banner ad Startup UIN

Amalan Mahasiswa Jomblo yang Sedang Jatuh Cinta

Yang nulis on di Mahasiswa | Feb 19, 2015 | 2 Comments
Ingin nikah

Gambar: Google

Tidak hanya untuk mahasiswa, mahasiswi yang ingin membina mahligai cinta suci juga boleh baca. Tips ini mungkin sedikit bertentangan dengan orang tua/dosen yang tidak setuju terhadap pernikahan muda. Apa boleh dikata, cantik dan keayuan paras wanita sangatlah indah, terlebih mereka yang sholihah. Ketertarikan pria pada kaum hawa adalah fitrah, agar studimu terjaga ikuti pesan ini:

Pertama, Menjaga diri untuk menghidari fitnah lebih mulia dari pada menunjukkan hasrat, walaupun itu fitrah. Sebagai laki-laki pemberani tidak pantas seorang muslim mengatakan cinta sebelum akad nikah. Lah! Emangnya, kamu siapa, bisa-bisanya kok cinta! Jangan pake modus “Uhibbuki Fillah“. Ibu kita lebih pantas kita cintai daripada wanita yang barusan kita jumpai.

Memodif falsafah hidup Pondok Gontor, “Berani cinta tak takut nikah, takut nikah jangan melamar, takut melamar menderita saja!.” Jangan bilang cinta jika tidak sanggup menikahi. Melamar pada orang tuanya tidak sanggup, ya tahu diri lah. Rasulullah bersabda bahwa orang kuat bukanlah yang mampu bergulat dan berkelahi, tetapi yang mampu menahan diri.

Kedua, Tanyakan apakah ia sudah menikah atau belum, apakah ia sudah dilamar atau belum. Hal ini kiranya perlu dilakukan bagi Anda yang baru mengenal seorang wanita. Jauh lebih baik tanyakan ini sebelum PDKT, sebelum mengetahui identitasnya. Bayangkan, betapa menyakitkannya jika mengetahui ia telah dilamar setelah tahu nama indahnya. Seumur hidup anda akan teringat namanya. #ModeLebayOn

Ketiga, Lamarlah! Coba kunjungi orang tuanya, minta baik-baik. Sadarkan diri pada hakikatnya Anda sedang meminta pada Tuhannya via orang tuanya. Nasihat ke-3 ini lebih cocok bagi yang sudah berpenghasilan, jangan coba-coba pengangguran! Membawa kue, seserahan adat tidak diharuskan dalam Islam. Yakinkan mereka, meskipun Anda bukan pekerja tetap, Insyallah Anda akan tetap bekerja.

Keempat, Menikahlah! Perempuan tidak butuh I Love You, tidak juga I Have D*ih*tsu, tetapi mereka butuh K-E-P-A-S-T-I-A-N “Saya terima nikah dan kawinnya dengan mahar…”

Untuk engkau yang masih menikmati godaan syaithon (pacaran), segeralah bertaubat! Sebab, pernikahan akan memiliki banyak cobaan. Jangan mudah terfikir untuk bercerai. Menikah sesuai tuntunan Islam dan selalu catat dalam data kependudukan. Terakhir…..! Tidak selamanya ijabsah butuh ijazah.

Tulisan ini hanya kata, jika engkau jumpai ini mengada silahkan kritik dan nasihatnya. Jika tulisan ini bertentangan dari Al-Quran dan As-Sunnah, ingatkanlah. Thanks and share you!!!.

Sumber: Qomar, Syams. 2014. Jomblo Jatuh Cinta. Diakses 19 Februari 2015

Tags: , , ,

About the Author

Tentang Dou Syams:
Pelajar.

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
  • sam

    Kelima. Tanyakan apakah dia perempuan asli, jangan-jangan pernah oplas di thailand…

    • Hahahah
      Betul tuh sub. Hati-hati, jangan sampe ketipu.

Top
%d blogger menyukai ini: