banner ad Startup UIN

Oky Rachmatullah: Mendalami Tembang Tombo Ati

Yang nulis on di Hiburan, Pojok Motivasi | Des 9, 2016 | 0 Komentar

Tembang itu mengalun syahdu dari seorang tukang kayu di desa Istri saya. Indah sekali saya rasakan, irama sederhana dari sebuah lagu yang dia dendangkan. Ya, sebuah tembang dolanan masa lalu yang barangkali saat ini sudah hilang ditelan masa, atau masih ada tapi tersembunyi dalam lorong waktu sejarah. Saya seperti dibawa kembali ke masa lalu di mana listrik belum masuk desa. Dimana saat itu orang berangkat ke masjid dengan obor di tangan, menembus cakrawala malam nan gulita, tapi jamaah masjidnya banyak sekali. Saya masih ingat jika pulang dari masjid, saya harus berebut sandal yang PASTI keliru mengambilnya karena gelapnya malam. Saat ini, saya melihat sulit sekali menemukan suasana seperti itu. Ketika listrik sudah masuk desa, jalan-jalan sudah terang, dan obor-pun masuk kandang, entah kenapa kaki lebih berat lagi diajak untuk ke masjid.

Tombo Ati, itulah judul tembang yang dinyanyikan oleh Tukang Kayu tadi. Sebuah lagu dengan nasehat-nasehat mulia yang dikarang oleh para Ulama untuk mengingatkan Umat agar terjaga keimanannya. Tombo Ati artinya adalah obat hati. Apakah hati pernah sakit sehingga perlu diobati? Oh, sangat sering sekali hati ini tersakiti, baik oleh orang lain ataupun tersaikiti oleh diri sendiri. Dan kalau sudah hati yang sakit, ini adalah separah-parahnya sakit. Jika sakit fisik maka masih ada harapan sembuh, bahkan jika harus cacat sekalipun, maka masih ada harapan hidup dan bahkan menghidupi. Tapi jika hati yang sakit, maka badan yang sehat-pun akan terbawa jatuh tersungkur. Sebab hati inilah yang mengatur suasana setiap manusia. Jika hati ini senantiasa sehat dan ceria, maka apapun kesakitan yang diderita badan tidak akan pernah dirasakan. Maka sakit hati inilah yang bahaya, dan ini yang urgent untuk diobati. Dan obat itu menurut pengarang syi’ir ini ada lima perkara :

1. Membaca Al-quran dan Memaknainya

Memahami Al-quran. Inilah obat pertama dari obat hati itu. Al-quran ini adalah Kitab Suci, pedoman tak terbantahkan kunikan, keindahan, dan kebenarannya. Bahkan orang kafir quraisy di zaman Rasulullah sendiri mengakui bahwa tidak mungkin seorang Muhammad yang tidak bisa membaca atau menulis mampu membuat Syair seindah dan se syahdu Al-quran. Membacanya ibarat menemukan sumber kekuatan baru untuk merubah dan berubah. Memahami dengan maknanya serasa menyelami lautan ilmu nan tak bertepi. Mangajak kita berfikir, bertafakkur, terbimbing, dan bersyukur. Dia memberi kita solusi, atas segala permasalahan dunia ini. Dan ternyata permasalahan dunia ini betul-betul hanya diri kita sendiri yang memberatkan, puluhan masalah di dunia ini terjadi karena konsep yang dibuat oleh manusia itu sendiri. Ketika permasalahan itu dikembalikan kepada konsep Al-quran, maka akan tampak bahwa apa dibawa oleh Rasulullah sebagai kitab suci ini adalah sebuah solusi.

Tinggal pertanyaannya, apa kita mau memakainya atau tidak. Sudahlah, mau maksimal bagaimanapun kita berteori, mau se-professor apapun penemunya, mau se rumit apapun teori itu, jika itu bukan terambil dari Al-quran, maka akan rentan dikoreksi, mudah diperbaiki, dan gampang di evaluasi. Memang Al-quran bukan kitab sience, sifatnya multi tafsir, dan tidak melingkupi semua permasalahan dunia ini. Tapi jika mau telaah, sifat alamiah dasar dari semua permasalahan itu sudah bisa diatasi oleh Al-quran. Sekali lagi, tinggal kita mau memakainya atau tidak

