banner ad Startup UIN

Ruang Terbuka Hijau di UIN Jakarta Sangat Dibutuhkan

Yang nulis on di Pojok UKM & Organisasi, UIN Jakarta | Apr 22, 2017 | 0 Komentar

“RTH = Ruang Terbuka Hijau bukan Ruang Terbuka Honda!” – KMPLHK Ranita

Tidak dapat dipungkiri bahwa di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta saat ini sulit untuk menemukan spot yang teduh, tanpa polusi, bebas berkreasi dan semisalnya. Apa yang ada hanya pemandangan gedung yang tinggi dan jalanan yang dijadikan sebagai tempat parkir. Padahal yang dibutuhkan oleh mahasiswa UIN Jakarta adalah tempat yang teduh dan nyaman untuk bersantai, berdiskusi dan melepas penat selepas menjalani aktivitas perkuliahan. Hingga pada akhirnya banyak dari mahasiswa mencap UIN Jakarta sebagai kampus yang gersang dan panas.

 

Ruang Terbuka Hijau 1

 

Kegersangan yang terjadi di UIN Jakarta salah satunya dikarenakan minimnya ketersediaan Ruang Terbuka Hijau sebagai wadah penyerap polusi. Berdasarkan UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, disebutkan perlunya penyediaan dan pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau yang proposi luasnya ditetapkan paling sedikit 30% dari luas wilayah kota.

 

Ruang Terbuka Hijau 2

 

Jika berdasar pada peraturan tersebut ditambah Peraturan Menteri PU No. 05/PRT/M Tahun 2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan, maka Ruang Terbuka Hijau UIN Jakarta masuk dalam kategori RTH Kelas Private yang persentasenya sebesar 20% dari luas wilayah. Dengan luas Kampus I UIN Jakarta yang mencapai 8 Ha, maka Ruang Terbuka Hijau yang tersedia harusnya 2,4 Ha (20% luas wilayah). Namun pada kenyataannya, luas Ruang Terbuka Hijau di Kampus I UIN Jakarta saat ini hanya 0,2 Ha.

Selain persoalan minimnya Ruang Terbuka Hijau, timbul persoalan pemborosan energi diakibatkan penggunaan lift yang kurang bijak di UIN Jakarta. Dalam satu kali pengoperasian lift, energi yang dihabiskan adalah sebesar 11.000 kW / 4,158 kg batu bara. Jika dikalkulasikan untuk 19 lift yang ada di UIN Jakarta, maka dalam satu kali pengoperasian membutuhkan energi yang setara dengan penggunaan 143.388,6 kg batu bara. Secara tidak langsung, setiap kali menggunakan lift, kita menyumbang emisi karbon sekitar 26,2 ton. Emisi karbon adalah zat yang memicu terjadinya pemanasan global (global warming). Dengan demikian, penggunaan lift yang tidak bijak sama saja berkontribusi menyebabkan pemanasan global.

 

Ruang Terbuka Hijau 3

 

Dua aspek tersebut di atas adalah kriteria untuk mengategorikan Green Campus. Oleh karena itu dalam memperingati Hari Bumi 2017, KMPLHK Ranita mengusung tema “Green Campus Season 2”, yaitu kampus yang nyaman, sejuk dan bebas polusi. Hari Bumi diperingati dengan kegiatan Yasinan Hemat Energi, One Day No Lift, Kartini Menanam (Taman Verticulture), Orasi Lingkungan dan Handycraft Daur Ulang.

Mari bersama-sama membangun UIN Jakarta menjadi Green Campus yang diidam-idamkan!

Tags: , , ,

About the Author

Tentang azfiz:
バグジャー ⭐ ヌグラーハー || Selalu CERIA dan Penuh SEMANGAT! • Sobat Pena Al Qolam • Voluteer No Tobacco Community • Pembaharu Muda Gerakan Muda FCTC

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top
%d blogger menyukai ini: