banner ad Startup UIN

Rektor: LDK Syahid Wajah Keislaman UIN Jakarta

Yang nulis on di Featured, Mahasiswa, Pojok UKM & Organisasi | Agu 27, 2017 | 0 Komentar

21 tahun sudah Lembaga Dakwah Kampus Syahid (LDK Syahid) berdiri. Begitu banyak nilai positif yang ditorehkannya sebagai salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jumat, 2 Juni 2017, LDK Syahid bersilaturahim dengan jajaran pimpinan UIN Jakarta. Difasilitasi oleh Kepala Subbagian Kemahasiswaan UIN Jakarta, Raden Trisno Moh. Riyadhi, S.Kom, M.M, hadir dalam pertemuan pada hari itu Kepala SPI UIN Jakarta, Dr. Achmad Tjachja Nugraha, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Jakarta, Prof. Dr. Yusron Rozak, MA, dan Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA. Perjumpaan antara mahasiswa dan jajaran pimpinan kampus itu berlangsung dengan sangat baik.

 

Rektor: LDK Syahid Wajah Keislaman UIN Jakarta 01

Dalam pertemuan tersebut Ketua Umum LDK Syahid, Mus’ab Izzudin, mengutarakan harapan besar kepada UIN Jakarta mengenai persatuan umat Islam dan masyarakat Indonesia. Ia juga menyampaikan permohonan kerja sama dengan pihak rektorat terkait kegiatan LDK Syahid yang kedatangan Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. Hidayat Nur Wahid, MA. Beliau menjadi mubalig dalam agenda Tablig Akbar bersama LDK Syahid di bulan Ramadan. Rektorat memberikan apresiasi yang sangat baik dengan ikut menyampaikan sambutan dalam agenda Tablig Akbar tersebut yang berlansung di Masjid Al-Jamiah Student Center UIN Jakarta.

Pembicaraan pada hari itu berlanjut dengan obrolan seputar peranan UIN Jakarta dalam stabilitas isu nasional, terutama berkaitan dengan keislaman dan keindonesiaan. Prof. Dede Rosyada turut memberikan tausiah dengan menyampaikan kisah Rasulullah saw dan Khulafaur Rasyidin dalam membangun sistem negara. Beliau juga menyampaikan isu-isu hangat keumatan seperti radikalisme, persatuan umat, kebinekaan, keindonesiaan, sinergitsa kebaikan UKM LDK Syahid dan kondisi UIN Jakarta yang menjadi pusat perhatian keislaman di Indonesia.

Prof. Dede Rosyada menyampaikan bahwa saat menunaikan salat dibolehkan, bahkan untuk berzakat, berpuasa dan berhaji difasilitasi oleh pemerintah, maka tidak ada yang salah dengan negara ini. Beliau juga menyampaikan bahwa dalam sejarah, Rasulullah saw dan para sahabat, khususnya Khulafaur Rasyidin, tidak memberikan contoh sistem bernegara yang detail. Rasulullah saw pada akhir hayatnya, tidak menunjuk siapa yang akan menggantikan beliau menjadi pemimpin umat Islam. Namun, ketika umat Islam melihat bahwa Rasulullah saw menunjuk Abu Bakar ra sebagai imam salat saat beliau sakit, disertai dengan kedekatan Abu Bakar ra dengan Rasulullah saw, umat Islam pun membaiatnya sebagai Amirulmukminin (Khalifah).

Saat Abu Bakar ra wafat, pergantian kepemimpinan berlangsung melalui wasiat beliau yang menunjuk Umar bin Khattab ra untuk menggantikannya. Lebih lanjut Utsman bin Affan ra juga berwasiat agar Ali bin Abi Thalib ra yang menggantikan kepemimpinannya. Bahkan pergantian kepemimpinan di masa setelah Ali bin Abi Thalib ra dilakukan dengan sistem dinasti dari keluarga Bani Umayyah. Dari penjelasan Prof. Dede Rosyada kita mendapati bahwa yang terpenting dalam suatu negara adalah kenyamanan dan kedamaian beribadah kepada Allah swt. “Indonesia adalah negara yang mana rukun Islam dan rukun Iman dalam peribadatannya difasilitasi oleh pemerinth. Oleh sebab itu kita perlu menjaga keutuhan Republik Indonesia,” papar Prof. Dede Rosyada.

Sehubungan dengan diamanahinya Rektor UIN Jakarta sebagai Ketua Forum PTKIN se-Indonesia, Prof. Dede Rosyada mengajak UKM LDK Syahid untuk membantunya dalam berperan sebagai wajah keislaman UIN Jakarta. Membentuk karakter yang baik dari mahasiswa UIN Jakarta guna mewujudkan Indonesia dengan Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh dunia. Turut serta dalam gerakan nasional untuk menolak radikalisme dan perpecahan Republik Indonesia.

Rektor: LDK Syahid Wajah Keislaman UIN Jakarta 02

Warek Bidang Kemahasiswaan, Prof. Yusron Rozak, juga menyatakan dukungannya. Beliau mengapresiasi kinerja UKM LDK Syahid dan Himpunan Qari dan Qariah Mahasiswa (UKM HIQMA) sebagai kebanggaan UIN Jakarta. “Banyak pesan positif yang disampaikan oleh dua UKM ini. Inilah yang patut dilestarikan. Mujahid-mujahid dakwah yang tidak kenal lelah dalam menyampaikan kebaikan Islam dan sangat ikhlas dalam membantu kegiatan civitas academica. LDK Syahid melakukan dakwah bilhal dan HIQMA melakukan dakwah melalui seni. Apalagi yang mau dibanggakan oleh UIN Jakarta selain nilai-nilai keislamannya,” papar Prof. Yusron Rozak.

LDK Syahid diharapkan menjadi UKM yang istikamah dalam menyiarkan nilai-nilai Islam di UIN Jakarta. Banyak kegiatan positif yang dilakukan, seperti Berbagi 1000 Takjil Gratis yang membagikan takjil kepada masyarakat saat bulan Ramadan, Selamat Datang Saudaraku yang bertujuan membantu mahasiswa baru dalam proses daftar ulang di kampus, Penggalangan Dana Sosial, Kajian Rutin Keislaman dan masih banyak lagi. Kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti ini dapat menambah keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt. Prof. Dede Rosyada sebagai Rektor UIN Jakarta juga mengajak LDK Syahid menjadi pionir dalam menjadikan UIN Jakarta sebagai pusat keislaman di Indonesia.

“Jazakumullahu khairan katsiran. Semoga bersama UIN Jakarta kita dapat menjadikan Indonesia sebagai negara yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur” ujar Ketua Umum LDK Syahid, Mus’ab Izzudin

Tags: , , ,

About the Author

Tentang sarahmotiva:
(97's girl) Aktivis Dakwah Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Part of Solidaritas Peduli Jilbab. Volunteer Sekolah Pohon Inspirasi Bogor. Chemistry Education'15. Pecinta Hujan pengagum masa depan #motivawriter #drawriter [Tarbiyah Madah Hayah-Allahu Ghoyatunaa!]

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top
%d blogger menyukai ini: