banner ad Startup UIN

30 Tahun KMPLHK RANITA, Dedikasi untuk Negeri

Yang nulis on di Event Internal Kampus, Pojok UKM & Organisasi | Mar 18, 2017 | 0 Komentar

30 Tahun yang lalu, sekelompok mahasiswa berkumpul dengan satu kesepahaman, membentuk suatu wadah untuk menghimpun para mahasiswa yang peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup dan kemanusiaan. Kini wadah itu telah mengibarkan benderanya dipelosok negeri untuk menyiar dan menanamkan jiwa kecintaan terhadap lingkungan hidup dan kemanusiaan, yang terimajinasi oleh terobosan seorang petualang muslim IBNU BATUTTA.

Siapakah sebenarnya pengembara tangguh bernama Ibnu Battuta itu? Pria kelahiran Tangier 17 Rajab 703 H/ 25 Februari 1304 itu bernama lengkap Muhammad bin Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim At-Tanji, bergelar Syamsuddin bin Battutah. Sejak kecil, Ibnu Battuta dibesarkan dalam keluarga yang taat menjaga tradisi Islam. Ibnu Battuta begitu tertarik untuk mendalami ilmu-ilmu fikih dan sastra dan syair Arab.

”Aku tinggalkan Tangier, kampung halamanku, pada Kamis 2 Rajab 725 H/ 14 Juni 1325 M. Saat itu usiaku baru 21 tahun empat bulan. Tujuanku adalah menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci di Makkah dan berziarah ke makam Rasulullah SAW di Madinah,” kisah Ibnu Battuta – pengembara dan penjelajah Muslim terhebat di dunia — membuka pengalaman perjalanan panjangnya dalam buku catatannya, Rihla.

Dengan penuh kesedihan, ia meninggalkan orangtua serta sahabat sahabatnya di Tangier. Tekadnya sudah bulat untuk menunaikan rukun iman kelima. Perjalananya menuju ke Baitullah telah membawanya bertualang dan menjelajahi dunia. Seorang diri, dia mengarungi samudera dan menjelajah daratan demi sebuah tujuan mulia.

”Kehebatan Ibnu Battuta hanya dapat dibandingkan dengan pelancong terkemuka Eropa, Marcopolo (1254 M -1324 M),” ujar Sejarawan Brockelmann mengagumi ketangguhan sang pengembara Muslim itu. Selama hampir 30 tahun, dia telah mengunjungi tiga benua mulai dari Afrika Utara, Afrika Barat, Eropa Selatan, Eropa Timur, Timur Tengah, India, Asia Tengah, Asia Tenggara, dan Cina.

Perjalanan panjang dan pengembaraannya mengelilingi dunia itu mencapai 73 ribu mil atau sejauh 117 ribu kilometer. Tak heran, bila kehebatannya mampu melampaui sejumlah penjelajah Eropa yang diagung-agungkan Barat seperti Christopher Columbus, Vasco de Gama, dan Magellan yang mulai berlayar 125 setelah Ibnu Battuta.

Back to topic, wadah itu bernama Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan Kembara Insani Ibnu Batutta (KMPLHK RANITA) dan masih berdiri kokoh dalam naungan asas islam, humanis dan ekopopulis. KMPLHK RANITA berdiri pada 21 maret 1987 sebagai organisasi semi otonom di bawah naungan fakultas Adab dan Humainora. Kemudian oleh kongres mahasiswa universitas ditetapkan menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 5 september 2001.

Seiring dengan perkembangan zaman tahun 1987 – 1992 RANITA bernama Kelompok Mahasiswa Pecinta Alam (KMPA), selanjutnya pada tahun 1992 – 1995 RANITA menjadi Kelompok Pencinta Alam (KPA) dan di tahun 1996 sampai sekarang RANITA menjadi Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan (KMPLHK) RANITA. Semenjak menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) RANITA mefokuskan pada gerakan lingkungan hidup dan kemanusiaan.

Kami panitia ulang tahun ke 30 KMPLHK RANITA mengundang seluruh civitas akademisi untuk menghadiri acara syukuran ulang tahun KMPLHK RANITA, yang akan dimeriahkan oleh band yang menjunjung tinggi nilai solidaritas dan kelompok yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Kami tunggu kehadiran kawan-kawan semuanya pada hari Selasa, tanggal 21 Maret 2017, pukul 17.00 – selesai di Hall Student Center, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Salam Solidaritas, Salam Lestari.

Tags: , ,

About the Author

Tentang azfiz:
バグジャー ⭐ ヌグラーハー || Selalu CERIA dan Penuh SEMANGAT! • Sobat Pena Al Qolam • Voluteer No Tobacco Community • Pembaharu Muda Gerakan Muda FCTC

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top