banner ad Startup UIN

Petualangan Maba UIN SGD Bandung 2017 (Bagian Pertama)

Yang nulis on di Artikel, Mahasiswa, UIN Bandung | Agu 31, 2017 | 2 Comments

Assalamualaikum, Akang-Teteh Sahabat UINers yang berbahagia! Izinkan aku memperkenalkan diri terlebih dahulu ya! Namaku Tasya Augustiya, mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, jurusan Psikologi dari Fakultas Psikologi angkatan 2017. So, aku masih jadi dede emeshnya UIN SGD lho! (wkwk) The Real Maba (mahasiswa baru) dan bukan Fake Maba (mahasiswa baheula) :p Ini merupakan tulisan pertamaku yang akan menceritakan pengalaman dan keseruan-keseruan PBAK UIN SGD Bandung 2K17. Yeaaaay!

 

Petualangan Maba UIN SGD Bandung 2017 Bagian Pertama 00

 

Sebelum cerita soal PBAK UIN SGD, aku ingin menceritakan alasanku memilih UIN sebagai tempatku belajar selepas SMA. Ketika ditanya, “Why did you choose UIN?” Maka dengan mantap aku akan menjawab, “Karena aku muslim. Aku ingin memiliki wawasan iptek yang luas dengan berlandaskan benteng Iman dan Islam yang kuat. Latar belakang UIN yang memiliki lingkungan keislaman, in syaa Allah akan membawa diri kita menjadi pribadi yang lebih baik. Aku yakin proses belajar kita di kampus Islam akan membuat nyaman, berkah dan memiliki nilai lebih dibandingkan dengan kampus umum lainnya.” Pokoknya, aku bangga masuk UIN! #weloveuin

Ngomongin soal PBAK. Apa sih PBAK itu? PBAK adalah singkatan dari Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan. Tahun kemarin kita akrab menamainya OPAK (Orientasi Pengenalan Akademik). Perubahan nama ini berdasarkan pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 4962 Tahun 2016. Sebenernya sih sama aja, tapi mungkin biar kelihatan keren dan ngebakar semangat gitu kali ya? Biar maba gak lapar denger kata-kata “OPAK” mulu. Hehehe. By the way, UIN Bandung melaksanakan PBAK dari tanggal 23-25 Agustus 2017, tepatnya hari Rabu, Kamis dan Jumat. ^^

Kisahku dimulai sejak aku bertolak dari Sukabumi ke Bandung untuk memulai kehidupan baruku di sana dan merubah status dari siswa menjadi mahasiswa. Ya, aku berasal dari Kabupaten Sukabumi dan ini adalah kali pertamaku jauh dari rumah dan keluarga. Jadi, ga aneh rasanya kalau aku takut dan H2C (Harap-Harap Cemas) soal PBAK, takut tugas ospeknya bejibun dan aneh-aneh lainnya. Yang mana aku tinggal di kota orang dalam kondisi gak tahu tempat / daerah, belum kenal siapa-siapa, dll. Serba bingung intinya! (dasar manja)

Tepat pada Senin malam (21 Agustus 2017) aku tiba di Bandung. Dan keesokan harinya, Selasa, 22 Agustus, akan ada technical meeting / gladi bersih Opening Ceremony PBAK UIN SGD 2017 dan pembagian atribut PBAK. So, maba wajib hadir. Kebetulan aku dapat sesi pertama untuk technical meeting di pagi hari. Huwaaaah, semangat!

Selasa, 23 Agustus 2017

Maba-maba technical meeting sesi pertama PBAK UIN SGD terdiri dari maba Fakultas Ushuluddin, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Syariah dan Hukum serta fakultasku, Fakultas Psikologi. Saat memasuki “Kampus Hijau” -sumpah entah dari jam berapa mereka datang ke kampus- kampus tiba-tiba udah jadi lautan manusia bagai pasar. Padahal saat itu masih pagi buta, tapi temen-temen maba udah pada ngumpul aja di depan Gedung Anwar Musaddad. Speechless deh liat semangatnya! Padahal bisa dibilang, itu baru setengah dari jumlah maba. “Gimana nanti besok saat semua maba berkumpul ya?” pikirku. Bagiku ini permulaan yang sangat-sangat baik. Terlihat pula di depan aula baru tempat kami berkumpul, tenda-tenda sudah berdiri. Katanya itu akan digunakan untuk maba yang gak muat masuk ke dalam gedung saat materi PBAK. (Glek!)

 

Petualangan Maba UIN SGD Bandung 2017 Bagian Pertama 02

 

Acara yang dijadwalkan akan dimulai pukul 08.00-09.00 pagi berlangsung lancar. Kami mengikuti rangkaian techinal meeting dengan penuh semangat. Ketakutanku yang lalu akan tugas PBAK sama sekali gak semenyeramkan yang dipikir. Aturan ospek sekarang anti perpeloncoan atau pakai atribut yang aneh-aneh. Alhamdulillah kami juga diinfokan tentang perlengkapan simple yang harus dipakai esok hari. Informasi yang didapat pada hari itu adalah bahwa besok kita pakai baju putih hitam, sepatu gelap, dengan atribut name tag yang akan dibagikan setelah acara technical meeting di aula ini selesai. Gak ketinggalan pita-pitaan, yaitu pita merah putih di lengan baju kanan dan pita sesuai warna jurusan di sebelah kiri. Ada pula himbauan bahwa gerbang akan ditutup tepat pukul 06.00 pagi saat acara dimulai.

 

Petualangan Maba UIN SGD Bandung 2017 Bagian Pertama 01

 

Setelah technical meeting usai, kami maba sesi 1 dipersillakan memasuki fakultas masing-masing untuk absensi dan mengambil atribut PBAK yang ditukar dengan fotokopi resi pembayaran UKT. Atribut atau fasilitas itu terdiri dari Kaos PBAK UIN SGD berwarna putih dengan lengan hijau dan Name Tag berwarna dasar dan bertali sesuai warna fakultas masing-masing. Kami semua dijadwalkan selesai dan dapat meninggalkan kampus siang ini pada saat Dzuhur. Bakda Dzuhur, kampus akan kembali dipenuhi lautan manusia sesi 2. Mereka adalah dede-dede gemesh dari Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, serta Fakultas Adab dan Humaniora.

 

Petualangan Maba UIN SGD Bandung 2017 Bagian Pertama 03

 

Sebelum desak-desakan, aku dan teman-teman langsung menuju gerbang. Di sana buanyaaaak sekali para pedagang yang menjajakan atribut atau perlengkapan ospek, seperti pita, peniti, tali sepatu, kaos kaki, sabuk, dll. Enak banget bagi yang atributnya belum lengkap. Gak usah porat-parit belusukan pasar kan, hehehe. Ya meski harganya 2x lipat dari harga asli, namanya juga mepet dan pengen praktis, maba gak akan nimbang harga dan langsung order. Itulah keuntungannya bagi para pemburu rezeki tersebut. Wkwkwk.

Itu dia cerita Petualangan Maba UIN SGD Bandung 2017 Bagian Pertama! Nantikan kelanjutannya di Bagian Kedua, ya!

Tags: , , ,

About the Author

Tentang tasya augustiya:
Namaku Tasya Augustiya, mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Jurusan Psikologi dari Fakultas Psikologi, Angkatan 2017.

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top
%d blogger menyukai ini: