banner ad Startup UIN

Dalam Keterbatasan, Kita Dilatih

Yang nulis on di Artikel, Mahasiswa, Pojok Motivasi, Sosial | Jul 15, 2017 | 0 Komentar

Kehidupan ini tidak selamanya tentang bahagia, senang, lapang, mudah, dan ringan. Sebagaimana utara memiliki “lawan” yaitu selatan, begitu pula dalam kehidupan ada sedih, duka, sempit, sulit, dan berat. Kita tidak akan selalu dihadapkan pada salah satunya. Hal-hal baik ataupun buruk menurut kita, akan kita terima sebagai pembelajaran dalam kehidupan kita. Kita dilatih.

 

Dalam Keterbatasan Kita Dilatih

 

Dalam keterbatasan, kita akan dilatih untuk menjadi lebih kuat, lebih baik dalam pengelolaan, lebih kreatif, dan hal-hal yang sebenarnya membuat diri kita bisa menjadi lebih baik dari yang sudah-sudah – jika kita ingin belajar dalam keterbatasan tersebut. Kita bisa memilih; 1) “mengutuk” keterbatasan dan merasa sempit hati dengan keterbatasan yang ada, atau 2) berusaha mengelola keterbatasan menjadi suatu hal baik untuk diri kita sendiri.

Misalnya ketika kita memiliki keterbatasan waktu – waktu yang singkat – untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Kita bisa saja “mengutuk” keterbatasan dengan mengeluh terus menerus dan merasa susah hati dengan sedikitnya waktu yang kita miliki. Atau kita juga bisa memikirkan dan melakukan strategi terbaik untuk menyelesaikan pekerjaan yang memiliki waktu singkat. Kita bisa lebih berfikir kreatif, kritis, melakukan hal-hal yang lebih menchallenge diri kita, dan lebih bisa memanajemen waktu.

Pemisalan lainnya ketika kita memiliki keterbatasan uang untuk mengelola sesuatu. Secara “terpaksa” kita akan menjadi lebih berfikir kreatif tentang memanajemen uang tersebut. Berusaha untuk menerapkan asas efektif dan efisien dengan sebaik-baiknya. Berusaha menghemat sebaik mungkin agar tidak terjadi defisit.

Seringkali sebagai manusia, kita merasa kesal dengan keterbatasan yang ada. Namun Allah tidak akan memberi kita sesuatu, melainkan untuk kebaikan diri kita sendiri. Dalam keterbatasan, kita dilatih untuk semakin meningkatkan keimanan. Dalam keterbatasan, bisa jadi kita dihindarkan dari mudharat yang dapat menghancurkan diri kita. Dalam keterbatasan, kita dilatih untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Hanya saja, kita terkadang sibuk memandang suatu hal dari satu sisi, sehingga lupa memandang dari sisi lainnya. Begitu pula dalam keterbatasan, terkadang kita sibuk “mengutuk”nya, sehingga lupa untuk mengambil hikmah dan memaknai apa yang tersimpan di dalamnya.

Dalam keterbatasan, kita dilatih untuk menjadi hamba sejati. Meminta pertolongan hanya kepada Allah yang Maha Memiliki. Berharap agar Allah mudahkan dan berikan solusi.

Dalam keterbatasan, kita dilatih untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Berusaha di luar kebiasaan, berikhtiar lebih banyak dari biasanya. Dihamparkan tantangan yang mau tak mau, harus kita hadapi. Menggali lebih banyak lagi kemampuan yang sebenarnya ada namun masih tersimpan di dalam diri.

Dalam keterbatasan, kita dilatih untuk menjadi lebih baik dari berbagai aspek dalam diri.

 

Aidah Farras Alya | 15 Juli 2017

Tags: , ,

About the Author

Tentang ldksyahid:
Lembaga Dakwah Kampus Syahid | Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta | 28 Mei 1996 | #KitaAdalahSaudara

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top
%d blogger menyukai ini: