banner ad Startup UIN

Jomblofologi

Yang nulis on di Hiburan | Sep 14, 2014 | 1 Komentar

Jomblofologi

 

Jomblofologi adalah ilmu yang membahas bagaimana perilaku para jomblo dalam mempertahankan hidup mereka. Bagaimana mereka memenuhi kebutuhan hati mereka yang tidak terbatas, dengan sumber daya cinta yang tebatas.

Peristiwa jomblo terjadi akibat tidak bertemunya titik equilibrium (E) antara kurva permintaan cinta (D) dengan kurva penawaran hati yang masih kosong (S). Bahkan, jomblo dengan tingkat stadium yang lebih lanjut bisa terjadi hanya karena melemahnya nilai tukar kepercayaan terhadap kurs kasih sayang.

Pada era globalisasi saat ini, terjadi liberalisasi terhadap sistem percintaan di Indonesia. Pelan-pelan Indonesia mulai menganut sistem percintaan kapitalis-sosialis yang sama sekali tidak sesuai dengan kepribadian bangsa ini. Setiap orang yang punya modal besar untuk biaya pacaran, akan dengan mudah membeli cinta dari beberapa orang yang dia inginkan sekaligus. Akibatnya, banyak orang yang kesulitan mencari cinta, lalu ini berakibat pada meningkatnya populasi para jomblo, bertambahnya jumlah fakir-fakir asmara, menyebarnya pengemis-pengemis harapan dan juga mendorong terjadinya PHP yang berkepanjangan.

Sepertinya pemerintah harus membuat peraturan yang komprehensif untuk menata kembali hati-hati para jomblo yang telah kehilangan harapan, sehingga orang-orang bisa lebih menghargai pentingnya toleransi dalam berasmara. Tidak ada lagi pacaran di twitter, tidak ada lagi inisial nama pacar di prime message, dan pastinya tidak ada lagi diskriminasi terhadap kaum jomblo.

Belakangan ini terjadi ketidak seimbangan secara makro di pasar percintaan Indonesia. Daya beli masyarakat akan cinta menurun drastis, sehingga banyak perusahaan-perusahaan biro jodoh yang gulung tikar. Akibatnya, semakin banyak masyarakat yang hatinya menganggur dan hidup di bawah garis kejombloan.

Agaknya memang pemerintah harus bertindak cepat, mungkin kebijakan cinta dengan pendekatan fiskal bisa menjadi solusi. Dimana pemerintah harus menaikkan pajak jadian hingga 30%, lalu membuat berbagai macam sarana yang mungkin bisa mempertemukan dua orang yang saling mencintai di waktu yang tepat.

Di era modern seperti ini, dunia maya bisa menjadi salah satu alat penekan angka kejombloan. Twitter misalnya, bagaimana kebiasaan-kebiasaan orang mencari cinta di twitter yang di lakukan secara terus-menerus, hingga kemudian menjadi mainstream di kalangan masyarakat.

Mainstream tersebut kemudian membentuk sebuah siklus yang di lakukan secara berulang-ulang oleh orang yang berbeda di waktu yang berbeda. Siklus mencari cinta di twitter bisa di gabarkan sepeti ini:

Gak kenal –> follow –> mensyenan –> tukeran nomor –> smsan –> telfon-telfonan –> ketemuan –> curhat-curhatan –> nyaman –> jadian –> berantem –> putus –> unfollow –> gak saling kenal

Yah, begitulah siklus mencari cinta. Karena terkadang, kita tidak pernah tau dengan siapa dan bagaimana cara Tuhan mempertemukan kita dengan belahan jiwa, mungkin melalui keajaiban. Ya, keajaiban. Bagaimana semesta berkonspirasi mempertemukan dua orang yang tepat di waktu yang tepat memang benar-benar sebuah keajaiban.

 

share artikel jomblofologi ini ke temen-temen kamu.

Tags: , ,

About the Author

Tentang Fikri_Ismail:


rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top