banner ad Startup UIN

Nggak Cuma Paham, Kita Menolak Diam. Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya Ikuti Tobacco-Free Youth Bootcamp 2018

Yang nulis on di Event External Kampus, Kesehatan, Mahasiswa, UIN | Mei 7, 2018 | 0 Komentar

“Rokok, No! Sehat, Yes!” 103 anak muda dari berbagai kampus dan organisasi terlihat begitu bersemangat mengikuti Tobacco-Free Youth Bootcamp 2018 di Hotel Bumi, Surabaya, 6 Mei 2018. Di tengah-tengah mereka, 14 mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya dari Fakultas Kesehatan dan Psikologi serta Fakultas Sains dan Teknologi turut hadir sebagai peserta.

 

UIN Sunan Ampel Surabaya Tobacco-Free Youth Bootcamp 2018 _ 01

 

Dengan tema “Nggak Cuma Paham, Kita Menolak Diam,” Tobacco-Free Youth Bootcamp 2018 ini adalah bagian dari rangkaian agenda The 5th Indonesian Conference on Tobacco or Health (ICTOH) 2018 yang diselenggarakan oleh TCSC IAKMI bekerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.

Forum ini menjadi wadah bagi pemuda-pemudi, baik dari kalangan pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum untuk berperan serta dalam upaya pengendalian tembakau. Forum ini juga sebagai salah satu aksi untuk membangkitkan semangat juang para pemuda melawan agresivitas industri tembakau.

 

UIN Sunan Ampel Surabaya Tobacco-Free Youth Bootcamp 2018 _ 03

 

UINers yang mengikuti bootcamp ini mendapatkan pemaparan berbagai hal terkait pengendalian tembakau. Seperti Tobacco Control 101 yang disampaikan oleh Dr. Rohani Budi Prihatin, M.Si selaku Peneliti Pusat Pengkajian, Pengolahan Data dan Informasi Setjen DPR RI terkait dasar-dasar pengenalan isu pengendalian tembakau dan kenapa kita harus melakukannya.

Dari pemaparan Pak Budi, ada 6 Pilar Pengendalian Tembakau yang harus dilakukan, disebut juga MPOWER. MPOWER adalah: (1) Monitor tobacco use and prevention policies, (2) Protect people from tobacco smoke, (3) Offer help to quit tobacco use, (4) Warn about the dangers of tobacco, (5) Enforce bans on tobacco advertising, promotion and sponsorship, dan (6) Raises taxes on tobacco.

 

UIN Sunan Ampel Surabaya Tobacco-Free Youth Bootcamp 2018 _ 04

 

Kemudian hadir pula Hasna Tyas dari Smoke Free Agents dan Widya Nindy Nastiti dari Gerakan Muda FCTC. Keduanya memaparkan pengalaman mereka dan berbagi tentang peranan anak muda dalam pengendalian tembakau. Mereka berdua menyampaikan bahwa anak muda memiliki peranan penting dalam pengendalian tembakau, karena anak muda adalah target dari industri rokok.

Karena industri rokok menempatkan anak muda sebagai objek penting, kita harus sama-sama #TolakJadiTarget. Ketika kita tercerai berai, kita akan kalah. Kita harus bersinergi dan berkolaborasi untuk menghancurkan hegemoni industri rokok di Indonesia,” ujar Nindy.

 

UIN Sunan Ampel Surabaya Tobacco-Free Youth Bootcamp 2018 _ 02

 

Sementara itu Kak Tyas juga menambahkan bahwa anak muda memiliki kuatan untuk memberikan pengaruh penting dalam melawan industri rokok. “Anak muda memiliki tiga karakter: confident, connected dan open the change. Kontribusi anak muda adalah koentji dalam pengendalian tembakau,” pungkas Hasna.

Selanjutnya, para peserta juga diberikan bekal materi menyusun strategi kampanye. Hadir Aryo Moedanton dari anakmuda.net yang menjelaskan langkah-langkah menyusun kampanye yang efektif dan Nuradia Puspawati yang berbagi pengalamannya bersama teman-teman dalam menjalankan kampanye #TheyLieWeDie di Indonesia.

 

UIN Sunan Ampel Surabaya Tobacco-Free Youth Bootcamp 2018 _ 05

 

Agenda penting dari Tobacco-Free Youth Bootcamp 2018 ini adalah Working Group. Seluruh peserta dibagi ke dalam 10 kelompok. Setiap 2 kelompok membahas 1 isu. 5 isu yang dibahas adalah Rokok Harus Mahal, Kafe Tanpa Rokok, Musik Tanpa Rokok, Olahraga Tanpa Rokok, dan Berhenti Merokok.

Didampingi oleh fasilitator, setiap kelompok berdiskusi dan mempraktikan, apa bentuk kampanye yang bisa dilakukan untuk menyampaikan dan memahamkan lima isu tersebut kepada generasi Millenial. Ada yang berbentuk photo story, video pendek, dan role-play.

 

UIN Sunan Ampel Surabaya Tobacco-Free Youth Bootcamp 2018 _ 06

 

Aprilia, UINers dari Fakultas Psikologi dan Kesehatan UINSA mengaku kegiatan Tobacco-Free Youth Bootcamp ini memberikan banyak manfaat. “Selain menambah ilmu dan wawasan, kegiatannya juga seru-seru. Bisa dapat banyak kenalan dan saling bertukar wawasan juga dengan yang lain,” tukasnya. Ia berharap semoga prevalensi perokok di Indonesia bisa terus menurun.

Sementara itu, Rochmah Nisa dari Fakultas Sains dan Teknologi menambahkan, setelah mengikuti bootcamp ini dirinya merasa lebih berani untuk menyuarakan penolakannya terhadap rokok. “Lebih lanjut, kita akan mengampanyekan isu ini mulai dari temen-temen kelas lalu temen-temen organisasi,” imbuhnya.

Tags: , , , , ,

About the Author

Tentang azfiz:
バグジャー ⭐ ヌグラーハー || Selalu CERIA dan Penuh SEMANGAT! • Sobat Pena Al Qolam • Voluteer No Tobacco Community • Pembaharu Muda Gerakan Muda FCTC

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top