banner ad Startup UIN

Kiprah Gerakan Banten Mengajar Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Indonesia

Siapa bilang tidak ada pemuda yang  peduli dengan pendidikan di Indonesia? Nyatanya, pada hari Sabtu, 30 September 2017 Gerakan Banten Mengajar (GBM) sudah melakukan wisuda pengajar angkatan yang ke-4 di Pustekkom Kemendikbud, Tangerang Selatan. Banten Mengajar adalah gerakan peduli pendidikan yang mengajak semua pihak untuk ikut andil dalam perubahan kualitas pendidikan melalui aksi nyata di Banten. Beberapa programnya yaitu berbagai kegiatan pelatihan kompetensi guru dan program pengembangan sekolah. Selain itu, GBM fokus pada pembangunan kapasitas pemuda Indonesia melalui program penempatan selama tiga pekan di lokasi pengabdian.

 

Kiprah Gerakan Banten Mengajar Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Indonesia 01

 

Nah, pada kesempatan  ini aku mendapatkan undangan untuk menghadiri acara Wisuda Gerakan Banten Mengajar Batch 4 dari Hasan. Ia adalah pengajar GBM Batch 2 dan saat ini menjabat sebagai Marketing Communication. Ditemani Aisyah, aku memenuhi undangan tersebut. Pengalaman yang sangat berharga sekali ketika mendatangi acara wisuda pengajar batch 4. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Pustekkom yaitu Ibu Yeni Husaini, Direktur Eksekutif Mengajar Batch 4, Ka Anis Suminar, dan Steering Committe Gerakan Banten Mengajar, ka Andi Angger Sutawijaya, dan Presiden Turun Tangan Banten, Ka Yana Handayana.

 

Kiprah Gerakan Banten Mengajar Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Indonesia 02

 

Aku sangat kagum ketika mendengar sambutan dari Ka Anis. Ia menyampaikan bahwa wisuda ini adalah awal dari sebuah persahabatan setelah para pengajar menjalani hari-hari bersama selama pengabdian. Ka Andi Angger Sutawijaya juga menyampaikan sambutan yang membangun semangat termasuk untuk diriku pribadi. “Ada semangat dan motivasi yang tidak bisa diremehkan dari anak-anak yang ingin menuntut ilmu,” tuturnya.

Banyak hal yang aku dapatkan dari acara wisuda ini. Selain motivasi dan semangat dari para keluarga besar Banten Mengajar, aku pun mengetahui gerakan-gerakan pemuda yang menginisiasi perubahan pada ranah pendidikan, sosial, hingga politik. Wisuda Banten Mengajar didukung oleh beberapa gerakan Banten di bawah naungan Turun Tangan Banten, diantaranya adalah Trip for Care dan Untuk Negeri.

Gerakan Turun Tangan berawal dari niat mulia Bapak Anis Baswedan agar semua orang baik yang memiliki integritas memiliki kemampuan untuk masuk ke tataran praktik. Agar mereka tidak hanya sebatas menjadi penonton yang berdiri di luar lapangan. Semangat Turun Tangan yang dicetuskan oleh mantan Menteri Pendidikan ini berawal dari bidang politik. Tetapi kemudian tidak hanya dilakukan dalam dunia politik saja. Hal itu dimungkinkan karena beliau mengawali karirnya dari dunia pendidikan. Beliau juga telah membuat suatu terobosan yang membangkitkan semangat para pemerhati pendidikan akan kondisi Indonesia hari ini, yaitu Indonesia Mengajar. Kini, Gerakan Turun Tangan sudah tersebar di banyak daerah. Salah satunya adalah Turun Tangan Banten yang  mengadopsi gerakan Indonesia Mengajar dan kini dikenal sebagai Gerakan Banten Mengajar.

Aku bertemu dengan Koordinator Turun Tangan Banten, yaitu Ka Yana Handayana yang akrab disapa Ka Yana. Banyak yang dibicarakan oleh Kakak inspiratif ini. Pemikirannya kritis dalam menanggapi persoalan politik dan sangat berdedikasi untuk isu sosial dan pendidikan. Beliau juga merupakan penggerak Trip for Care. Mulanya, Trip for Care hanyalah sebatas komunitas biasa. Saat ini, Trip for Care sudah berkembang menjadi suatu gerakan yang bermanfaat. Selain mereka melakukan perjalanan menyalurkan hobi, Ka Yana dan teman-temannya menggalang donasi di setiap petualangan mereka. Hasil penggalangan dana sepenuhnya diberikan untuk kepentingan sosial dan pendidikan di Banten.

“Banyak dari kita yang mengkritisi pejabat negara yang korupsi, mengambil hak rakyat. Tetapi itu semua tidak akan pernah berubah kecuali kita bergerak untuk membuat perubahan. Oleh sebab itu, Turun Tangan juga adalah salah satu bentuk gerakan yang berfokus di bidang sosial, politik, dan pendidikan. Gerakan yang menghimpun pemuda-pemuda berintegritas yang peduli terhadap perubahan sosial politik di Banten. Politik itu sering disebut kotor karena orang-orang di dalamnya. Tetapi itu semua bisa berubah  oleh pemuda-pemuda yang baik,” ungkap Ka Yana. Ia juga menjelaskan bahwa Turun Tangan Banten aktif memberikan support bagi sekolah, yaitu Sekolah Dasar Islam Ruhul Amin.

Wisuda pengajar batch 4 ini berjalan dengan baik dan lancar. Aku jadi tahu kegiatan-kegiatan apa saja yang menjadi program teman-teman pengajar. (jadi pengen hehe) Kegiatannya sungguh sangat positif. Ini merupakan bukti nyata untuk membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Aktivitas tanpa pamrih yang manfaatnya abadi sebagai dedikasi. Aku merasa terharu ketika pemberian sertifikat dan mendali dari Ka Anis kepada seluruh pengajar batch 4 dan ditampilkannya foto-foto kegaiatan selama mereka pengabdian.

 

Kiprah Gerakan Banten Mengajar Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Indonesia 03

 

Oya, aku pun menyempatkan berbincang-bincang  dengan Ka Anis, beliau adalah Direktur Eksekutif Banten Mengajar batch 4. Ia menjelaskan alasan mengapa Pandeglang dan Lebak dipilih sebagai tempat pengabdian Banten Mengajar. Ada keprihatinan yang muncul karena; Banten tidak jauh dari Ibu Kota Jakarta, tetapi daerah ini seperti tidak diperhatikan. Nilai indeks pendidikannya rendah, kualitas sumber daya pengajarnya kurang, dan teknologinya belum memadai.

Para pengajar Banten Mengajar batch 4 ditempatkan di 13 sekolah. Setiap sekolahnya ditempatkan 2-3 orang pengajar untuk menjalankan program menjadi orang tua asuh dan membangun pustaka desa. Selain itu, mereka juga diberikan kesempatan untuk berbaur di masyarakat guna mengenal adat istiadat masyarakat Banten. “Kami ingin komunitas-komunitas dan pemuda-pemuda ikut andil memajukan pendidikan. Karena kalau bukan kita, siapa lagi?” ungkap Ka Anis.

Siti Ilhamiah, salah satu pengajar Banten Mengajar batch 4 menceritakan pengalamannya selama pengabdian. Baginya pengalaman ini memberikan banyak sekali kesan yang luar biasa. tidak hanya mengajar, namun ia banyak belajar dari penglaman ini. Belajar bagaimana hidup sederhana, belajar jauh dari peradaban kemajuan zaman, dan belajar lebih mengenal agama, karena di sana masih menjalankan budaya dan aturan-aturan terdahulu yang berpacu pada pesan kiyai, sehingga gerak-gerik masyarakatnya masih terkontrol oleh nilai-nilai agama.

“Selama ini kan, kita banyak lupa karena kehidupan zaman yang terus maju dan melupakan nilai agama. Tapi di sana, benar-benar diajarkan tentang ilmu agama. Aku seneng banget, aku bangga, aku bersyukur karena aku bisa lebih mengenal Indonesia,” tuturnya. Ia pun menambahkan bahwa masyarakat di sana sangat memanfaatkan alam sekitar, karena tidak memungkinkan untuk memenuhi kebutuhannya kecuali dari alam yang mereka olah sendiri.

Mahasiswa Pendidikan Fisika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang akrab disapa Mia ini menjelaskan bahwa peserta didik di Banten memiliki antusias yang tinggi dalam belajar. Mereka tidak pernah malu dengan segala kekurangan, karena mereka belajar hal yang sama dari pemerintah. “Ketika sampai di sekolah aku terkejut. Mereka sekolah benar-benar apa adanya. Dalam satu hari tidak pernah aku lihat menggunakan seragam yang sama. Tapi di sana tidak pernah dipermasalahkan, karena yang penting mereka  datang ke sekolah pun sudah sangat diancungi jempol. Jarak mereka ke sekolah bisa mencapai 3 kilometer. Mereka berjalan kaki selama 30 menit sampai 1 jam. Mereka tetap semangat sekolah walau tanpa menggunakan alas sepatu. Mereka benar-benar berjuang untuk belajar,” tambahnya.

Wah wah.. Makin salut aja nih sama Gerakan Banten Mengajar setelah mendapatkan kesan dari Mia. Apa lagi waktu dia bilang, “Kalau sehari aja aku ga ngajar, uh! Rasanya aku kangen banget!” dengan intonasi yang sangat meresapi (hehehe). Anak-anak di sana memiliki rasa takzim kepada guru yang luar biasa. Saat dia datang ke sekolah, murid-murid menyambut dari kejauhan, lari mengambil tas, mencium tangan pengajar, dan menemani sampai ke kantor.

Nah, sekali lagi aku mengucapkan “Selamat Wisuda” untuk teman-teman pengajar Gerakan Banten Mengajar batch 4! Semoga apa-apa yang kalian perjuangkan menjadi amal ibadah dan pahala yang luar biasa di sisi Allah. Semoga menginspirasi dan terus menjadi contoh bagi pemuda di seluruh Indonesia!

Oya, buat temen-temen yang tertarik untuk bergabung menjadi orang hebat di Gerakan Banten Mengajar, tidak lama lagi akan dibuka untuk batch 5 lho! Syaratnya mudah ko, ikuti saja di akun media sosial Banten Mengajar. Jangan sampai kelewatan ya! ^^

Sekian cerita dariku, terima kasih 🙂

About the Author

Tentang sarahmotiva:
(97's girl) Aktivis Dakwah Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Part of Solidaritas Peduli Jilbab. Volunteer Sekolah Pohon Inspirasi Bogor. Chemistry Education'15. Pecinta Hujan pengagum masa depan #motivawriter #drawriter [Tarbiyah Madah Hayah-Allahu Ghoyatunaa!]

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top
%d blogger menyukai ini: