banner ad Startup UIN

Semua yang di-edit dari sejarah Perang Dunia Bab 7/12

Yang nulis on di Jasmerah | Mar 14, 2014 | 0 Komentar

MITOS 6 JUTA TEWAS DI KAMP KONSENTRASI

Dalam sebuah Memoir yang diterbitkan menjadi sebuah buku, mantan Komandan Kamp “Konsentrasi” SS-Obergruppenfuhrer Horst Hoyer, bersaksi bahwa kehidupan di dalam Ghetto dan Kamp tidak seperti yang dipropagandakan media. Menurut Hoyer, Eichmann mengirimkan warga keturunan Yahudi dari daerah-daerah jajahan ke Ghetto-Ghetto di Polandia, yang didirikan untuk satu tujuan, yakni: sebagai Kamp Pelatihan bagi para calon emigran yang akan direlokasi ke Palestina. Dr.Epstein, seorang tokoh Yahudi yang bermukim di Berlin, dalam sebuah pertemuan, berkata kepada Hoyer memuji system Ghetto di Polandia sebagai “sebuah sekolah yang baik bagi masa depan para pemukim di Israel”. Pada tahun 1952, tepat 2 minggu setelah Kesepakatan Damai Jerman-Israel diratifikasi di Luxemburg, Hoyer menulis dalam bukunya bahwa ia didekati beberapa pengusaha Yahudi yang menawarkannya 30.000 mark untuk menandatangani surat yang menyatakan bahwa kesaksian dalam buku yang ia tulis sendiri adalah palsu. Hoyer tidak pernah menandatanganinya, dan buku nya menjadi salah satu bukti dari kebohongan Holokos.(29)

Komite Palang Merah Internasional ICRC (International Committee Red Cross) mendokumentasikan laporan penyelidikan menyeluruh terhadap kamp-kamp konsentrasi Jerman, yang diterbitkan dalam 3 volume. Oleh Konvensi Jenewa 1929, ICRC mendapat akses penuh ke kamp-kamp “konsentrasi” milik Jerman di seluruh wilayah Eropa. Dalam laporan setebal 1.600 halaman yang disusun ICRC ini, tidak ada satu kata pun mengenai “kamar gas” atau “pemusnahan sistematis”. Sebuah alinea dalam ICRC Report Vol.III tahun 1948 berbunyi, “Tidak hanya tempat cuci, tapi juga instalasi kamar mandi yang dilengkapi dengan pancuran air, dam tepat air kotor yang tersedia di kamp-kamp konsentrasi (termasuk Auschwitz) telah diperiksa oleh petugas lapangan.”(30)

Dalam Bab lain pada Laporan yang sama, menyatakan bahwa korban yang tewas di kamp-kamp konsentrasi adalah disebabkan oleh bencana kelaparan akibat aksi pemboman oleh sekutu yang memutus logistik Jerman, dan akibat wabah penyakit Tyfus, dan tidak ada satupun yang berbunyi “pemusnahan massal sistematis”. Bahkan pada sebuah tabel yang diberikan label “V-7” melaporkan adanya komunikasi dari pihak Jerman yang meminta bantuan kepada ICRC untuk menangani situasi beberapa kamp yang semakin kritis oleh kondisi kelaparan dan wabah penyakit. Apabila Nazi berniat untuk memusnahkan Yahudi, mengapa melakukan hal seperti itu??

Berdasarkan penelitian Fred Leuchter, seorang sejarawan dan peneliti Polandia, statistik resmi SS yang ia temukan di Bundesarchiv (Pusat Arsip Jerman), mencatat total 110.812 orang tewas di seluruh kamp “konsentrasi” sampai tahun 1943 disebabkan oleh penyakit dan kelaparan. Berdasarkan wawancaranya dengan seorang mantan penghuni Kamp Konsentrasi Sachsenhausen, Dr, Neuhausler, menyatakan bahwa tidak pernah terdapat aktivitas peng-gas-an dan pembakaran hidup-hidup penghuni Kamp oleh Nazi. Bahkan sebuah foto yang memperlihatkan seorang prajurit AS berdiri di depan pintu berlambang tengkorak bertuliskan “ACHTUNG! GAS!”, yang dijadikan sebagai alat bukti “kamar gas” di pengadilan Nuremberg, ternyata adalah sebuah kamar berukuran 3×2 meter yang berfungsi untuk membasmi hama dari pakaian tahanan.(31)

Dr. David Cesarani, Direktur Wierner Library di London juga pernah membuat tulisan dalam sebuah artikel berjudul “Preserving a Death Camp” yang dimuat di majalah “The Guardian” edisi 29 November 1993, menyatakan bahwa ia telah menemukan bukti bahwa Kamar Gas “Krema I” di Auschwitz dibangun pada tahun 1948.(32) Berdasarkan penyelidikan Fred Leuchter, Presiden Polandia Lech Walesa merubah plakat di Auschwitz yang bertuliskan “4 juta tewas disini” menjadi “1,5 juta tewas disini”, tetapi tetap tidak merubah angka 6 juta yahudi tewas yang tertera di sejarah umum.

Pada tahun 1979, ICRC merampungkan laporan mengenai Kamp “Konsentrasi” Jerman, dan memberikan angka akhir sebesar 271.304 korban tewas di seluruh kamp konsentrasi dibawah kontrol Jerman selama Perang Dunia 2. Perhitungan ini tidak beda jauh dengan statistik yang disusun oleh Sonderstandestamt (Dinas Catatan Sipil Khusus Jerman) per tanggal 31 Desember 1984 yang memberikan angka 282.077 sampai dari 373.468 korban tewas di seluruh Kamp “Konsentrasi” Jerman (termasuk Auschwitz). Tidak sampai 5% dari imajinasi 6 juta yahudi tewas berdasarkan sejarah umum.(33)

SUMBER:
(29) “Ein Dokumen zur Judischen Mitschuld an der Endlosung der Judenfrage” (Tubingen), Horst Hoyer
(30,32 & 33) “Hitler: Founder of Israel” (New Century Press), Hennecke Kardel
(31) “The Second Leuchter Report” (Journal of Historical Review), Fred Leuchter

Tags: ,

About the Author

Tentang mincol:
suka ngetweet seenaknya via @dimsumon. punya cita-cita kerja di NASA, lagi berdoa buat naik gaji biar cepet naik haji.

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top
%d blogger menyukai ini: