banner ad Startup UIN

INDONESIA NEGARA SIAPA?

Yang nulis on di Mahasiswa, Politik | Apr 9, 2014 | 2 Comments

90 persen parpol di jakbar langgar peraturan pemilu

Gimana sob udah pada nyoblos tadi pagi?? mudah-mudahan pilihan anda tepat dan dapat memperjuangankan kesejahteraan rakyat! Gw agak sedikit ngebahas kenegaraan, sekedar mengutarakan pendapat dan tujuannya untuk berdiskusi aja. Adanya 15  parpol yang ikut berpartisipasi dalam pemilihan legislatif kali ini. bicara parpol erat kaitannya dengan latar belakang parpol tersebut, dari parpol islam sampai yang demokrat. Pusingkan milihnya belom lagi ada caleg yang kaya gini

Caleg Real Madrid

Ditinjau dari dalil Qur’ani berikut :

Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara  diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).” (QS. 3. Aali ‘Imraan : 28.)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?” (QS. 4. An-Nisaa’ : 144.)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” (QS. 5. Al-Maa-idah : 57.)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim”. (surah al-Maaidah ayat 51)

kesimpulan dari dalil diatas umat islam harus memilih pemimpin yang islam juga. Kembali lagi kepada prinsip negara yang kita tempati sekarang, yang memegang prinsip demokrasi Pancasila dan UUD 45. Dikutip dari http://www.dpr.go.id/id/uu-dan-ruu/uud45   pasal 29 ayat 1 ” Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.” artinya negara ini negara yang beragama, bukan negara islam kan???. Kalau seperti ini apa salahkah negara Indonesia dipimpin oleh orang non muslim?? walaupun menurut statistik  87,18% dari penduduk Indonesia adalah muslim.  Lalu sikap sebagai muslim yang berbangsa Indonesia harus bagaimana? adakah figure muslim di Indonesia yang kompeten dalam memimpin islam dan prinsip demokrasi Indonesia??

Dalam kasus lain, seorang muslim yang tinggal di negara mayoritas non muslim, jika terjadi pemilihan presiden pada negara tersebut, bagiamana sikap muslim dalam bernegara dan beragama. Sedangkan kandidatnya sama sekali tidak ada yang muslim.

Note: Penulis bukan dari kalangan pemikir sekuler, leberal, kapitalis dll. Penulis hanya orang biasa yang hanya ingin berdiskusi.

Tags: , , , ,

About the Author

Tentang wahyusum:


rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
  • Oki Nurkholis

    Klo ane sih okeh2 aja pemimpin non muslim selama dia emang baik dan kompeten.
    Daripada yang ngaku2 muslim tapi kelakuannya jauh banget dari seorang muslim hehe.

  • sam

    jadi keingetan sama khotbah jum’at nya Ustad Yusuf Mansur soal pemimpin non muslim.
    dalam khotbah nya mengatakan, “Sebaik-baiknya pemimpin adalah orang yang saleh, Sebaik-baiknya Harta adalah Harta yang dikelola oleh orang yang saleh.”. beliau bercerita ketika hendak menginap di suatu hotel berbintang 5 di suatu tempat di Indonesia, kala itu beliau bertanya dimana tempat untuk solat kepada salah seorang petugas hotel. petugas tersebut menjawab ga ada tadz. saat itu juga Ustadz Yusuf Mansur memutuskan untuk tidak jadi menginap di Hotel Tersebut. contoh lainnya beliau menyebutkan soal larangan memakai jilbab pada saat bekerja dan beberapa contoh kasus lainnya.

    udah ah segitu aja komentarnya. selamat berpikir 🙂

Top
%d blogger menyukai ini: