banner ad Startup UIN

Kepolisian RI Gelar Diskusi Publik “Operasi Bina Waspada Jaya 2017” di UIN Jakarta

Yang nulis on di Artikel, Featured, Mahasiswa, News, UIN Jakarta | Sep 7, 2017 | 0 Komentar

Rabu, 6 September 2017. Kepolisian Republik Indonesia menggelar Diskusi Publik “Operasi Bina Waspada Jaya 2017” di Ruang Diorama, Auditorium Harun Nasution, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Diskusi Publik tersebut turut dihadiri oleh perwakilan masing-masing Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa (SEMA). Diskusi tersebut membahas kiat mencegah radikalisme dan terorisme dengan nilai Pancasila.

 

Kepolisian Operasi Bina Waspada Jaya UIN Jakarta 01

 

Radikalisme dan terorisme perlu diwaspadai karena dapat memecah belah NKRI. Permasalahan tersebut dianggap belum akan berhenti dalam waktu dekat ini; karena fenomena penjaringan pemahaman lebih dominan menyasar pada kelompok-kelompok usia muda. Sehubungan dengan hal itu, maka perlu adanya edukasi yang dilakukan oleh UIN Jakarta mengenai pemahaman terhadap ilmu agama. Pihak kepolisian mengemukakan bahwa UIN Jakarta adalah Universitas Islam yang mampu memperbaiki dan menyembuhkan benih-benih terorisme dan radikalisme di Indoensia, karena sebab terjadinya terorisme dan radikalisme adalah kurangnya pemahaman terhadap ilmu agama.

Mahasiswa adalah agen berubahan yang mampu bergerak secara positif di masyarakat. Sebagai Mahasiswa Islam yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan Islam yang rahmatan lil alamin, civitas academica UIN Jakarta harus menunjukkan hal tersebut dengan perilaku di masyarakat yang menghormati dan memahami segala perbedaan yang ada. Dengan begitu, persatuan dan ukhuwah islamiyah dapat diwujudkan demi kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa Indonesia.

 

Kepolisian Operasi Bina Waspada Jaya UIN Jakarta 01

 

Mus’ab Izzudin, Ketua Lembaga Dakwah Kampus Syahid (LDK Syahid), mendapatkan penghargaan dari kepolisian karena menyampaikan pernyataannya mengenai cara menangkal radikalisme dan terorisme. Mus’ab memberikan pernyataan yang menegaskan bahwa Islam adalah agama yang damai, dan Indonesia adalah negara yang harus dijaga kesatuannya. “Republik Indonesia adalah negara yang penuh toleransi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mus’ab memberikan beberapa contoh toleransi yang terjadi di Indonesia, seperti menjaga kelestarian Candi Borobudur (tempat ibadah umat Budha) dan ketika umat Islam juga menjaga Gereja Katedral saat Aksi Bela Islam. Gereja Katedral pun bisa berdiri berdampingan dengan Masjid Istiqlal. “Kami juga mengajak agar pihak kepolisian melibatkan mahasiswa dalam menjaga keutuhan NKRI dan dalam mengimplementasikan program-program kerjanya,” jelas Mus’ab.

Tags: , , , , , ,

About the Author

Tentang sarahmotiva:
(97's girl) Aktivis Dakwah Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Part of Solidaritas Peduli Jilbab. Volunteer Sekolah Pohon Inspirasi Bogor. Chemistry Education'15. Pecinta Hujan pengagum masa depan #motivawriter #drawriter [Tarbiyah Madah Hayah-Allahu Ghoyatunaa!]

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top
%d blogger menyukai ini: