banner ad Startup UIN

Bagaimana Kamu Bisa Survive di Organisasi?

Yang nulis on di Pojok Motivasi | Apr 23, 2015 | 0 Komentar
Bagaimana Kamu Bisa Survive di Organisasi

http://www.survivalistalerts.com/born-to-survive/

Hai Mahasiswa! Pasti kamu pernah datang di acara ‘Training Motivasi Menjadi Mahasiswa Berprestasi’, ‘Cara Meraih IPK Tinggi dan Berprestasi Gemilang’, atau acara lain seperti ‘Rebut Beasiswa Dalam dan Luar Negeri’. Pasti salah satu tips yang ngga pernah terlewat yaitu, “Kamu harus ikut organisasi!”.

Kenapa harus ikut organisasi? Jawabannya udah diterangin di acara-acara semacam itu, atau kalau kamu mau googling juga bisa dengan keyword ‘Manfaat Ikut Organisasi’. Nah, di sini ngga akan ngebahas tentang itu. Tapi yakin banget, banyak mahasiswa yang masih berfikir, “Gimana caranya bisa bergabung dan bertahan dalam lika-liku kehidupan berorganisasi?”

Menurut pengalaman aku sebagai tata tertib (tatib) di  salah satu unit kegiatan mahasiswa, “Wah galak dong?” “Ngga juga ah, cuma suka gigit aja!” Dari 100 lebih mahasiswa yang mendaftar, sekitar 10 orang yang bisa bertahan sampai tahap anggota. Curhatan para calon anggota baru yang memilih gugur di awal, pertengahan atau detik-detik akhir perjuangan di organisasi kebanyakan karena alasan-alasan ini, padahal ada loh solusinya supaya kamu bisa survive di organisasi:

  1. Komitmen

 

andytri.wordpress.com

andytri.wordpress.com

“Aku orangnya ngga betahan, nanti juga ujung-ujungnya keluar.”

Ini bisa terjadi karena organisasi yang kamu pilih ngga sesuai sama hobi, minat dan bakat kamu. Coba deh pilih organisasi yang lo banget! Layaknya cinta, kalau udah suka kamu akan komitmen dan kamu perjuangin segalanya, begitu juga impian mu di organisasi itu.

Biar kamu semangat, telisik lebih dalam lagi alasan kamu gabung di organisasi itu, manfaat apa aja yang bisa kamu ambil. Eh tapi inget, di organisasi kamu ngga bisa egois gitu aja, cuma mau “Manfa’aaaaat!” (lima harokat). Setelah dapet ilmunya terus pergi gitu aja. Hei, kalau semua orang berpikiran kayak kamu, ngga ada organisasi yang bisa jalan. Kamu juga harus berkorban untuk keberlangsungan organisasi itu.

  1. Kuliah

“Hmm, ngga bisa atur waktu nih antara kuliah sama organisasi.”

Lagu lama, kasetnya masih itu-itu aja.

Pintar-pintar bagi waktu aja deh, meski ini susah banget dijalanin kalau disiplin ilmu yang kamu dapati di kelas bersebrangan sama organisasi yang kamu ikutin. Kadang tugas kamu akan terbengkelai. Tapi usahakan kerjakan tugas selagi ada waktu senggang. Engga sedikit mahasiswa yang enggan ikut organisiasi punya nilai yang fluktuatif, padahal mereka hanya menghabiskan waktunya nonton drama korea di kosan.

Kalau kamu terpaksa harus cabut kuliah, ya ngga masalah! Ingat berapa kali kalian boleh tidak mengikuti perkuliahan saat menandatangani kontrak kuliah? Jatah itu kan bisa dipakai, bolosnya ya ganti-ganti mata kuliah atau ikut di kelas yang lain.

  1. Temen

 

snsdpics.com

snsdpics.com

“Suka sih, tapi geng-an aku ngga ada yang mau ikut. Masa aku sendirian.”

Hai guys, create your own way! Kamu itu bukan kembar siam kan sama temen se-geng mu? Masa iya semuanya punya hobi yang sama? Kecuali kalau kalian SNSD, mungkin bisa jadi begitu. Kalian bisa berbeda organisasi dan tetep menjalin persahabatan kok. Memang waktu berkumpul kalian akan banyak berkurang. Tapi, kalau sekalinya kalian kumpul bisa menunjukan prestasi di masing-masing organisasi, apa ngga keren itu namanya?

  1. Pacar

“Diputusin pacar gimana, kalau ngga bisa jalan? Kan organisasi sibuk banget.”

Halah, itu sih alasan pacar kamu aja yang ngga mau lihat kamu berkembang. Di kelas berdua, di jalan berdua, di kantin berdua. Riya itu sifatnya setan broh, pamer pacar di depan khalayak jomblo ngenes, duh ngga kebayang dosanya. Inget doa jomblo yang teraniaya itu mustajab!

