banner ad Startup UIN

Inilah Tanggapan UINers terhadap Mahasiswi Pengguna Cadar di UIN

Yang nulis on di News, Sosial | Okt 31, 2017 | 0 Komentar

Assalamualaikum, UINers. Beberapa saat kemarin, UIN COMMUNITY membuat polling kecil-kecilan di Instagram. Sekalian ngetes fitur polling sih. Hahaha. Pollingnya ingin mencari tahu tanggapan UINers budiman sekalian tentang mahasiswi yang menggunakan cadar di kampus UIN.

Pesertanya adalah followers UIN COMMUNITY dan mungkin saja ada yang non-followers tapi ikut vote. Ya, walau mungkin bakal dibilang agak kurang ilmiah, tapi inilah yang kami lakukan, dan kami hanya ingin membaginya kepada teman-teman.

Pollingnya bersifat netral kok. Jadi kami bakal share apa adanya dari hasil vote dan tanggapan-tanggapan yang masuk ke DM Instagram kami.

 

Pertanyaan: “Tanggapan kalian tentang mahasiswi bercadar di UIN”

Pilihan: Setuju / Tidak

Jumlah view: 503 view

Votes for SETUJU: 145

Votes for TIDAK: 71

 

Tanggapan UINers terhadap Mahasiswi Pengguna Cadar di UIN

 

Nah kemudian inilah tanggapan-tanggapan dari teman-teman mahasiswa. Kami sertakan juga akun Instagram mereka.

 

“Makin banyak yang pake cadar sekarang di UIN Jakarta. Daku mah bebas seterah dia wkwkwk.” – @vannchaa

“Setuju kalo niatnya benar-benar baik bukan buat riya.” – @dhevi1505

 

“Selagi tidak merugikan kita yang tidak bercadar, dan orang yang bercadar juga tidak memakasa kita untuk bercadar, itu sah-sah aja. Kita tak bisa memaksa orang lain untuk sama seperti kita, pun sebaliknya.” – @_ikapuspitasari

 

“Apa yang diutarakan para dekan dan rektor (UIN Walisongo/red) memang benar adanya, bahwa cadar memang budaya Arab. Dan memang benar ketika dalam berinteraksi, cadar yang seharusnya digunakan untuk kebaikan tapi malah justru bawa mudharat. Saran saya baca deh pendapatnya Syekh Yusri Gabr tentang cadar. Beliau ulama Al Azhar Mesir. Juga mesti baca mengenai cadar menurut rektor pertama Al-Azhar.” – @dinaalhaque

 

“Di kampus saya, FISIP UIN Jakarta, semua bebas berbusana muslim. Mulai dari yang cuma kerudungnya dislempang sampai bercadar. Begitu juga lakinya. Mulai dari jeans robek sampai celana cingkrang (antiisbal). Tutup kepala pun ada yang berpeci, topi, kadang headbuff pun dipake di kampus. Karena kita tau itu adalah salah satu hak kebebasan beragama. Yang penting mengikuti standar yang berlaku di universitas.

Padahal sebagian orang memandang fakultas saya lebih liberal dibanding fakultas lain. Cuma yang namanya stigma susah berubah, karena Ciputat dilabeli “sarang teroris,” tiap kunjungan pejabat tinggi dari instansi pemerintah pun dikawal ketat, terlebih dari unsur intelijen. Tapi fakultas kita aman-aman aja, ga terbukti adanya indikasi teroris dan paham radikal di sini. Universitas Islam jangan sampai Islamophobia.” – @nugyanfa

 

Yap, itulah hasil polling dan tanggapan-tanggapan yang masuk dari UINers. Selamat berdiskusi kembali!

DISCLAIMER: azfiz bukanlah yang menyelenggarakan polling ini. Penyelenggaranya adalah admin Instagram @uincommunity. azfiz hanya membantu menuliskannya di sini.

 

NB. Katanya kemarin UIN Jakarta memecat dosen yang bercadar? Apakah benar? Baca klarifikasinya dari Pak Edy A Effendi di sini dan juga ada berita dari Kumparan di sini.

Tags: , , , , ,

About the Author

Tentang azfiz:
バグジャー ⭐ ヌグラーハー || Selalu CERIA dan Penuh SEMANGAT! • Sobat Pena Al Qolam • Voluteer No Tobacco Community • Pembaharu Muda Gerakan Muda FCTC

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top
%d blogger menyukai ini: