banner ad Startup UIN

Ini Keseruan PBAK 2017 UIN Jakarta yang Harus Kamu Ketahui!

Yang nulis on di Event Internal Kampus, Mahasiswa | Agu 23, 2017 | 0 Komentar

Assalamualaikum teman-teman! Perkenalkan, aku Sarah Muthi’ah Widad, Mahasiswa Baru UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2015! Aku ingin mencurahkan betapa irinya diriku saat ini. Mungkin temen-temen yang seangkatan merasakan hal yang sama kalau tau fakta ini. Kenapa? Ada apa? Karena ada yang baru dan kece banget di acara OPAK 2017! Eh, bukan OPAK lagi ya sekarang namanya, tapi PBAK. PBAK adalah singkatan dari “Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan. Namanya udah lebih berkelas ya? Hehehe. ‘OPAK’-nya udah melempem gak krenyes lagi (abaikan).

 

Keseruan PBAK UIN Jakarta 01

 

Ada dua alasan kenapa aku sebagai maba 2015 iri. Pertama, di upacara pra-PBAK Universitas, maba 2017 bikin mozaik tulisan “UIN JKT” di lapangan Triguna. Membentuk bendera  merah putih untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Sejak jadi maba di tahun 2015, aku sempat kepengen bikin mozaik kayak gini gara-gara liat maba di kampus lain. Sedih banget ya jadi aku? Hahaha~

Kedua, ada yang lebih penting nih daripada mozaik merah putih “UIN JKT”. Di acara Pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (Demo UKM) ada penampilan yang gak biasa! Eh, bahkan tahun 2015 gak ada Demo UKM di Auditorium Harun Nasution sih. Penampilan UKM yang inovatif ini adalah kolaborasi seluruh UKM UIN syarif Hidayatullah Jakarta yang mengusung tema “Bumi Satu”.

Pada cerita Bumi Satu, sang sutradara mengambil setting di pedesaan yang warganya ramah. Pada suatu hari, mereka mendatangi majelis taklim dengan penceramah yang berasal dari UKM LDK Syahid. Saat penyampaian ceramah disampaikan bahwa bencana alam bisa juga disebabkan oleh ulah tangan manusia. Dilanjutkan dengan penyampaian gelora semangat oleh Ketua LDK Syahid yang diiringi barisan laki-laki dan perempuan yang membawa bendera Indonesia, Palestina, dan bendera UKM LDK Syahid dari sudut kanan dan kiri auditorium.

 

Keseruan PBAK UIN Jakarta 02

 

Bencana alam tidak bisa diprediksi kapan datangnya, bukan? Maka atas rencana Allah, pada hari itu terjadi musibah yang mengakibatkan rumah-rumah penduduk runtuh dan hanya menyisakan puing-puing saja. Hewan-hewan ternak mati. Kerusakan terjadi di mana-mana. Pada saat terjadi bencana alam mulailah UKM Teater Syahid memperlihatkan kehebatan mereka berakting. Penduduk-penduduk desa diperankan oleh teman-teman dari UKM Paduan Suara Mahasiswa (PSM). Bencana alam itu memakan banyak korban. Dengan gagahnya teman-teman UKM Korp Sukarelawan Palang Merah Indonesia (KSR PMI) UIN Jakarta menjadi relawan kesehatan pertolongan pertama. UKM Resimen Mahasiswa (Menwa) hadir memberikan pengamanan kepada korban bencana alam. Teman-teman UKM Kalacitra menjadi wartawan yang meliput terjadinya bencana alam.

 

Keseruan PBAK UIN Jakarta 03

 

Tak ingin kelewatan, UKM Ranita membantu menjadi tim SAR (Search and Rescue) pada bencana alam. Mereka membuat flying fox dari lantai dua Auditorium Harus Nasuition sampai di panggung utama, dengan dua orang anggota Ranita; sebagai pemandu dan  menjadi korban bencana diangkut di atas perahu karet. Aksi ini membuat banyak maba tercengan! Begitupun aku yang ditambah ‘deg-degan’ takut berhenti di tengah jalan. Hahahah terlalu parno.

Warga desa korban bencana alam tidak memiliki tempat tinggal lagi, jangankan untuk berteduh, memenuhi pangan saja sulit. Maka dari cerita tersebut UKM Kopma (koperasi mahasiswa) memberikan solusi membawa bantuan berupa sembako dan menawarkan program ‘Ke Bisnis’ yang merupakan program peningkatan perekonomian dan memberikan pembinaan kepada warga desa untuk menumbuhkan koperasi  kepada tokoh masyarakat yang diperankan oleh anggota UKM Teater Syahid. Tokoh masyarakat inilah yang menjadi tokoh utama dan berhasil membawa drama kolaborasi UKM menjadi renyah dengan diselipkan komedi.

Ternyata, bantuan sembako belum cukup untuk mengobati warga desa yang terkena bencana. Pada cerita drama, seorang wartawan menawarkan hiburan-hiburan yang diberikan kepada warga desa untuk membantu menghilangkan trauma, dan ini yang amazing banget! Penampilan-penampilan dari berbagai UKM diperlihatkan. Penampilan Silat dan Tapak Suci dari UKM Forsa menjadi hiburan pembuka dengan memperlihatkan jurus-jurus, lalu penampilan tarian tradisional Ondel-Ondel dan Si Jali-Jali dari UKM Pramuka, dilanjutkan dengan irama penuh semangat dari UKM Riak dengan musik modern, dan UKM Bahasa Flat (Foreign Languages Association) yang mengundang banyak tawa dari Maba yang menyaksikan. Dengan memakai kostum dari beberapa negara luar untuk menunjukkan bahasa asing dan dialur cerita drama Flat membawa turis asing untuk membantu mendanai perbaikan desa. Mulai dari Inggris, Cina, Prancis, Korea, Arab Saudi, dan Jepang masing-masing negara punya perwakilan untuk memberikan bantuan bencana alam. Selain menunjukkan kebolehannya dalam berbahasa asing, UKM Bahasa Flat juga menampilkan tarian tradisional dari Jepang.

Wah.. sudah banyak nih hiburan yang diberikan untuk korban bencana, rupanya mereka sudah bahagia, maka warga desa yang merupakan anggota Paduan Suara Mahasiswa mulai untuk memainkan kemerduan suara mereka. Selain bernyanyi dengan halus dan merdu terdengar suara-suara hewan yang merupakan acapella, keren banget dengan gestur tubuhnya yang bikin ngakak mengikuti gaya hewan-hewan hutan.Hahaha. Nah, terakhir ada tasyakuran nih ceritanya, karena warga bencana alam sudah membaik maka dilantunkan shalawat Nabi Muhammad SAW oleh UKM Hiqma. Selain itu, untuk memperbaiki kondisi desa, UKM Arkadia membagikan 500 bibit pohon sebagai langkah kecil yang diharapkan  dampat memperoleh hasil yang besar untuk bumi.

Nah, gimana oke banget kan demo UKM 2017? “Bisa mempersatukan UKM se-UIN jadi biar kompak walaupun sama-sama mencari generasi penerus di UKM” tutur Nidia yang merupakan anggota UKM Kalacitra. Betul banget, momen langka loh UKM dipersatukan dalam drama  demo UKM. “Semakin kompak dan terus dapat bersinergi walaupun background masing-masing UKM berbeda” harapan Hani yang merupakan anggota UKM Lembaga Dakwah Kampus.

Tags: ,

About the Author

Tentang sarahmotiva:
(97's girl) Aktivis Dakwah Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Part of Solidaritas Peduli Jilbab. Volunteer Sekolah Pohon Inspirasi Bogor. Chemistry Education'15. Pecinta Hujan pengagum masa depan #motivawriter #drawriter [Tarbiyah Madah Hayah-Allahu Ghoyatunaa!]

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top
%d blogger menyukai ini: