banner ad Startup UIN

Beginilah Mentoring Mengajarkan Aku

Yang nulis on di Featured, Kuliah, Mahasiswa, Pojok Motivasi | Okt 16, 2017 | 0 Komentar

Mentoring memang menjadi ajang penjagaan banyak hal. Sebab itu, aku pun mendapatkan ruh dakwah yang berasal dari lingkaran ini.

Sepekan sekali aja masih harus diingetin, gimana kalau ga mentoring? Ibaratnya kaya isi ulang semangat setiap satu pekannya.

Mentoring itu pembinaan yang berkesinambungan; hasilnya tidak bisa langsung terlihat, tetapi itu berproses dari setiap pertemuannya.

Maksud berkesinambungan adalah: di dalamnya tidak hanya sekedar penyampaian materi, namun diperhatikan dari perubahan dalam setiap pertemuanya.

Kalau ada yang kendor, bisa liat dari kondisi mentoringnya: “Mentoringnya sehat?” Nah!

 

Beginilah Mentoring Mengajarkan Aku

 

Mentoring jadi awal pelarianku buat mendapatkan ketenangan hati. Kenapa? Karena sebelumnya berada pada kegalauan jati diri. Lingkungan yang tidak mendukung.

Jauh dari orang tua setelah lulus Aliyah, masuk jurusan ilmu umum (Pendidikan Kimia) merupakan awal yang baru. Lingkungan yang belum mencerminkan nilai-nilai islami.

Galau. Kering. Ah, pokoknya kalau dideskripsikan peralihan itu sangat sulit, karena aku berada pada posisi yang sangat jauh lebih sulit.

Aku pindah dari asrama ke Asrama Putri setelah pengumuman beasiswa. Alhamdulillah menjadikan kondisi aku sedikit lebih baik karena ada pembinaan. Tapi…

Tapi pembinaan di Asrama Putri itu malam hari. Sedangkan semester awal aku masih beradaptasi dengan jadwal praktikum yang padat hingga Isya. Jadi ga ‘ngena’.

Gak jarang, laporan praktikum aku kerjakan saat pembinaan Asrama Putri malam hari. Jadi esensi ilmu yang disampaikan tidak didapatkan. Seakan menyia-nyiakan.

Ikut pembinaan dengan tenaga sisa. Ga konsentrasi, ngantuk, kepikiran tugas. Karena malam hari waktu yang pas untuk nugas kuliah, apalagi laporan praktikum!

Jadi masih kurang banget sama ilmu-ilmu Islam. Akhirnya aku pulang dengan setumpuk keluhan yang aku ceritakan ke Ummi sampai nangis-nangis deh pokoknya.

Waktu pulang, Ummi responnya biasa aja. Karena beliau tau aku akan seperti ini. Ummi to the point: “Cari kelompok mentoring, Teh. Ummi tau kamu jenuh.”

“Kan kamu udah biasa di sekolah dapet ilmu agama. Pas SD udah mentoring. Ikutan lah lagi! Kenapa Ummi ga nyuruh kamu dari awal? Karena Ummi pengen kamu sadar sendiri.”

Aku sejak SD udah kenal mentoring, tapi sejak MTs dan Aliyah tersendat. Kalau ditanya kenapa? Aku pun ga bisa jawab kenapa. Sedih.

Jadi Ummi ngebiarin aku? Kenapa ga nyuruh dari awal? Soalnya aku ga suka sama kondisi yang hampa kaya waktu itu. Sering merenung.

Oke, semua ada hikmahnya. Allah izinkan untuk mengikuti Latihan Kader Dakwah Islami* dan mulai mentoring. Alhamdulillah dari situ aku ditunjukkan banyak hal.

Dalam sepekan ada satu hari yang ditunggu-tunggu. Bertemu teman hijrah dan materi keislaman. Ada aktivitas hati di dalamnya. Ada yang perlu diketahui….

Aku pun tak bisa menggantungkan hanya dengan mentoring untuk mendapatkan kebutuhan asupan ilmu keislaman. Harus mengeksplorasi diri lebih jauh lagi.

Tapi, dengan cara apa lagi selain mentoring untuk mendapatkan pembinaan hati? Ukhuwah; simpati, empati, kasih sayang, hingga itsar. Fokusnya…

Di kelompok mentoring itu fokus! Karena dalam lingkaran tidak terlalu banyak orang, sehingga satu persatu dari kita terpantau amalan hariannya juga spiritualnya.

Sehingga bisa lebih mudah untuk saling mengingatkan dalam ketaatan. Lagi-lagi aku tegaskan, ini adalah Aktivitas Hati! Salih bersama.

Tidak hanya disibukkan dengan aktivitas perbaikan diri sendiri, tapi juga orang sekitar. Bagaimana kita dibina untuk ‘PEKA’. Ya, peka!

Peka terhadap permasalahan yang ada. Dan kepekaan itu diasah oleh aktivitas hati. Garis besarnya adalah Dakwah!

Sejak mentoring, aku lebih tau makna dakwah. Aku menemukan ruh jihad darinya. Dan saat itulah Allah memberikan amanah di Komda FITK**.

Kestabilan yang aku dapatkan dalam menjalani amanah di komda adalah karena mentoring. Karena ia menjadi pengikat semangat dakwah, lewat Tarbiyah Dzatiyah.

Dan suatu hari, Ummi tau jadwal mentoringku. Pagi saat jadwalku mentoring, Ummi kirim WA: “Teh, hari ini kamu mentoring? Semangat ya, Ummi juga mentoring.”

Sekian ya! Alhamdulillah sudah selesai Ekspresi*** 2017. Semoga semakin banyak tumbuh mujahid-mujahidah dakwah dari bibit unggul Ekspresi ini.

 

*LKDI. Open Recruitment Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Syahid, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada semester genap.
**Komisariat Dakwah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Salah satu perpanjangan UKM LDK Syahid di tingkat fakultas.
***Eksplorasi Potensi Diri Islami. Open Recruitment UKM LDK Syahid pada semester ganjil.

Tags: , , ,

About the Author

Tentang sarahmotiva:
(97's girl) Aktivis Dakwah Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Part of Solidaritas Peduli Jilbab. Volunteer Sekolah Pohon Inspirasi Bogor. Chemistry Education'15. Pecinta Hujan pengagum masa depan #motivawriter #drawriter [Tarbiyah Madah Hayah-Allahu Ghoyatunaa!]

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top
%d blogger menyukai ini: