banner ad Startup UIN

Mahasiswa Ingin Menjadi Peneliti? Perhatikan Hal-Hal Berikut Ini!

Dalam melakukan aktivitas perkuliahan, mahasiswa tentu tidak terlepas dari Tri Darma Perguruan Tinggi. Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. “Mahasiswa, bukan hanya kuliah masuk kelas lalu pulang saja, tapi juga salah satunya adalah meneliti. menjadi peneliti.” Hal itu disampaikan oleh Muhammad Nikmatullah, S.Pd dari Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI) Klaster Mahasiswa.

Indonesia masih menduduki peringkat yang belum memuaskan untuk urusan penelitian. Sebab itu, Kelompok Studi Universitas (KSU) Fatahillah Researchers Science and Humanity (FRESH), menyelenggarakan Research Talkshow dengan tema “Create Your Journey with Research” pada hari Jumat, 27 Oktober 2017 di Aula Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Hadir sebagai narasumber adalah Muhmammad Nikmatullah, S.Pd dari MITI KM, dr. Flori Ratna Sari, Ph.D dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Jakarta, dan Maila Dinia, Ph.D dari Pusat Penelitian dan Penerbitan (Puslitpen) LP2M UIN Jakarta.

 

Mahasiswa Ingin Menjadi Peneliti? 01

 

Muhammmad Nikmatullah menlanjutkan, bahwa penelitian tidak hanya bisa dilakukan oleh teman-teman yang berkutat di bidang sains dan teknologi saja. “Teman-teman bisa meneliti dari berbagai sisi. Seperti sosial, ekonomi, ekologi dan lain-lain. Tidak hanya sains dan teknologi saja,” ujarnya.

Kemudian, dalam penelitian ilmiah, kita ditekankan pula untuk bersikap objektif. “Dalam meneliti, kita harus objektif. Kita harus menyampaikan hasil penelitian apa adanya, tidak dibuat-buat,” terang mahasiswa S2 Universitas Indonesia ini.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Flori Ratna Sari, Ph.D meneguhkan semangat teman-teman bahwa kita semua adalah peneliti. “Apa ayat pertama yang turun? “Iqra,” bacalah. Kita tidak disuruh melakukan yang lain-lain, tapi disuruh membaca. Maka Anda, seorang muslim pada hakikatnya adalah peneliti,” ungkap dr. Flori.

Peraih gelar Ph.D dari Niigata University of Pharmacy and Applied Life Sciences ini juga mengungkapkan, bahwa sebenarnya penelitian tidak harus selalu terkait dengan data angka-angka. “Penelitian tidak melulu berkutat dengan kuesioner, angka-angka, atau dianggap membosankan. Ada metode narative inquiry. Bagaimana cerita bisa menjadi bahan penelitian,” terangnya.

 

Mahasiswa Ingin Menjadi Peneliti? 02

 

Dalam meneliti, hal yang paling esensial adalah pertanyaan riset. “Percuma kita menjawab macam-macam dalam penelitian, tapi gak paham pertanyaannya.” Hal itu diungkapkan oleh Ibu Maila Dinia Husni Rahiem, Ph.D., M.A. Beliau menceritakan sambil menceri contoh, cara beliau menguji skripsi para mahasiswa. “Lihat saja Bab 4 (jawaban penelitian) dengan Bab 1 (pertanyaan penelitian), nyambung atau tidak,” ungkapnya.

Beliau juga meneguhkan bahwa dalam meneliti, teman-teman harus punya passion, hasrat. Kemudian, ubahlah mindset bahwa penelitian bukanlah pekerjaan mengolah data. “Penelitian itu adalah kita bertanya dan mencari jawaban,” ujar peraih gelar S3 dari Universiti Putra Malaysia ini.

Kegiatan Research Talkshow ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan GEBYAR FRESH yang diselenggarakan pada Jumat – Sabtu, 27 – 28 Oktober 2017 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Selain Research Talkshow ini, agenda lainnya adalah Career Development Program yang juga mengundang berbagai pakar untuk mengembangkan kultur penelitian di kampus UIN Jakarta.

Tags: , , , , , ,

About the Author

Tentang azfiz:
バグジャー ⭐ ヌグラーハー || Selalu CERIA dan Penuh SEMANGAT! • Sobat Pena Al Qolam • Voluteer No Tobacco Community • Pembaharu Muda Gerakan Muda FCTC

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top
%d blogger menyukai ini: