banner ad Startup UIN

Jangan Anggap Hutang dan Pinjam Barang Itu Sepele!

Yang nulis on di Artikel, Mahasiswa, Pojok Motivasi, Sosial | Mar 24, 2017 | 0 Komentar

“Setiap dosa orang yang mati syahid akan diampuni, kecuali hutang.” (Takhrij Imam Ibnu Hajar al-Asqalani r.hu, Kitâb Targhib wa Tarhib, hadis nomor 439)

Kalau kita coba tadaburi hadits tersebut, harusnya bisa jadi evaluasi untuk kita yang terkadang suka menyepelekan hutang.

“Aku dibayarin dulu sama kamu ya, nanti aku ganti.”

“Kamu ada uang receh? Duitku kurang, tambahin dong, nanti aku ganti.”

“Aku titip beli ini ya, nanti uangnya aku ganti.”

Terkadang, kita sering seperti itu yang pada akhirnya kita lupa bahwa kita punya hutang pada teman-teman kita.

“Tidak apa-apa hanya 1000 rupiah, dia juga pasti sudah lupa.”

“Dia temanku, tenang saja.”

“Dia kaya, tidak masalah.”

Sungguh, ini bukan tentang orang yang kita hutangi itu baik, kaya, atau kita hanya pinjam sedikit. Uang 1000 rupiah misalnya yang mungkin tidak berarti apa-apa untuk orang tersebut. Tapi ini tentang amanah yang harus kita selesaikan. 

 

Jangan Anggap Hutang dan Pinjam Barang Itu Sepele

 

Terkecuali jika dia memang sudah menyampaikan kepada kita bahwa dia tidak menghitung atau menganggap itu sebagai hutang ya tidak apa-apa, tidak dibayar atau digantikan dia sudah ikhlas. Tapi kalau dia belum ikhlas? Kita tidak pernah tahu bagaimana isi hati seseorang jika dia tidak mengatakannya.

Di akhirat, hutang bukan lagi dibayar pakai uang, namun pakai amal. Amal kita belum tentu sudah banyak namun akan diberikan ke orang lain hanya karena belum bayar hutang di dunia. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang merugi di akhirat. Maka, selesaikanlah urusan-urusan kita dengan orang lain selama kita masih hidup, selama masih ada kesempatan.

Kasus lainnya, mungkin diantara kita ada yang sering lupa membayar kaus atau jaket seragam angkatan, organisasi, kelas, atau apapun itu. Padahal bajunya sudah kita pakai lama sekali dan belum kita bayar, sampai orang yang menagih lelah dan putus asa. Nah, coba diingat kembali, siapa tahu kita adalah salah satunya. Segeralah selesaikan urusan yang ada dan meminta maaf kepada orang yang bersangkutan.

Atau kasus lain lagi ketika ada tugas kelompok dan diminta untuk ‘patungan’. Kita tidak ikut ‘patungan’ karena lupa. Cobalah sekarang tanyakan ke teman kita siapa yang pernah merasa dihutangi dan segeralah menyelesaikan urusannya.

Allah berfirman: “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula”. (Al-Zalzalah: 7-8)

Jadi sekecil apapun hutang tetap akan diperhitungkan di akhirat, terlebih hutang yang besar. Termasuk barang-barang yang kita pinjam dari orang lain dan belum kita kembalikan ke orangnya, maka kembalikanlah sesegera mungkin.

Orang yang syahid dan sudah dijamin masuk surga bisa tidak langsung masuk surga jika hutangnya belum selesai. Mati syahid! Apalagi kalau matinya dalam keadaan tidak syahid dan masih banyak hutang pula. Naudzubillah. Semoga Allah mencabut nyawa kita dalam keadaan khusnul khatimah dan tanpa membawa hutang.

“…Dan penuhilah janji karena janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya.” [Al-Isrâ’/: 34]

Untuk yang merasa dihutangi, orang yang tidak membayar hutang belum tentu karena dia tidak ingin membayar, namun mungkin memang belum ada uangnya atau mungkin terlupa. Jadi, diingatkan saja dengan cara yang baik. Kalaupun dia belum memiliki uang, maka berilah waktu dan akan jauh lebih baik diikhlaskan. Semoga dengan begitu rezekimu lebih berkah dan melimpah.

Dan untuk orang yang berhutang, jangan kesal jikalau diingetkan oleh temannya. Justru harus bersyukur karena sudah diingatkan. Kalau memang belum bisa membayar hutang, maka cobalah dikomunikasikan.

Sungguh, ajaran Islam itu sangatlah indah. Islam sangat memperhatikan hak-hak seorang muslim terhadap muslim lainnya.

Sungguh, hidup dalam naungan Islam adalah anugerah yang sangat besar yang Allah berikan untuk kita.

Semoga menjadi pengingat untuk kita semua.

 

Deli Fatmawati | 24 Maret 2017

Tags: , ,

About the Author

Tentang ldksyahid:
Lembaga Dakwah Kampus Syahid | Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta | 28 Mei 1996 | #KitaAdalahSaudara

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top
%d blogger menyukai ini: