banner ad Startup UIN

Pembukaan KKN 132 Paku Jajar

Yang nulis on di Mahasiswa | Jul 22, 2018 | 0 Komentar

Hallo, UINers!

Udah  berapa hari nih, di desa, para pejuang KKN UIN 2018?

Aku dan teman-teman KKN UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kelompok 132, Paku Jajar; Pasukan Akademis untuk Tajur Halang yang Jaya Raya (asek). Alhamdulillah sudah masuk lima hari.

 

Pada Sabtu, 21 Juli 2018 di Majelis RW 03 Desa Tajur Halang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor  dilaksanakan pembukaan sekaligus ramah tamah dengan warga setempat.

 

 

Pembukaan secara resmi dilaksanakan yang dihadiri oleh Kepala Desa, Bapak Diding Sulaiman, Dosen Pembimbing, Ibu Murdiyah Hayati, dan beberapa tokoh Desa.

Diawali dengan penyampaian sambutan dari ketua pelaksana, Dede Ridwan, lalu sambutan yang disampaikan oleh Dosen Pembimbing.

Bu Murdiyah Hayati memberikan pesan untuk peserta KKN Paku Jajar agar dapat bersosialisasi di masyarakat dengan baik dan membantu program desa yang dapat diselaraskan dengan program KKN Paku Jajar.

“Diharapkan anak-anak dapat belajar problem sosial, pendidikan di masyarakat sehingga dapat memberi solusi. Minimal belajar untuk mengatasi problem yang kalian hadapi di masyarakat,” jelas Bu Murdiyah.

Penyampaian sambutan terakhir oleh Bapak Kepala Desa sekaligus pembukaan KKN yang disimbolisasi dengan pemotongan pita dan tumpeng.

Alhamdulillah, penyambutan yang hangat dari Kepala Desa dan masyarakat setempat. Kami dan masyarakat akan berkolaborasi pada setiap kegiatan Desa terutama dalam acara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Bapak Kepala Desa Tajur Halang sangat berharap Mahasiswa KKN UIN Jakarta dapat saling bahu membahu memajukan Desa Tajur Halang seperti tema KKN kami; “Gerakan Mahasiswa Menuju Desa Tajur Halang yang Jaya Raya”.

Bapak Kepala Desa memberikan amanat untuk pesera KKN agar berhati-hati dengan pemuda desa yang bisa jadi ‘modus’ wkwkwkw (jangan serius-serius ngapa bacanya :D). Karena pengalaman tahun-tahun sebelumnya banyak yang akhirnya cinlok sama warga Desa. bahkan nih, ya, anak pemiliki rumah yang kami tempati adalah ‘korban’ cinloknya (hahaha).

KKN kayaknya identik dengan cinlok dan gadis Pak Kades, ya. Walah, nyatanya tidak sesederhana itu, kawan! Hahaha
 

Buat teman-teman UIN seluruh Indonesia yang sedang mengabdi di masyarakat, mari kita jadikan KKN ini sebagai ibadah. Seperti yang dikatakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Jakarta, Kak Nabil Bintang kepada LDK Syahid bahwa KKN adalah ibadah.

Ia berharap agar peserta KKN UIN Jakarta dapat memberikan  dampak yang baik untuk membangun fisik dan mental manusia yang ada di desa. Sehingga, mereka akan menanti kedatangan kita setelah kembali ke kampus.

“Ciumlah bawa rakyat agar kawan-kawan bisa merasakan dengan pikiran-pikiran kawan-kawan agar bisa keluar atas dasar permasalahan warga indonesia.”- Ahmad Nabil Bintang

Tunggu keseruan selanjutnya dari KKN Paku Jajar, ya! ^_^

About the Author

Tentang sarahmotiva:
(97's girl) Aktivis Dakwah Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Part of Solidaritas Peduli Jilbab. Volunteer Sekolah Pohon Inspirasi Bogor. Chemistry Education'15. Pecinta Hujan pengagum masa depan #motivawriter #drawriter [Tarbiyah Madah Hayah-Allahu Ghoyatunaa!]

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top