle DID NOT MENTION IT in their memoirs???

DID THEY HAVE FORGOTTEN IT??? Jawabannya adalah TIDAK MUNGKIN. Tidak mungkin mereka tidak mencamtumkan soal 6 juta yahudi tewas, atau KAMAR GAS APABILA hal-hal tersebut benar2 nyata dan terjadi.

JASMERAH! (Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah!) Ir. Soekarno

 

sumber

Tags: ,

About the Author

Tentang mincol:
suka ngetweet seenaknya via @dimsumon. punya cita-cita kerja di NASA, lagi berdoa buat naik gaji biar cepet naik haji.

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top
%d blogger menyukai ini: