banner ad Startup UIN

Cadar Dilarang Beredar?

Yang nulis on di Artikel, Mahasiswa, UIN Jogja | Mar 9, 2018 | 0 Komentar

Dengan segala hormat, sebelumnya saya hendak sampaikan permohonan maaf jika dalam kesempatan ini akan terkesan seperti orang yang lancang kepada para orang berilmu di UIN Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta. Semoga Allah membukakan mata hati kita agar dapat melihat lebih terang, agar dapat menyerap hikmah lebih dalam.

Pun permohonan maaf saya sampaikan kepada saudari muslimah sekalian yang mengenakan cadar dalam kesehariannya. Sungguh, tulisan ini bukan untuk menjatuhkan salah satu pihak atau malah kedua pihak. Tulisan ini dipersembahkan sebagai bahan renungan bagi semua, tak terkecuali saya pribadi.

Sebelum lebih jauh pada pembahasan, hal seperti ini memang sangat disayangkan karena terjadi di kampus yang memakai nama Islam di dalamnya. Namun, kita pun perlu bijak menyikapi promblema ini agar tidak salah langkah atau justru memperkeruh suasana. Maka, ada baiknya kita memperbanyak istighfar, mohon ampun kepada Allah. Semoga dengan istighfar itu menjadikan hati dan pikiran lebih tenang.

Saya sempat dikejutkan dengan sebaran informasi yang berisi larangan penggunaan cadar di kampus UIN Suka Yogyakarta, dengan perihal surat mengenai pembinaan kepada mahasiswi yang menggunakan cadar di kampus. Sambil coba mengingat-ingat siapa kawan yang masih berkuliah di sana, saya pun mencoba mencari kebenaran informasi tersebut. Boom! Beliau membenarkan bahwa ada pembinaan yang akan diberikan kepada mahasiswi bercadar.

Dibina seperti apa? Dibina agar mau melepaskan cadarnya di dalam kelas dan jika tidak, terpaksa mahasiswi itu dipecat dan dipersilakan mencari kampus lain yang membolehkan mahasiswinya bercadar. Hal itu sesuai dengan surat rektor dengan nomor B-1031/Un.02/R/AK.00.3/02/2018.

 

Cadar Dilarang Beredar 2

 

Bagaimana bisa kampus Islam melarang mahasiswinya bercadar? Wakil Rektor UIN Suka, Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, MA, mengungkapkan bahwa pelarangan cadar tersebut tak terlepas dari alasan pedagogis.

Menurut dia, jika mahasiswinya tetap menggunakan cadar di dalam kelas, para dosen tentu tidak bisa membimbingnya dengan baik dan pendidiknya tidak dapat mengenali wajah mahasiswinya. Alasan yang menurut saya sangat lucu karena keluar dari lisan seorang yang berilmu. Dan alasan tersebut adalah alasan yang juga mengundang banyak pro dan kontra.

UIN Suka Yogyakarta memang mengusung Islam moderat dalam prakteknya, akan tetapi apakah alasan pedagogis tersebut bisa dibenarkan? Mengingat, kampus lain seperti UGM, UII dan UMY tidak mempermasalahkan mahasiswi yang bercadar dengan alasan apapun.

Di UII, ada salah seorang alumni dari fakultas kedokteran yang mengenakan cadar hingga hari ini. Beliau adalah dr. Ferihana. Beliau adalah sosok muslimah berilmu yang mengenakan cadar dan tetap bisa memberikan maslahat kepada masyarakat sebagai hasil pendidikannya selama kuliah di UII. Beliau adalah pemilik Rumah Sehat Muslim dan Dhuafa Yogyakarta, Dokter Muslimah Beauty Clinic, Mudarrisah di Madrosah Uwais Al Qorniy Yogyakarta.

Maka jika saya ada di pihak berwenang UIN Suka, saya akan tetap membiarkan mahasiswi bercadar di kelas dan belajar sebagaimana mahasiswa yang lain. Bukankah UIN Suka adalah pencetak cendikiawan Islam yang moderat? Artinya, terbuka dan tidak menjadi masalah jika hanya alasan pedagogis sehingga tidak ada pelarangan cadar di sana.

Jika saya adalah mahasiswi bercadar, saya akan tetap mempertahankan apa yang menjadi pemahaman dan keyakinan. Tidak goyah, tidak pula gentar dengan larangan atau ancaman akan dikeluarkan dari kampus. Jika memang tujuan kuliah adalah menuntut ilmu, maka di mana pun tempat belajarnya, meskipun bukan di kampus Islam seperti UIN, insyaallah akan tetap bisa meraih apa yang dicita-citakan. Insyaallah.

Dan sebagai penutup, besar harapan saya ini hanya terjadi di UIN Suka Yogyakarta, tidak dengan UIN di kota lain atau perguruan tinggi yang lain. Salam.

Tags: , ,

About the Author

Tentang Hajiah Nurdiani:
Just do our best then Allah will take the rest | Operator PAUD @rumahiqro | Part of @annajmfoundation | Menyimak Kisah - Memetik Hikmah - Mengharap Berkah

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top