2. Melakukan Sholat Malam

Ini adalah Sunnah Rasul, dan kebiasaan ulama-ulama Sholeh zaman dahulu. Qiyamul Lail (Bangun ditengah Malam) adalah sarana untuk mengadu secara lebih pribadi dengan Allah. 1/3 malam terakhir adalah waktu yang sempurna untuk melakukannya. Maka tataplah langit yang luas dengan bentangan bintang di cakrawala, lalu rasakanlah belaian angin mengelus sukma, kemudian takbirlah, maka kita akan merasakan kekerdilan kita di hadapan kebesaran Allah Tuhan yang Esa. Tidak ada lagi yang lebih besar, seberat apapun masalah yang dihadapi hati kita, mereka akan berhadapan dengan Allah, pemilik segala solusi permasalahan yang Maha Agung, Maha Besar. Sehingga segala permasalahan yang kita hadapi akan terasa kecil.

3. Berkumpul dengan orang Soleh.

Kalau kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka biarpun kita tidak langsung melakukan tugas mengolah besi itu, tapi setidaknya kita akan terkena percikan apinya. Kalau kita bergaul dengan Tukang Minyak wangi, maka biarpun kita tidak langsung memilik minyak wanginya, tapi kita akan terkena baunya. Itulah peribahasa yang tepat untuk hal ini.

Bergaul dengan orang soleh artinya sering-seringlah ke Majelis Ilmu. Karena orang soleh itu, marahnya saja mengandung hikmah. Apalagi pembicaraanya, obrolannya, ucapannya, tentu saja akan membawa kita laksana mengarungi lautan buku nan tak bertepi. Bisa jadi salah satu nasehat dari Orang Saleh itu adalah ibat dari hati kita, tentu saja kebaikan yang kita akan dapatkan akan bertambah.

4. Berlapar-laparlah

Nasehat ini tentu saja bukan dengan maksud bahwa kita harus hidup miskin sehingga lapar senantiasa. Tapi ini adalah nasehat bagi kita untuk senantiasa berpuasa. Kenapa? Karena puasa adalah salah satu cara kita untuk bisa “menyaingi” malaikat. Bahkan lebih hebat lagi, karena Malaikat tidak lapar, tidak minum, dan tidak berhubungan suami Istri karena mereka tidak diberikan Nafsu. Sedangkan kita tidak makan, minum, dan berhubungan suami Istri di saat nafsu di benamkan dalam tubuh kita. Maka jika kita berhasil menundukkan nafsu ini, maka Insya Allag derajat kita lebih tinggi dari malaikat. Kalau doa malaikat saja, tidak ditolak oleh Allah, maka bagaimana lagi dengan doa orang yang derajatnya lebih tinggi dari para malaikat? Maka yakinlah, ini adalah obat hati paling mujarab. Allah sendiri menyatakan, bahwa puasa itu adalah milik-Nya, dan Dia sendiri yang akan mengatur pahalanya. Adakah ibadah yang Allah langsung memberikan Proporsinya selain puasa?

5. Dzikir Malam, perbanyaklah

Apakah tanda orang yang mencintai orang lain itu? Yup, selalu dan senantiasa menyebut-nyebutkan namanya. Begitu juga dengan cinta kepada Allah. Semakin kita cinta, maka akan semakin sering kita sebut namanya. Apalagi ditengah malam, ditemani kesunyian yang Syahdu, dengan remangnya kehidupan malam. Tentu sebuah keindahan yang tak terkira. Rasul peranh menyampaikan bahwa Syarat kita bisa menikmati iman, salah satunya adalah mencintai Allah dan Rasulnya melebihi cinta kita kepada hal lain di dunia ini. Iman adalah pekerjaan hati, bukan indra kita. Dia lebih dari sekedar keyakinan. Maka bisa merasakn nikmatnya iman adalah karunia hati yang paling agung. Dan Syarat utamamnya adalah mencintai Allah sepenuh hati. Bagaimana caranya? Sebutlah asma-Nya berkali-kali, maka Insya Allah cinta itu akan hadir dengan sendirinya.

Lagu ini ditutup dengan sebuah Syair indah. Barang siapa melakukan salah satunya, Insya Allah akan diijabah permohonannya. Mohon apakah kita di setiap waktu kita?….Ah, syurga…tentu itu jawab kita…

Tags: , , ,

About the Author

Tentang Dou Syams:
Pelajar.

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top
%d blogger menyukai ini: