banner ad Startup UIN

Mahasiswa UIN Ikuti Aksi Bisu Minta Citos Patuhi Larangan Merokok

Yang nulis on di Mahasiswa | Des 23, 2017 | 0 Komentar

Pada hari Jumat, 22 Desember 2017, Cilandak Town Square (Citos) mendadak heboh disebabkan aksi bisu yang dilakukan oleh sekitar lima puluh relawan yang tergabung dalam Gerakan Bersatu Lawan Industri Rokok (GEBRAK). Mereka menutup mulut dan hidung dengan masker besar dan membawa berbagai pesan tentang larangan merokok di tempat umum.

 

Citos Bau Rokok 05

 

Ternyata, ada 5 orang mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dari berbagai fakultas yang juga mengikuti aksi tersebut. “Aku nggak suka asap rokok karena membahayakan kesehatan. Selama ini aku sendiri hanya bisa mengelus dada jika ada yang merokok di tempat umum. Mengetahui bahwa teman-teman akan melakukan aksi, aku langsung memutuskan untuk ikut bersuara lewat aksi bisu ini,” ujar Ania Suci, salah satu mahasiswa.

Suci, sapaan akrab gadis dari Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi ini juga menceritakan situasi dan kondisi di mal yang relatif dekat dengan kampus UIN Jakarta itu yang jadi penyebab mengapa ia semangat ikut aksi di sana. “Kemarin aku liat banyak kedai-kedai kopi. Nah di sana banyak orang yang merokok dengan santai. Padahal ada tulisan Kawasan Dilarang Merokok. Gak hanya satu kedai, tapi banyak,” ungkapnya.

 

Citos Bau Rokok 09

 

Senada dengan Suci, Devi Adia juga mengatakan bahwa Citos telah melakukan pelanggaran berat. “Banyak tulisan Kawasan Dilarang Merokok, tapi dirasa seperti formalitas tiada arti. Terlalu sumpek bau rokok di sana. Pantas apabila aksi ini menjadi batu loncatan untuk tekanan publik bahwa asap rokok tidak boleh ada di tempat umum,” tegas mahasiswi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan ini menambahkan.

Pengalaman tidak enak lainnya diceritakan pula oleh Bagja Nugraha. Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora ini bercerita saat ia berkumpul dengan kawan-kawannya. “Waktu itu, di tempat kami ada ibu hamil dan anak-anak. Namun di salah satu meja, ada orang yang merokok seakan tidak peduli dengan orang di sekitarnya. Kami sudah minta tolong penjaga kedai untuk menegur, tapi penjaga kedai itu malah bilang kalo di meja bapak tersebut boleh merokok,” ujarnya.

 

Citos Bau Rokok 06

 

Juru bicara aksi, Hasna Pradityas mengatakan bahwa Citos paling banyak melanggar aturan Pemerintah DKI Jakarta. “Tujuan kami melakukan aksi ini adalah untuk memberikan peringatan kerasa kepada Citos bahwa mereka harus menaati peraturan yang berlaku dan bersikap tegas terhadap semua toko yang melanggar,” ujar pegiat muda pengendalian tembakau ini.

Menurut Hasna, meski sudah dipasang petunjuk Kawasan Dilarang Merokok di beberapa titik di Citos, kenyataannya, masih banyak ditemukan pemilik tokok dan pengunjung yang merokok secara bebas tanpa ditegur oleh petugas satuan pengamanan di Citos. “Komitmen Pemerintah Daerah DKI Jakarta juga diperlukan dalam penegakan Kawasan Dilarang Merokok,” tegas Hasna.

 

Citos Bau Rokok 01

 

DKI Jakarta memiliki Peraturan Gubernur Nomor 50 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembinaan, Pengawasan, Penegakan Hukum Kawasan Dilarang Merokok. Kawasan Dilarang Merokok berdasarkan peraturan tersebut adalah fasilitas kesehatan, tempat ibadah, instansi pendidikan, tempat kerja, tempat umum, dan angkutan umum.

Selain itu, Pemerintah DKI juga sudah memberlakukan Pergub DKI Jakarta No. 75 Tahun 2005 tentang Kawasan Dilarang Merokok yang telah diubah menjadi Pergub DKI Jakarta No. 88 Tahun 2010. Dalam Pasal 18 Pergub 88, disebutkan bahwa tempat atau ruangan merokok harus terpisah, di luar dari gedung serta letaknya jauh dari pintu keluar.

 

Citos Bau Rokok 07

 

Untuk mengurangi dampak negatif penggunaan rokok, pemerintah telah memberikan berbagai peraturan perundang-undangan yang di antaranya adalah UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Selain itu, pemerintah juga mengaturnya dalam PP No. 19 Tahun 2003 tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan yang antara lain mengatur mengenai kandungan kadar nikotin dan tar dalam rokok, keterangan pada label, produksi dan penjualan rokok, serta iklan dan promosinya.

Namun, dengan adanya aturan-aturan tersebut, Citos seakan-akan cuek atau tak bergeming dan tetap membolehkan pengunjungnya merokok dengan bebas tanpa teguran ke tokok yang bersangkutan.

 

Citos Bau Rokok 03

 

Hasna kembali menjelaskan, aksi bisu ini juga bertujuan untuk mengimbau masyarakat agar berpartisipasi aktif menegakkan peraturan Kawasan Dilarang Merokok. “Masyarakat harus mengingatkan dan menegur siapa saja yang merokok di dalam Kawasan Dilarang Merokok. Setiap orang, dalam hal ini pengujung mal, memiliki hak atas udara bersih yang bebas dari asap rokok. Aturan harus ditegakkan!” tegasnya. Dengan begitu, efek negatif dari konsumsi rokok bagi perokok pasif dapat ditekan dan kesehatan lingkungan dapat terjaga.

FYI, aksi semacam ini akan terus dilakukan di berbagai tempat dan disuarakan melalui media sosial. Hasna mengatakan, ini dilakukan untuk memprotes tempat-tempat yang masih saja belum menaati aturan Kawasan Dilarang Merokok (Kawasan Tanpa Rokok).

 

Citos Bau Rokok 08

 

Cerita aksi di Citos bisa diikuti melalui tagar #CitosBauRokok. Selain itu, temen-temen semua juga bisa menggunakan tagar #TheyLieWeDie untuk kampanye sejenis sembari mengungkapkan kebohongan-kebohongan industri rokok.

Tags: , , , , , ,

About the Author

Tentang azfiz:
バグジャー ⭐ ヌグラーハー || Selalu CERIA dan Penuh SEMANGAT! • Sobat Pena Al Qolam • Voluteer No Tobacco Community • Pembaharu Muda Gerakan Muda FCTC

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top