banner ad Startup UIN

Hari Raya Qurban untuk Indonesia

Yang nulis on di Artikel, Featured, Mahasiswa, Sosial | Sep 1, 2017 | 0 Komentar

Assalamu’alaikum! Sebelumnya aku mau mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1438 H buat teman-teman UIN seluruh Indonesia. Buat kalian yang jadi panitia pemotongan hewan qurban, semangat ya! Bolehlah kirim-kirim ke rumah, info kontaknya ada di bawah ini (hehehe)

Teman-teman, di hari raya ini ada sebuah refleksi yang harus kita ingat. Mungkin juga kita sudah tidak asing lagi dengan kisah Ayah Para Nabi, Nabi Ibrahim AS dan anaknya, Nabi Ismail AS yang bermimpi untuk berqurban. Mimpi itu datang sebanyak tiga kali; pada hari ke-8 di bulan Zulhijah. Hari ke-9 Zulhijah (yang bertepatan saat beliau sedang berada di tanah Arafah), dan malam berikutnya beliau bermimpi lagi dengan mimpi yang serupa. Maka, keesokan harinya, beliau bertekad untuk melaksanakan nazar itu. Karena itulah hari itu dinamai dengan “Hari Menyembelih Qurban”. Nabi Ibrahim memilih domba-domba gemuk sejumlah 100 ekor untuk disembelih sebagai qurban. Lalu untuk mimpi kedua, beliau memilih unta-unta gemuk sejumlah 100 ekor untuk disembelih sebagai qurban. Beliau mengira nazarnya sudah terpenuhi, namun mimpi untuk ketiga kalinya, seolah-olah ada yang menyeru, “Sesungguhnya Allah SWT memerintahkan agar menyembelih putramu, Ismail.” Beliau seketika langsung memeluk Ismail dan menangis hingga waktu subuh tiba.

 

Hari Raya Qurban untuk Indonesia

 

Teman-teman, coba bayangkan kalau kita berada di posisi nabi Ibrahim. Anak yang usianya masih menginjak kira-kira 7 tahun harus disembelih! Bagaimana menyampaikan maksud tersebut? Apakah niat tersebut hanya akan disembunyikan saja? Bahkan berusaha melupakan atas seruan tersebut?

Namun itulah bukti ketaatan nabi Ibarhim AS kepada Tuhannya. Untuk melaksankan perintah Allah SWT, beliau menyampaikan terlebih dahulu kepada istrinya, Siti Hajar. Lagi-lagi berkat kepercayaan kepada nabi Ibrahim sebagai sebagai utusan Allah, Siti Hajar pun segera memandikan Ismail dan memakaikan pakaian paling bagus serta menyisirkan rambutnya. Kemudian nabi Ibrahim bersama putranya berangkat menuju ke suatu lembah di daerah Mina dengan membawa tali dan sebilah pedang. Pada saat itu, Iblis sangat sibuk menggoda nabi Ibrahim AS. Namun Iblis gagal membujuk nabi Ibrahim.

Sesampaianya di Mina, Nabi Ibrahim AS berterus terang kepada putranya, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah pendapatmu” (QS. Ash-Shaffat: 102)

Ia (Ismail) menjawab, ‘Hai bapakku! Kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, In Syaa Allah kamu mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”(QS.Ash-Shaffat: 102)

Mendengar jawaban putranya, legalah Nabi Ibrahim AS dan langsung bertahmid sebanyak-banyaknya. Ya Allah.. keren banget ya Ismail kecil sudah sehebat itu. Kita aja dikasih ujian sama Allah ditinggalin do’i uring-uringan sepanjang pagi-siang-malam. (Eh, emang ada yang pernah ngedeketin? Hahaha ngenes banget!)

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata (bagimu). Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar” (QS. Ash-Shaffat: 106)

Nah, itulah singkat kisah diperingatinya Hari Raya Idul Adha atau sering disebut Hari Raya Qurban. Maha Suci Allah, Allah telah memberikan pelajaran yang berharga dari sosok nabi yang sangat taat kepada Allah SWT. Seluruh dunia menggemakan takbir dan melaksanakan qurban, tak terkecuali di Indonesia yang mayoritas masyarakatnya adalah muslim. Masyarakat Indonesia yang memiliki kelebihan atas hartanya membeli hewan qurban dan nantinya akan diberikan kepada masyarakat sekitar sebagai rasa syukur kepada Allah SWT. Hari Raya Qurban merupakan hari yang berdimensi sosial kemasyarakatan yang sangat dalam. Hal itu terlihat ketika pelaksanaan pemotongan hewan yang akan dikorbankan, para mustahik yang akan menerima daging-daging qurban itu berkumpul. Mereka satu sama lainnya meluapkan rasa gembira dan suka cita yang dalam. Yang kaya dan yang miskin saling berpadu, berinteraksi sesamanya. Luapan kegembiraan di hari itu, terutama bagi orang miskin dan fakir, lebih-lebih dalam situasi krisis ekonomi dan moneter yang dialami sekarang ini, sangat tinggi nilainya ketika mereka menerima daging qurban tersebut.

Dengan seruan qurban ini, kaum muslimin Indonesia dilatih untuk menebalkan rasa kemanusiaannya, mengasah kepekaan dan menghidupkan hati nuraninya. Anjuran berqurban sesuai dengan nilai Pancasila poin kedua “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Maknanya ialah nilai kemanusiaan untuk menghormati martabat dan hak orang lain, saling mencintai sesama manusia, dan menumbuhkan sikap tenggang rasa. Lengkap sudah menjadi warga negara muslim di Indonesia ketika bisa melaksanakan kebaikan untuk agama dan negara. Ayo berlomba-lomba dalam kebaikan!

Teman-teman, sebagai pemuda, kita harus lebih bisa bekorban dengan segala kemampuan yang kita miliki; tentunya untuk masa depan yang lebih baik. Meneladani kisah para nabi sehingga menjadi pemuda yang Islami dan tentunya memiliki tingkat sosial yang tinggi. Jangan Cuma galau mengorbankan perasaan aja ya! 😀 Okedeh, sekian tulisan dariku ya, terimakasih sudah berkenan membaca dan selamat nyate ya! hehehe Assalamu’alaikum 🙂

Buat yang mau kirim sate bisa kontak aku di sini

Tags: , , , , , ,

About the Author

Tentang sarahmotiva:
(97's girl) Aktivis Dakwah Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Part of Solidaritas Peduli Jilbab. Volunteer Sekolah Pohon Inspirasi Bogor. Chemistry Education'15. Pecinta Hujan pengagum masa depan #motivawriter #drawriter [Tarbiyah Madah Hayah-Allahu Ghoyatunaa!]

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top