banner ad Startup UIN

Obrolan Seputar Toilet Kampus

Yang nulis on di Artikel, Sosial | Mar 17, 2017 | 0 Komentar

Sore itu, di sebuah grup WhatsApp, seorang teman mengirim foto kondisi sebuah toilet. Pintu kedua toilet tersebut rusak karena penutupnya lepas, sehingga tidak bisa digunakan. Terlihat dari pintunya dan lokasi kamar mandinya, itu merupakan kondisi toilet di Student Center. Dia bilang itu baru saja difoto tadi, dan dia miris melihat kondisi tersebut. Sontak, teman-teman lainnya pun ramai menanggapi foto tersebut. Dari situlah muncul obrolan seputar toilet kampus.

 

Obrolan Seputar Toilet KampusObrolan Seputar Toilet Kampus

 

Salah seorang kawan, Nabilah Sumayyah, bercerita bahwa saat pertama kali masuk kampus di tahun 2015 keadaan Student Center itu sangat bersih. Namun makin hari, terlihat semakin kotor, sampai saat ini. “Nggak hanya kamar mandi, tempat wudhu cewek juga kotor banget,” ujar gadis lucu berkacamata ini.

Kawan lainnya, Rifka Miftahul Aini, setuju terhadap pernyataan Nabilah. “Kayaknya di tempat wudhu cewek ada saluran yang mampet, jadi airnya menggenang,” ujar gadis cosplayer ini.

Beberapa pihak merasa pihak kampus harus bertanggungjawab penuh terhadap masalah sarana dan prasana seperti toilet tersebut. Menariknya, banyak juga dari teman-teman yang mengajak para mahasiswa untuk berintrospeksi diri; karena sesungguhnya yang menggunakan sarana dan prasana tersebut adalah mahasiswa dan sivitas akademika kampus lainnya.

Seperti Roma Febrianto, salah satu anggota Unit Kegiatan Mahasiswa yang notabene banyak melakukan kegiatan di Student Center membenarkan bahwa pihak kampus sudah berupaya maksimal dalam menjaga kebersihan Student Center secara umum. “Bahkan lapangan Student Center pun dipel,” pungkas pria asal Padang tersebut.

Senada dengan pernyataan Roma, salah satu kawan saya asal Lombok, Ratu Fauziah, menuturkan bahwa kita sebagai pengguna kamar mandi dan tempat wudhu perlu instropeksi diri. Saat pihak kampus sudah rajin membersihkan, memperbaiki dan merawat; itu semua menjadi percuma jika kita menggunakannya dengan tidak bersih. Misal, buang sampah begitu saja, padahal ada tempat sampah yang disediakan. “Sorry to say, di tempat wudhu sering jadi tempat sebagian temen-temen untuk membersihkan peralatan makan. Nggak jarang, ada sampah makanan (nasi dan lauk) yang terlihat di selokan. Jelas kalo kayak begitu, bikin mampet saluran pembuangan dan akhirnya banjir,” ungkap mahasiswa semester akhir itu.

Konklusinya, kita meyakini bahwa seluruh pihak harus saling bahu membahu dalam menjaga kebersihan dan merawat sarana-prasarana yang disediakan oleh kampus.

“Jangan sampai terulang saat pihak kampus sudah menyediakan fasilitas seperti kamar mandi, terus sepekan kemudian, udah ada yang patah lah, jebol lah. Gak bener banget sih makenya,” ungkap Istiana Rahma. Kemudian seorang gadis asal Kepulauan Seribu, Isna Muthmainah juga berkomentar, “Menurut aku sih, petugas kebersihannya perlu ditambah. Dan jam kerjanya juga 3 kali sehari kayak minum obat.”

Nah teman-teman, tulisan ini tidak bermaksud untuk menyalahkan atau menjatuhkan sebagian pihak dan membela sebagian yang lainnya. Melalui tulisan ini, kami mengajak semua untuk sama-sama introspeksi diri. Kami mengajak untuk lebih banyak berbuat dari pada berdebat; mengenai siapa yang harus disalahkan. Sebagaimana teman saya Azhar Hukama mengatakan, “Namanya juga kampus Islam, apalagi mau jadi World Class University. Masa kamar mandinya aja begitu. Ayo kita mahasiswa introspeksi diri,” ajaknya kepada kita semua.

Tags: ,

About the Author

Tentang azfiz:
バグジャー ⭐ ヌグラーハー || Selalu CERIA dan Penuh SEMANGAT! • Sobat Pena Al Qolam • Voluteer No Tobacco Community • Pembaharu Muda Gerakan Muda FCTC

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top