  1. Sakit

“Aku kan gampang sakit.”

Kalau sakit bisa berobat ya nduk di RS UIN, gratis tinggal bawa KTM sama slip pembayaran terakhir. Biasanya kan belum selesai berobat, dari bagian farmasi juga udah selesai meracik obatnya. Namanya mahasiswa kalau ngga flu, batuk, diare, demam paling keluhannya itu.

Tapi ada hal yang penting diingat, jangan sampe kamu habiskan waktu di organisasi dan ketika sakit dikit aja lebay parah dihadapan orang tua. Orang tua mana yang ngga kesel liat anaknya kalau sakit baru inget rumah? Afala ta’qilun?

  1. Orang Tua
frabz.com

frabz.com

“Takut dibilang anak durhaka, soalnya jarang pulang.”

Bukan jarang pulangnya yang bikin kamu diberi label durhaka. Tapi kamu yang mengabaikan perintah orang tua untuk lekas pulang usai kuliah. Pada dasarnya mereka hanya khawatir akan kegiatan anaknya, tapi kalau kamu bisa berikan pengertian, mereka pasti ngerti kok.

Ajak juga teman-teman organisasi mu main ke rumah, kenalin ke calon mertua orang tua. Mereka akan merasa aman jika mengenal teman-teman anaknya itu baik. Selain itu, tunjukkan bukti prestasi mu selama ikut organisasi. Jadi mereka yakin, bahwa apa yang dilakukan anaknya adalah hal yang berguna.

Sempatkan waktu senggang mu untuk membantu orang tua, jangan hanya tidur saat di rumah. Atau sekadar menemaninya bercerita tentang kegiatannya seharian saat kamu tidak berada di rumah, hal itu bisa membuatnya senang. Meski lelah melanda, tapi usahakan sempatkan waktu mu sebentar. Setidaknya kamu masih ingin dianggap bagian dari keluarga kan? Hmm.

  1. Beasiswa
mubinsae.blogspot.com

mubinsae.blogspot.com

“Aku kan anak asrama dan dapet beasiswa, jadi ngga bisa izin. Harus ikut pembinaan, kalau ngga nanti beasiswa ku dicabut!”

Berapa banyak anak asrama yang bisa sukses nemapaki kariernya di organisasi? Banyak broh. Mereka mau kok berkorban dan mencari cara agar semuanya bisa berjalan beriringan. Masalah gerbang asrama dikunci, kan bisa menumpang tidur di kosan teman yang ngga ada jam malamnya. Atau harus isi daftar hadir saat pembinaan, ya coba lah lobi-lobi dikit pembinanya, atau buat surat izin.

  1. Uang

“Ikut organisasi nanti ngga bisa nyambi nyari duit atau freelance!”

Anggapan ini salah banget, dengan kamu ikut organisasi ada bakat yang terus-menerus kamu asah. Hingga akhirnya kamu punya nilai lebih. Dengan begitu banyak orang yang akan mencari kamu karena skill yang ngga mudah ditemui di diri mahasiswa ‘anti organisasi’.

Tentunya kamu akan punya banyak teman. Jadi kalau ada teman yang dapet proyekan ya ikut kecipratan juga. Lumayan loh, jadi interviewer di lapangan, mentranskrip wawancara, pengawas pemilu, atau lainnya.

  1. Ibadah

“Nanti ngga bisa sholat tepat waktu, ngga bisa ngaji ba’da maghrib.”

Sak karepmu cak! Hmm, yang namanya ibadah masing-masing aja kali ya. Kalau kamu emang niat ya bisa-bisa aja sih. Gimana kamunya deh. Aku bête ah sama kamu huh.

motivasi-islami.com

motivasi-islami.com

Konklusinya, kalau kamu tahu apa tujuan ikut organisasi, kamu ngga akan berpikir untuk mundur. Percuma kalau coba-coba masuk organisasi A, pindah ke organisasi B, tahun depan masuk lagi ke organisasi A, eh malah keluar lagi. Di situ kamu ngga akan belajar tentang proses, dan di situ kadang saya merasa sedih.

Mungkin ngga semua organisasi menerapkan sistem yang mengikat kuat anggotanya. Tapi coba tanyakan lagi pada dirimu, apa sepenggal ungkapan arab Wujuduhu ka’adamihi ini menggambarkan tentang diri mu? Kalau iya, mungkin keberadaan mu kurang memberikan manfaat, sehingga keberadaannya sama dengan ketiadaannya. Jadi perbanyak lagi skill yang kamu punya. Enrich your skill and knowledge!

Tags: , , , ,

About the Author

Tentang Dewi Maryam:
Akun twitternya @dewimarmar, lagi meneruskan sisa-sisa perjuangan sebagai mahasiswa tingkat akhir.

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top
%d blogger menyukai ini: