banner ad Startup UIN

Begitu Dekatnya Jalan Dakwah

Yang nulis on di Artikel, Mahasiswa, Pojok Motivasi, Sosial | Mar 10, 2017 | 0 Komentar

Hadits pertama dalam hadits arbain ialah membahas mengenai niat dalam beraktivitas. Ini merupakan kunci dalam mengawali kehidupan kita di dunia. Mengapa disebut sebagai kunci? Kunci adalah pembuka menuju jalan yang kita tuju. Niat disinilah yang merupakan kunci kita sesungguhnya. Jika kita berniat hidup di dunia ini hanya untuk Allah semata, maka itulah niat kita dan diikuti itulah tujuan akhir kita di dunia. Begitu pula, jika kita hidup di dunia ini hanya untuk bersenang-senang, maka itulah niat kita dan begitu akhir hidup kita seterusnya.

 

Begitu Dekatnya Jalan Dakwah

 

Niat menjadi patokan seseorang untuk menjalani roda kehidupannya. Maka dari itu, mengapa niat diletakkan pada hadits arbain yang pertama karena segala aktivitas kita diawali dengan niat. Niat yang menjadikan seseorang kembali semangat menjalani hidup jika dibalikkan lagi dengan niat awalnya.

Sama halnya jika kita berdakwah. Jika kita berdakwah hanya semata-mata untuk Allah ta’ala, maka Allah akan mudahkan. Hati, pikiran, dan tindakan akan diringankan oleh Allah jika Dia ridho dengan umat-Nya dan jika umat-Nya pun tulus dengan jalan dakwah kepada-Nya. Senantiasa Allah akan meringankan langkah maupun tindakan hamba-Nya untuk berada di jalan dakwah.

“Sesungguhnya Allah Maha Lembut, mencintai kelembutan, Dia memberikan kepada yang lembut apa yang tidak diberikan kepada yang kasar.” (Riwayat HR. Muslim) 

Hadits di atas menunjukkan bahwa jika kita ingin berdakwah, berdakwahlah dengan cara yang baik dan lembut. Islam tidak mengajarkan radikalisme, Islam menjunjung solidaritas. Kita berdakwah, ingin melahirkan suatu kader dakwah yang mau dan berniat berjuang di jalan Allah serta memperbanyak pasukan muslim maupun muslimah untuk membela agama Allah.

Dakwah mengalir dari hati, dakwah menunjukkan sikap kepedulian, dakwah melahirkan suatu kader pembela agama Allah. Jadi, tindakan ragu dalam berdakwah apalagi yang kita ragukan? Sudah amat jelas jaminan surga-Nya diiringi dengan pahala yang berlipat.

Allah berada amat dekat dengan hamba-Nya, lebih dekat dari urat nadi hamba-Nya. Allah mengalirkan cinta dan kasih sayang kepada seluruh hamba-Nya. Allah selalu ada untuk hamba-Nya. Diiringinya kedekatan kita dengan Allah, hati kita mengalir untuk berdakwah di jalan-Nya. Niat tulus dan lembutnya hati kita untuk berdakwah, Allah ringankan segala langkah kaki kita untuk mengetuk pintu surga-Nya. Diringankan langkah kaki kita, dijernihkan pula akal kita. Begitu dekatnya jalan dakwah bersama kita. Kita adalah dakwah bagi orang lain, orang lain adalah pahala bagi kita. Sungguh dekatnya jalan dakwah ini jika bersama kalian, Saudaraku terkasih.

 

Radhina Rifa Muthiah | 10 Maret 2017

Tags: , ,

About the Author

Tentang ldksyahid:
Lembaga Dakwah Kampus Syahid | Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta | 28 Mei 1996 | #KitaAdalahSaudara

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top
%d blogger menyukai ini: