banner ad Startup UIN

Mahasiswa Pejuang CV Go International

Yang nulis on di Mahasiswa | Des 11, 2017 | 0 Komentar

Hay rekan-rekan setia pembaca uincommunity.com! Mohon doanya agar saya diistiqomahkan dalam menulis sehingga bisa berbagi pengalaman dalam meraih mimpi setahap demi setahap. Khusus bagian ini saya akan berbagi kepada rekan-rekan, bagaimana saya bisa melangkahkan kaki untuk go international study abroad ke Singapore dan Vietnam di tahun yang bersamaan. Jangan lupa baca artikel ini dengan perasaan bahagia. Karena kita boleh berjuang dengan kerja keras tapi jangan lupa bahagia.

 

Mahasiswa Pejuang CV Go International 04

 

Mei 2017 lalu saya mendapatkan hadiah manis di bulan ulangtahun saya yang kesekian tahun ini. Alhamdulillah, saya menjadi satu diantara tujuh puluh delegasi terbaik yang terpilih untuk mewakili Indonesia dalam kompetisi start-up se-ASEAN yang diselenggarakan di National University of Singapore dan telah melalui proses seleksi dari 350 kompetitor start-up se Indonesia.

Saya sempat hampir ingin mundur untuk program ini. Tapi  dikarenakan keinginan saya cukup kuat untuk melanjutkan pendidikan S2 ke luar negeri di Singapore, akhirnya saya memberanikan diri untuk melanjutkan perjalanan program ini. Administrasi setahap demi setahap saya lalui dengan baik dan tertib. Menghemat uang jajan dan berwirausaha pun saya lakoni untuk mencukupi uang saku saya untuk go international.

 

Mahasiswa Pejuang CV Go International 02

 

Bagi saya ini adalah first time go international walaupun cakupannya hanya ke negera ASEAN. Saya yang dibesarkan serta dilahirkan disebuah perkampungan di provinsi Jambi, sebelumnya belum pernah pergi jauh sampai sejauh ini. Pertama kali menggunakan transportasi pesawat pun, ketika saya pergi dari Jambi menuju Jakarta untuk proses daftar ulang ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2014 lalu. Kalau dihitung, jumlah penerbangan domestik saya saat ini belum mencapai sepuluh kali PP Jakarta-Jambi. Tapi untuk pergi sampai sejauh ini hanya satu yang menjadi keyakinan saya dan itu berlaku hingga hari ini, apapun yang saya lakukan hari ini semua adalah bentuk ikhtiar saya untuk melanjutkan pendidikan yang lebih baik dan menata masa depan dengan jalan yang diberkahi Allah SWT.

Saya harus bekerja keras untuk memupuk mimpi yang terkadang redup karena rasa lelah, malas bangun pagi, jenuh dan bosan akan kehidupan yang saat ini menjadi warna dalam pribadi saya. Mimpi itu harus di raih bukan hanya sekedar menjadi angan yang bergelantungan di langit mimpi. Artinya pribadi kita jangan hanya piawai sebagai konseptor mimpi tapi kita harus belajar untuk menjadi eksekutor mimpi yang handal.

 

Mahasiswa Pejuang CV Go International 06

 

Berjuanglah kita dengan sepenuh hati karena Allah lah yang berhak menilai dan membalas usaha kita bukan manusia. Karena kita hanya manusia maka tugas kita hanyalah berusaha sebisanya dan jangan lupa ikhtiar dan doa.

Jangan pernah merasa tidak pantas untuk diberikan kesempatan seperti ini. Jika kita tidak yakin dengan diri kita sendiri bagaimana kita bisa meyakinkan orang lain untuk memberikan kita sebuah kesempatan. Kuncinya adalah percaya diri dan pantaskan diri kita untuk diberikan kepercayaan dari orang lain.

Berusaha dengan kerja keras dan jaga kepercayaan orang lain, terutama kepercayaan orang tua. Ayah dan ibu memiliki peranan yang luar biasa dalam perjalanan saya sampai sejauh ini. Saya percaya bahwa ridhonya Allah adalah Ridhonya orang tua, murkanya Allah adalah murkanya orang tua (H.R Tirmidzi). Karena ayah dan ibu adalah malaikat yang menjaga saya. Jadi bagi teman teman yang ingin meraih mimpi untuk study abroad silahkan terlebih dahulu untuk meminta restu ayah dan ibu di rumah. Ini manjur loh.

 

Mahasiswa Pejuang CV Go International 05

 

Saya akan berbagi tips bagaimana kita bisa memperoleh peluang untuk go International khususnya untuk study abroad jangka pendek atau short program;

  1. Udah punya paspor belum? Kalau sudah, selamat kamu one stap closer dengan mimpimu untuk go international kawan. Kalau belum, gih dah pergi ke kantor imigrasi terdekat untuk bikin pasport, gimana mau study abroad atau go International kalau gak punya paspor dari pada uangnya buat hal-hal yang kurang produktif mending dialokasikan untuk pembuatan paspor. Yang di khawatirkan ialah ketika kita sudah diterima di salah satu program study abroad tapi terhalang di paspor kan sayang banget kalau gak jadi berangkat. Jadi untuk antisipasi dari sekarang mulai dicicil.
  2. Percaya diri untuk mengasah vocabulary kamu, walaupun masih kerap salah atau typo itu tidak masalah, namanya juga masih memperpantaskan diri. Salah itu wajar. Mengutip perkataan sahabat saya Suryani, practice make you expert. So try it
  3. Jangan minder jika skor TOFEL kamu masih di bawah 500. Terakhir saya test TOFEL kemarin skornya baru 387 dan saya percaya dengan diri saya, saya bisa bertahan hidup selama disana dengan minimnya kemampuan Bahasa inggris saya ini, dan Alhamdulillah saya pulang ketanahAir dengan selamat santosa. Minimal kamu paham mereka ngomong apa dan berani say yes or no saat ditanya pihak imigrasi bandara. Karena ada beberapa program study abroad yang skor TOFEL bukanlah menjadi syarat mutlak. Jadi ingat minimal kita berani dan mau belajar.
  4. Up-date dengan informasi yang menjadi basic interest dan basic need kamu. Khususnya pengguna Instagram seperti saya ini, gunakanlah Instagram untuk hal-hal yang produktif jangan sampai ber jam jam mantengin Instagram tapi hanya stalk gebetan. Stalking Dia sih boleh tapi jangan lama-lama nanti sedih lo saat lihat snapgram dia sama pacarnya yang saat ini. Ini serius, ternyata 80% informasi beasiswa international baik student exchange atau study abroad penyebaran informasinya banyak melalui Instagram dan media-media sosial lannya. Kalau yang lagi in sih Instagram.
  5. Bergabunglah dengan kommunitas komunnitas pejuang cv atau scholarship hunter di watsap atau line grup. Ini sangat membantu dalam proses memperoleh informasi. Kalau misalnya risih dengan banyaknya grup di smart phone mu cukup di mute atau tidak dimunculkan notifikasinya di layar smart phonemu. That’s point jangan ragu untuk masuk ke grup-grup yang mengundang banyak faedah, khususnya grup scholarship hunter, karena informasi banyak banget. Banget.
  6. Menabunglah selagi masih bisa menabung. Kalau uang jajannya sudah mepet dan gak bisa nabung berwirausahalah cari penghasilan tambahan. Carilah sumber-sumber penghasilan yang halal. Ada fasenya kita bingung akan pembiayaan program yang ingin kita ikuti. Karena tidak semua kampus mau mengcover semua biaya yang dibutuhkan. Kalau kampusmu bersedia menanggung semuanya hingga kepulanganmu ketanahAir. Saya pribadi mengucapkan “selamat kamu beruntung kawan” namun bagi yang tidak saya akan bilang “kamu harus kerja keras untuk dapat menapakkan kakimu disana” Lakukan apa yang bisa dilakukan, mencari sponsor dari pihak luar bahkan meminjam uang dari orang terdekatpun sudah pernah saya coba dan ini cukup berhasil. Kalau ingin sukses harus berani ambil resiko tapi harus cerdas untuk memilih konsekuensi kedepannya. Jangan malu untuk meminjam karena kita tidak meminta.
  7. Berdoa dan ikhtiar selalu mendekatkan diri kepada Allah. Sertakan Allah dalam setiap langkah kita, itu adalah salah satu kunci keberkahan yang saya temukan selama saya belajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

 

Mahasiswa Pejuang CV Go International

 

Untuk perjalanan saya ke Vietnam saya tidak akan menceritakan disini secara utuh, tapi saya akan menceritakannya nanti dalam buku yang sedang saya garap. Jadi tunggu yah kejutan dari saya. Oh iya terima kasih bagi yang sudah membaca hingga di bagian ini. Sebelumnya saya akan shering megenai program yang saya ikuti beserta penyelenggara acaranya dan nama akun instagramnya.

  • YES 2017: Youth Entrepreneur Symposium 2017. Penyelenggaranya Studec International kolaborasi dengan NEBO Singapore. Instagram @studecinternational @yesnebo
  • FFI VIETNAM 2017: Friendship from Indonesia to Vietnam. Penyelenggara Intercultural Friendship Society kolaborasi dengan Vietnam Friendship Village. Instagram @intlfriendshipsociety

 

Mahasiswa Pejuang CV Go International 03

 

Kresna Widyasti Santoso: Chief Executive Officer Kresna Usaha Satu Atap. Mahasiswa tahun terakhir Fakultas Psikologi. Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Instagram @kresnakws

About the Author

Tentang Kresna Widyasti:
Alumni : Youth Entrepreneur Symposium Singapore 2017 | Jambore Kebangsaan & Kewirausahaan 2017 | Intercultural Friendship from Indonesia to Vietnam 2017

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top
%d blogger menyukai ini: