banner ad Startup UIN

Serunya Cosplay dalam Gerakan Menutup Aurat

Yang nulis on di Artikel, Event External Kampus, Featured | Mar 6, 2017 | 0 Komentar

“Hari ini GEMAR, Gerakan Menutup Aurat. Berhijab syari, raih ridha Ilahi.” (Dinyanyikan dengan nada “Ampar-Ampar Pisang”) 

Pada hari Ahad yang berawan itu, 19 Februari 2017, terdengar sorak sorai yel-yel dari para wanita berhijab ungu. Berjumlah ratusan, mereka membentuk sebuah barisan panjang pawai dari (Patung Kuda, Monas) melewati Bunderan HI, menuju Sudirman. Tak hanya wanita, dalam barisan tersebut juga terdapat para pria berpakaian putih yang mengambil posisi di depan barisan; memimpin yel-yel.

Gerakan Menutup Aurat 01

Mereka adalah kumpulan komunitas yang sedang menyemarakkan Gerakan Menutup Aurat (GEMAR) di DKI Jakarta. Gerakan ini pun diselenggarakan secara serentak di kota-kota lainnya se-Indonesia. Tahun 2017 ini adalah pelaksanaan GEMAR yang ke 2 setelah tahun 2016 lalu. Solidaritas Peduli Jilbab adalah inisiator gerakan ini; yang kemudian didukung oleh belasan hingga puluhan komunitas lainnya se-Indonesia, sehingga gerakan ini bisa dilakukan secara nasional.

Tujuan mereka sederhana, ingin membumikan hijab syari; hijab yang sesuai dengan aturan syariat agama Islam. Tujuan ini diaplikasikan dengan dibukanya ‘Syar’i Room’ di sepanjang jalur CFD. Di banyak Syar’i Room tersebut, teman-teman GEMAR mengajak warga yang sedang berolahraga -utamanya yang belum berhijab- untuk mencoba mengenakan hijab syar’i. Jilbab-jilbab yang berasal dari para donatur itu pun, diberikan gratis kepada warga yang mau mencoba. Tak hanya itu, teman-teman GEMAR juga memberikan edukasi seputar kewajiban mengenakan hijab syar’i dan bagaimana cara mengenakannya.

Gerakan Menutup Aurat 02

Ada salah seorang pengunjung, Alvira, belum mengenakan hijab saat berolahraga bersama teman-temannya. Ia mengaku bila dulu hanya mengenakan hijab saat sekolah saja. “Melihat kegiatan ini, rasanya menjadi kangen untuk mengenakan hijab. Akhirnya saya mampir ke Syar’i Room yang dibuka oleh teman-teman untuk mencoba kembali hijab syar’i. Alhamdulillah, saya merasa bahagia. Mohon doa, semoga saya istiqamah,” ungkap Alvira.

Selain long march dan Syar’i Room, terdapat juga kegiatan lain dalam Gerakan Menutup Aurat kali ini. Ada Orasi Tokoh, Parade Cosplay dari Islamic Otaku Community, Aksi Teaterikal dan Pembacaan Puisi. Sejumlah orator dari berbagai komunitas seperti: Solidaritas Peduli Jilbab, Indonesia Tanpa JIL, KAMMI Jaktim, Sinergi KPM, Anak Muda Berdakwah, dan lainnya menyampaikan pengalaman serta motivasi untuk membumikan hijab syar’i. Tak ketinggalan, para pria pun dihimbau untuk memperhatikan auratnya; utamanya saat berolahraga, jangan sampai mengenakan celana pendek yang menampilkan aurat di atas lutut.

Gerakan Menutup Aurat 03

Ada hal unik saat Aksi Teaterikal, terkait dengan pesan yang disampaikan. Muatan cerita, mencoba memberikan kritik kepada masyarakat Indonesia. Dikisahkan, ada sebuah keluarga yang baru saja tertimpa musibah. Mereka tidak lagi memiliki pakaian layak untuk digunakan saat beribadah. Harapan muncul saat ada sekolompok masyarakat yang memberikan bantuan. Apa daya, ternyata baju-baju yang didonasikan pun, adalah baju-baju bekas. Baju-baju bekas yang ternyata belum cukup layak untuk digunakan oleh teman-teman yang tertimpa musibah. Sampai akhirnya, ada sekelompok lainnya yang memberikan baju layak pakai kepada mereka. Ini menjadi kritik bagi masyarakat Indonesia, agar mau memberikan donasi dengan harta terbaik; bukan dengan harta sisa atau seadanya.

