banner ad Startup UIN

Gerakan Mahasiswa: 3 Tahun Perjuangan Lahirkan KTR di Kampus FIKES UIN Jakarta

Mahasiswi cantik berkacamata itu maju ke podium. Mengenakan jaket almamater, ia menceritakan kisah 3 tahun perjuangan gerakan mahasiswa dalam melahirkan regulasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di fakultas. Ia adalah Hana Fathiya Dasairy, mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

 

Gerakan Mahasiswa 3 Tahun Perjuangan Lahirkan KTR di Kampus FIKES UIN Jakarta 02

 

Hana menyampaikan kisahnya bersama teman-teman dalam bentuk karya ilmiah pada sebuah simposium dalam ajang The 5th Indonesian Conference on Tobacco or Health (ICTOH) 2018. ICTOH adalah konferensi terbesar di Indonesia yang secara khusus membahas berbagai pengendalian tembakau di Indonesia. The 5th ICTOH 2018 ini dilaksanakan pada 6 – 8 Mei 2018 di Hotel Bumi Surabaya.

Karya Ilmiah tersebut berjudul Gerakan Mahasiswa : 3 Tahun Perjuangan Lahirkan KTR di Kampus FIKES UIN Jakarta. Hana menuliskannya bersama kedua temannya, Eva Dwiyanti Lestari dan Rifqi Ridho Hasditama.

 

Gerakan Mahasiswa 3 Tahun Perjuangan Lahirkan KTR di Kampus FIKES UIN Jakarta 01

Hana dan Eva saat menghadiri The 5th ICTOH 2018 di Surabaya

 

Hana menceritakan, gerakan ini diawali dengan perhatian mereka terhadap UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang belum sepenuhnya menerapkan regulasi Kawasan Tanpa Rokok. Padahal, Kota Tangerang Selatan telah mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Ketika itu, masih banyak ditemukan sivitas akademika dan pegawai yang merokok di lingkungan kampus. Meski aturan dilarang merokok tercantum dalam Kode Etik Mahasiswa dan Dosen, belum ada sanksi yang tegas terkait pelanggaran KTR.

Oleh karena permasalahan itulah, teman-teman mahasiswa mengawali pergerakan untuk melahirkan Surat Keputusan Dekan tentang Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) sejak 2016. Gerakan mahasiswa yang dilakukan untuk mencapai KTR ini dilakukan secara bottom-up. Dimulai dari kalangan mahasiswa, pegawai dan dosen, hingga kemudian ke tingkat Dekanat.

Tahapan implementasi dimulai dari manajemen isu, pengkajian, propaganda, hingga penyikapan aksi strategis dengan diadakannya aksi tanda tangan serempak oleh seluruh mahasiswa, dosen dan pegawai. Hingga di tahun 2018, setelah melalui perjalanan yang cukup panjang dari pergerakan mahasiswa, akhirnya Fakultas Ilmu Kesehatan sudah sah berkekuatan hukum secara de facto dan de jure dengan dikeluarkannya SK Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan tentang Kawasan Tanpa Rokok.

“Fakultas Ilmu Kesehatan harus dapat menjadi role model dan penggerak bagi fakultas lainnya untuk menerapkan KTR. Juga perlu adanya ketegasan dan komitmen yang kuat dalam implementasi KTR,” – Hana Fathiya Dasairy

Bagi kamu yang ingin membaca kisahnya dalam bentuk karya ilmiah bisa mengunduhnya melalui website ictoh-tcscindonesia

Tags: , , , ,

About the Author

Tentang azfiz:
バグジャー ⭐ ヌグラーハー || Selalu CERIA dan Penuh SEMANGAT! • Sobat Pena Al Qolam • Voluteer No Tobacco Community • Pembaharu Muda Gerakan Muda FCTC

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top