banner ad Startup UIN

Bahagianya Menemukan Jalan Hidup

Yang nulis on di Artikel, Kuliah, Mahasiswa, Sosial, Umum | Sep 5, 2017 | 0 Komentar

Bahagianya ketika kalian sudah menemukan jalan hidup masing-masing ya!

Assalamualaikum! Hari pertama masuk kuliah, UIN Jakarta padat merayap sampai Pintu Doraemon (sebutan pintu yang menghubungkan kampus dengan tempat jajanan, bahkan ada yang nyebutnya ‘pintu jebol’) Antrean motor panjangnya udah kayak antrean daging kurban! Hahaha. Ada ade-ade maba juga nih, Tembok Hits UIN Jakarta seketika rame banget ­čśÇ

 

Bahagianya Menemukan Jalan Hidup 1

 

Di hari pertama ini, jadwalku ada dua mata kuliah. Jam kuliah pertama pukul 10.15 dengan dosen yang tidak asing lagi karena sudah dua semester bertemu. Dosen muda dan suka India. Beliau asik banget! Maklumlah ya masih muda. Belum nikah loh! (lah, ko malah jadi ajang promosi? /kualat/) Karena beliau masih muda jadi dianggap temen sama mahasiswanya.

Ketika dosen menawarkan waktu toleransi untuk telat, mahasiswa bilang, “Sampai 10.30!” (parah kan tuh?) dosennya malah ngakak dan bilang bahwa waktu toleransi hanya 2 menit. Kelas jadi gaduh pada demo. Suara yang paling kenceng berasal dari “Anak PP” (pergi-pulang) yang sering telat dan anak kosan yang suka mager. Please aku bukan kriteria itu ya XD Kemudian, ketika bahas jatah ‘bolos’ kuliah, dosennya bilang hanya dua kali. Aku termasuk yang vokal nolak abis-abisan! Hahaha! Gak hanya aku kok, temen-temen yang “disibukkan” dengan organisasi juga ikutan. Ya begitulah, karena normalnya ada 3 kali jatah. Kan lumayan kalau sehari dihilangkan.

Di perkuliahan pertama ini, kita sudah diberikan tugas kelompok. Dosen juga menawarkan cara penentuan kelompok. Bisa dengan dikocok, sesuai absen, atau pilih sendiri anggota kelompoknya. Kebanyakan suara yang milih sendiri. Ya, ini hal yang unik. Kenapa? Karena saat aku perhatikan, kelompok ini dari semester satu gak ganti-ganti orangnya. (udah kaya bocah ya) Tapi wajar ya. Mungkin karena rasa nyaman itu susah didapatkan #eaaa. Dan biasanya orang yang gak sibuk organisasi, gak mau sekelompok sama yang jadwalnya padet. Orang yang sibuk organisasi, nyari temen yang kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang). Alasannya biar bisa ada yang diandalkan! Parah ya emang. Hahaha. Tapi kenyataannya, kelompokku ini (yang semuanya oang-orang yang susah nemuin jadwal ‘gabut’ buat ngerjain tugas kelompok) walau memiliki kesibukan yang berbeda-beda, tapi yakin aja bahwa tugas akan selesai pada waktunya. Hahahaha~

 

Bahagianya Menemukan Jalan Hidup 2

 

Nah, masuk ke hal yang mau aku bahas pada tulisan ini. Hal yang udah aku singgung di atas, “Bahagianya ketika kalian sudah menemukan jalan hidup masing-masing ya!” Karena di semester 5 ini, aku melihat teman-teman kelas yang sudah menemukan ‘siapa dirinya’. Well, dari semester awal sampai terakhir semester 4, kita masih ngeraba-raba sih. Termasuk aku yang masih mencari fokus kegiatan.

Ada beberapa macam yang aku temukan di dalam kelas; ada yang aktif di organisasi ekstra, akif di Unit KegiatanMahasiswa (UKM), kegiatan seni fakultas, ngajar private/bimbel, asisten lab, atau ada yang hanya fokus pada akademik. Ya, semua sudah jelas terlihat di semester ini. Itu merupakan peluang besar untuk saling melengkapi. Contoh kecilnya, waktu semester lalu aku terkenal orang yang sering ngantuk di kelas (kadang hayati lelah hahaha). Nah kalau lagi kurang konsentrasi, aku minjem catetan temen yang rajin dan pinter (biasanya anak yang bukan aktif di organisasi). Karena fokus dia di akademik, IP dia dari semster awal sampai terakhir ini memuaskan banget!

Ada juga yang fokusnya di laboratorium. Kadang aku heran sama┬ámereka yang┬ábetah banget di lab dengan kondisi yang… (Kalian bisa taulah kondisi Lab Kimia kayak gimana) Keren! Saking cintanya sama lab, liburannya aja ngerjain proyek dosen. Mantep emang anak lab. Anak lab ini bisa diandalkan banget ketika praktikum. Motoriknya bagus, orangnya teliti dan sabar. Kadang nih, orang yang kayak gini direbutin kalau bikin kelompok paktikum. Apalagi sama orang yang aktif organisasi (yang suka ‘ilang-ilangan’ pas praktikum), atau mereka yang gak belajar (persiapan) sebelum praktikum. Hahaha~ (Kok kayanya anak organisasi negatif mulu ya? Ckckckck. Tenang ada saatnya anak organisasi di andelin kok :D)

Terus buat yang sibuk dengan ngajar private/ bimbel juga ada. Mereka langsung mengaplikasikan ilmu yang telah didapat di perkuliahan. Enaknya dari mereka adalah, bisa meringankan biaya orang tua. Minimal untuk ngasih makan hape dan kebutuhan jajan lainnya. Yang ini juga mantep! udah mau cari uang sendiri untuk kebutuhannya.

 

Bahagianya Menemukan Jalan Hidup 3

 

Yang terakhir, mereka yang disibukkan dengan kegiatan di luar ranah akademik. Biasanya menggunakan sebaik mungkin jatah ‘bolos’ perkuliahan karena belajar di ‘lapangan’. Ada yang rela izin untuk mengikuti pelatihan atau bahkan jadi panitia pelaksana kegiatan. Itu sah-sah saja asal ada konfirmasi ke dosen yang bersangkutan dan tentunya bukan menjadi alasan nilainya tidak memuaskan. Banyak pegiat organisasi yang seimbang dengan akademiknya walau dia harus menghadapi segala tantangan dan tetek bengeknya. Harus mengambil resiko kekurangan waktu tidur misalnya. Jadi wajar ya kalau orang yang dengan pilihannya itu datang ke kelas dengan kondisi yang lemes alias ngantuk. Anak organisasi itu punya banyak pengalaman dan cerita buat bahan sharing sama temen-temen atau diskusi di kelas. Bahkan sampai bahan ngegosip juga ada! Hahaha~

Tips buat kalian yang organisatoris, bawa minyak angin ya ke kelas. Bukan untuk dibalurin karena masuk angin, tapi buat daerah mata biar melek. Hahahaha (pengalaman yang memalukan). .

Oke ya temen-temen. Dari semua tipe anak kelasku (atau bahkan sama seperti kalian) semuanya gak ada yang salah. Karena setiap kita pasti saling membutuhkan. Tulisan aku ini mungkin hal terkecilnya ya, karena di luar sana pasti banyak cerita yang berbeda.

Karena kita sudah jadi mahasiswa, sudah saatnya kita menentukan langkah untuk ke depannya. Intinya jangan hanya mengikuti arus. Harus udah punya sikap ‘mau dibawa ke mana diri kita’. Jadi akademis yang bisa membantu temen-temen di kelas, jadi penanggung jawab belajar kelompok itu bermanfaat banget. Bisa jadi anak lab bantu temen-temen yang lain mengenai praktikum yang kadang gagal paham, jadi contoh yang baik di lab, dan bantu memberikan pemahaman konsep praktikum, jelas ngebantu banget. Yang udah punya penghasilan, bayarin kita uang kas kan bisa? (ups) Dan terakhir yang aktif organisasi bisa dipake kalau ada diskusi kelas, jadi penasihat, atau biang gosip (Astaghfirullah) ­čśÇ Anak yang punya banyak link bisa nanya-nanya tentang tugas kelompok ke kakak tingkat bahkan ke mahasiswa luar kampus. Semua pilihan pasti akan menghasilkan yang berbeda.

Walaupun berbeda kita tetap satu, karena kita Chemistry.

Semangat terus ya temen-temen! Manfaatkan segala kesempatan dengan baik! Setiap kita punya potensi yang berbeda. Jadi, jangan samakan diri kita dengan orang lain. Kita pasti punya ciri khas yang menjadi kemampuan dan tentunya bermanfat bagi banyak orang!

Choose your star, get it, and spread the light! ^^v

Tags: , , , ,

About the Author

Tentang sarahmotiva:
(97's girl) Aktivis Dakwah Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Part of Solidaritas Peduli Jilbab. Volunteer Sekolah Pohon Inspirasi Bogor. Chemistry Education'15. Pecinta Hujan pengagum masa depan #motivawriter #drawriter [Tarbiyah Madah Hayah-Allahu Ghoyatunaa!]

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top
%d blogger menyukai ini: