banner ad Startup UIN

Untukmu Kids Zaman Now, Inilah Alasan Mengapa Harus Berdakwah dan Berprestasi

Rabu, 27 September 2017. Bertempat di Auditorium Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Komisariat Dakwah FKIK menggelar Open House dengan tema “KISMIS ( Kiat Islam Meraih Prestasi )”. Acara yang mengajak teman-teman untuk berdakwah dan berprestasi ini dibuat dengan konsep talkshow. Dihadiri oleh 70 mahasiswa, mayoritasnya adalah mahasiswa baru FKIK.

 

Inilah Alasan Mengapa Kids Zaman Now Harus Berdakwah dan Berprestasi

 

Kegiatan ini dihadiri oleh pembicara yang memiliki jabatan penting dalam ranah wilayah hingga nasional. Pertama, adalah Kak Rofiq Nawawi, yang saat ini menjadi mahasiswa Pendidikan Agama Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, angkatan 2013. Beliau  pernah menjabat sebagai ketua LDK Syahid di tahun 2016 dan saat ini menjadi Ketua Puskomda FSLDK Banten. Beliau juga aktif di organisasi kepemudaan di tempat tinggalnya.

Pembicara kedua yang juga hebat, adalah Kak Fakhrudin Alwi atau akrab di panggil Bang Didin atau Bang Alwi. Beliau adalah mahasiswa Sastra Arab di Universitas Indonesia, angkatan 2013. Beliau saat ini menjabat sebagai ketua SALAM UI sekaligus sebagai Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia. Beliau juga aktif ikut berbagai konferensi Internasional, seperti di Madinah dan Thailand.

Talkshow ini membahas bagaimana kita sebagai muslim bisa berprestasi. Kak Rofiq menyampaikan dalam cerita hikmahnya bahwa bagaimanapun nanti, ada 7 golongan yang akan mendapat naungan yang dimana tidak ada naungan saat itu. Salah satu naungannya kepada pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah.

“Kenapa pemuda? Karena pemuda itu nafsunya masih besar. Masih seneng bermain, berfoya-foya atau menghabiskan waktu dengan sia-sia. Kalau ada pemuda yang senang menuntut ilmu, datang ke kajian ilmu, akhlak bagus atau shalat di masjid itu sangat jarang ditemui. Wajar Rasulullah SAW mengatakan golongan tersebut mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat,” ujarnya.

Kak Rofiq menambahkan bahwa menjadi pemuda yang berpestasi adalah sebuah keharusan untuk kemajuan umat. Salah satu prestasi adalah dengan berdakwah. Lalu kemudian, kenapa harus berdakwah? Beliau menyampaikan setidaknya ada 4 alasan kenapa harus berdakwah.

  • Pertama, adalah sebuah nikmat. Bahwa dengan berdakwah, nikmat islam dan nikmat ukhuwah islamiyah akan kita dapatkan.
  • Kedua, sebaik-baik amal. Hal ini tertuang dalam QS Ali-Imran 104 bahwa tugas kita adalah yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran.
  • Ketiga, adalah melanjutkan tugas Rasul kepada Allah. Bahwa selama masih ada nafas selama itu pula kita harus menyampaikan nilai-nilai islam.
  • Dan keempat adalah sebagai generasi Rabbani.

Selanjutnya sesi kedua disampaikan oleh ka Alwi. Beliau mengajak teman-teman untuk melakukan refleksi sejarah ilmuwan-ilmuwan Islam. Beliau menyampaikan bahwa banyak ilmuwan-ilmuwan muslim yang berkontribusi pada dunia dan dirasakan manfaatnya hingga sekarang. Beliau mengatakan,

“Jika hari ini kita banyak melihat kemunduran umat islam maka kita bisa melihat lagi bagaimana kultur membaca dan menulisnya. Sebab dulu ilmuwan – ilmuwan muslim kita tidak lepas dari kegiatan membaca dan menulis”.

Kak Alwi juga memberikan tips atau langkah-langkah untuk berprestasi. Pertama, Ishlahun Nafs atau memperbaiki diri. Usaha memperbaiki diri ini menjadi awal dalam islam untuk berprestasi. Untuk bisa meperbaiki diri beliau menyebutkan 10 ciri seorang muslim atau Muwwasofat Muslim. Kedua, Irsyadul Mujtama atau memberikan petunjuk dan jalan yang benar. Penting bagi kita untuk sama-sama menegakan kebenaran dan jalan-jalan perbaikan, karena tanpa hal tersebut mungkin kejayaan islam tidak akan terjadi. Ketiga, Ishlahul Hukumah atau reformasi pemerintah. Bagaimana sebuah prestasi juga bisa membuat tatanan sebuah negara menjadi sesuatu perubahan kebaikan dan inilah nanti yang dapat dikatakan bisa bermanfaat untuk rakyat.

 

Inilah Alasan Mengapa Kids Zaman Now Harus Berdakwah dan Berprestasi

 

Tak ketinggalan, teman-teman peserta juga menyampaikan beberapa pertanyaan. Kebanyakan dari mereka bertanya bagaimana cara membagi waktu antara urusan akademik dan juga urusan di luar akademik seperti organisasi. Kak Rofiq menyampaikan bahwa untuk bisa membagi waktu dalam semua urusan-urusan, yang dilihat adalah bagaimana kita menjaga waktu shalat. “Dengan disiplinnya waktu shalat, semua urusan kita akan dimudahkan,” katanya.

Kak Rofiq juga mengajak untuk selalu memperbaiki hubungan dengan orang tua, dan juga list kesibukan kita dan lakukan skala prioritas. Beliau juga menambahkan bahwa orang yang berorganisasi adalah orang yang diatas rata-rata.

Tips me-manage waktu dari Kak Alwi adalah dengan menjaga niat dan terus melakukan evaluasi diri. Atur jam untuk kuliah, organisasi, ibadah dan juga kedekatan kita kepada orang tua. Sebab ridha Allah tergantung ridha orang tua.

“Jika hari ini kita sangat lelah dalam menuntut ilmu atau berbuat kebaikan, tidak mau berdakwah, tunggulah sampai Allah ganti suatu kaum yang nanti akan lebih baik dan lebih dicintai Allah,” kata Kak Alwi sambil memotivasi teman-teman untuk menjadi mahasiswa berprestasi.

Tags: , , , , , , ,

About the Author

Tentang Devi Adia:
Mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan. Senang berdiskusi, aktivitas sosial. Menyukai sastra dan pemberdayaan perempuan.

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top
%d blogger menyukai ini: