banner ad Startup UIN

Penyuluhan Sekolah Tanpa Rokok oleh KKN 132 Paku Jajar Tahun 2018

Kelompok Kuliah Kerja Nyata 132 Paku Jajar (KKN 132 Paku Jajar) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan penyuluhan Sekolah Kawasan Tanpa Rokok di SDN 02 Tajurhalang, Cijeruk pada Sabtu, 11 Agustus 2018. Penyuluhan ini dihadiri oleh Kak Bagja Nugraha dan Kak Citra Demi Karina dari Yayasan Lentera Anak.

 

 

Larangan merokok di sekolah semakin tegas dengan dikeluarkannya Permendikbud Nomor 64 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Sekolah. Oleh karena itu, KKN 132 Paku Jajar memberikan edukasi kepada pelajar SDN 02 Tajur Halang tentang larangan rokok dan bahaya rokok bagi pelajar. Tidak hanya larangan merokok di sekolah, tetapi mencakup larangan iklan rokok, promosi rokok, sponsor rokok, dan menjual rokok di lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Ibu Siti Rubiah, Kepala Sekolah SDN 02 Tajurhalang sangat mengapresiasi kelompok KKN 132 Paku Jajar yang menyelenggarakan penyuluhan larangan rokok di sekolah. Baginya, rokok dapat merusak masa depan peserta didiknya. Seperti yang disampaikan oleh Ibu Siti Rubiah, SDN 02 Tajurhalang sudah menerapkan Sekolah Tanpa Rokok. “Penyuluhan ini tepat sekali dengan sekolah kami. Karena guru-gurunya pun tidak ada yang merokok di sekolah,” ujarnya.

Dikemas dengan cara yang menarik, Kak Bagja dan Kak Citra menampilkan pertunjukan wayang karakter Framework Convention on Tobacco Control Warrior (FCTC Warrior) yang telah berpetualang di 25 kota. Menceritakan kandungan rokok yang berbahaya bagi kesehatan, dihadirkan Raksasa Nikotin yang menyeramkan menyerang anak-anak.

 

 

Anak muda menjadi sasaran empuk industri rokok. Bagaimana tidak, menurut FCTC Indonesia, anak muda menjadi penjamin keberlangsungan bisnis. Anak muda menggantikan perokok senior yang sudah meninggal atau berhenti merokok. Selain itu, anak muda menjadi inventasi jangka panjang. Semakin dini merokok, semakin besar keuntungan bagi industri rokok. Dan terakhir adalah loyalis. Anak muda yang merokok akan menjadi perokok tetap yang loyal.

Kak Bagja dan Kak Citra berupaya menumbuhkan kebanggan dalam diri  pelajar SDN 02 Tajurhalang yang bebas tanpa rokok dan menolak menjadi target industri rokok sebagai bekal di masa yang akan datang.

 

Penyuluhan Sekolah Tanpa Rokok KKN 132 Paku Jajar

 

Selain penampilan wayang dan penjelasan yang disampaikan oleh Yayasan Lentera Anak, kelompok KKN 132 Paku Jajar menyelanggarakan lomba mewarnai gambar “SDN 02 Tajurhalang Sekolah Kawasan Tanpa Rokok”.

Acara terakhir adalah foto bersama dengan spanduk Sekolah Kawasan Tanpa Rokok persembahan Kelompok KKN 132 Paku Jajar untuk dipasang di lingkungan sekolah.

 

Penyuluhan Sekolah Tanpa Rokok KKN 132 Paku Jajar 03

 

Sarah Muthiah Widad, penanggung jawab program Penyuluhan Kasawan Tanpa Rokok berterima kasih kepada Yayasan Lentera Anak yang sudah berkenan bekerjasama dalam terselenggarakannya penyuluhan kesehatan di SDN 02 Tajurhalang. Ia berharap, sekolah SDN 02 Tajurhalang menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain, khususnya di Desa Tajurhalang sebagai Sekolah Kawasan Tanpa Rokok.

 

Penyuluhan Sekolah Tanpa Rokok KKN 132 Paku Jajar 02

 

“Ada banyak harapan untuk pelajar sebagai generasi bangsa. Mereka harus menjadi pribadi yang cerdas; baik secara kognitif, afektif, dan psikomotorik. Jangan sampai, ketiga ranah tersebut dirampas oleh Industri rokok sehingga melumpuhkan masa depan mereka. Kini, saatnya kita benar-benar peduli. Rangkul mereka menjadi generasi sehat tanpa rokok,” tutup Sarah, Mahasiswa Pendidikan Kimia.

Tags: , , , ,

About the Author

Tentang sarahmotiva:
(97's girl) Aktivis Dakwah Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Part of Solidaritas Peduli Jilbab. Volunteer Sekolah Pohon Inspirasi Bogor. Chemistry Education'15. Pecinta Hujan pengagum masa depan #motivawriter #drawriter [Tarbiyah Madah Hayah-Allahu Ghoyatunaa!]

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top