Gerakan Menutup Aurat 04

Kisah lain, ada sebuah perusahaan multinasional yang sedang membuka lowongan pekerjaan. Gajinya pun amat besar. Tersebutlah ada 2 orang wanita yang melamar pekerjaan tersebut. Keduanya merupakan wanita berhijab. Lulusan universitas terbaik di negeri ini. Namun, perusahaan tersebut memberikan syarat yang berat bagi mereka; untuk melepas hijabnya. Salah seorang wanita, setuju untuk melepas. Sedangkan lainnya, tidak. Di sinilah kritik bagi para perusahaan yang seolah mendiskriminasi perempuan berhijab. Padahal, hijab tidak menghalangi seseorang untuk berprestasi.

Gerakan Menutup Aurat 05

Di tengah ratusan wanita berhijab ungu, terdapat sekelompok wanita yang mengenakan pakaian berbeda. Mereka adalah hijab cosplayer dari Islamic Otaku Community. Tujuan mereka sama, ingin membumikan hijab syar’i melalui agenda Gerakan Menutup Aurat (GEMAR).

Dikatakan oleh salah seorang cosplayer bernama Arta, cosplay adalah sebutan untuk orang yang berkostum sesuai dengan karakter anime, game atau film. Beberapa dari cosplayer menekuni hobi ini diawali karena menyukai baju-baju lucu yang terdapat dalam tayangan anime. Merasa suka, kemudian mereka melakukan cosplay.

Gerakan Menutup Aurat 06

Khusus untuk kegiatan GEMAR 2017 ini, teman-teman cosplayer memiliki alasan tersendiri. “Kami melakukan hijab cosplay dalam agenda GEMAR ini untuk menunjukkan bahwa hijab syari tidak menghalangi seseorang untuk menjalani hobi yang disukainya,” ungkap Arta.

Islamic Otaku Community adalah komunitas yang unik. Komunitas hobi ini tidak melupakan syariat Islam yang memang harus dijalani oleh setiap muslim. Seperti contoh tadi, mereka yang wanita bisa tetap bercosplay tanpa melepaskan hijab mereka. Seperti dikatakan oleh salah seorang perwakilannya, Istiana Rahma, selain cosplay ada juga kegiatan lain seperti: menggambar manga, menulis, dan masih banyak lagi. “Kami juga sering melakukan gathering dan menghadiri event festival Jepang bersama-sama,” ungkap Istiana.

Tertarik mengikuti komunitas Islamic Otaku Community? Kamu bisa bergabung dengan media sosial mereka di Instagram (@iocindo), Twitter (@iocindo), Facebook Fan Page (Islamic Otaku Community Indonesia), Facebook Group (Islamic Otaku Community Indonesia FBGroup)

Gerakan Menutup Aurat 09

Melalui rangkaian kegiatan Gerakan Menutup Aurat ini, semoga hijab tidak lagi dipandang sebagai sebuah penghalang. Namun justru hijab adalah bukti ketaatan seorang hamba kepada Tuhannya. Yuk, tutup aurat 🙂

“Siapa belum tutup aurat? Siapa belum tutup aurat? Siapa belum tutup aurat? Tutuplah, sekarang juga!” (Dinyanyikan dengan nada “Nona Manis siapa yang punya”)

Tags: , ,

About the Author

Tentang azfiz:
バグジャー ⭐ ヌグラーハー || Selalu CERIA dan Penuh SEMANGAT! • Sobat Pena Al Qolam • Voluteer No Tobacco Community • Pembaharu Muda Gerakan Muda FCTC

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top
%d blogger menyukai ini: