banner ad Startup UIN

Muslim in Asia Panel, Talkshow Tech in Asia Jakarta 2018

Yang nulis on di Mahasiswa | Okt 25, 2018 | 0 Komentar

UINers udah baca 5 rekomendasi startup bermanfaat untuk mahasiswa yang aku tulis sebelumnya, belum? Kalau belum, yuk dibaca dulu hehehe.

Nah, ini adalah kelanjutan dari ceritaku dari artikel tersebut.

Seperti yang aku sebutkan sebelumnya, kalau ada empat main stage di #TIAJKT2018. Salah satu main stage terdapat talkshow dengan tema “Muslim in Asia Panel”

Di hari kedua #TIAJKT2018, ada talkshow yang menghadirkan; Fazal Bahardeen, CEO Halaltrip; Diajeng Lestari, CEO HIJUP; dan Paramadita Pasmaya, CEO dan Founder muslimmarket.com.

Aku sangat tertarik dengan bahasan pada tema ini. Tentu saja, pada acara konferensi besar membahas mengenai dunia Islam khususnya perkembangan muslim di Asia.

Diawali perkataan Pramadita Tasmaya, bahwa muslim adalah populasi terbesar di dunia. Namun, tugas kita adalah bagaimana untuk mengembangkan potensi muslim tersebut.

“How to grow muslim preneur?” tanyanya pada audiens

Bagi Pramadita Pasmaya, cara untuk mengembangkan perekonomian muslim adalah dengan berkolaborasi sesama muslim di seluruh dunia.

muslimmarket.com menyediakan banyak kebutuhan muslim mulai daari baju, hijab, baru renang, dan masih banyak lagi. Hasil produksi premium muslimmarket.com berasal dari Dubai.

Selanjutnya adalah HIJUP. Islamic fashion e-commers pertama di dunia. Dengan konsep online mall, HIJUP menyediakan berbagai macam produk terbaik desainer fashion Indonesia.

Seperti yang diakui Diajeng Lestari, sebagai CEO HIJUP, saat ini hijab sudah menjadi trand. Kondisi ini harus sangat disyukuri. “Bahkan, sekarang selebgram aja udah banyak yang pakai hijab,” tutur Diajeng Lestari.

Kini, produk HIJUP sudah mencapai Jabodetabek dan pemasarannya sudah sampai ke Landon.

Berawal dari pemikiran kehalalan untuk para muslim dunia yang melakukan perjalanan ke luar negeri, Fazaal Bahardeen, CEO Halaltrip berbagi kisah tentang startup yang dikelolanya.

Mulai dari pendeketeksian arah kiblat, informasi waktu salat saat penerbangan, hotel yang rama terhadap muslim, lokasi masjid, dan tentunya informasi tempat makanan halal.

“Ketika seorang muslim melakukan perjalanan, ia harus mendapatkan inspirasi dan menebarkan inspirasi ke tempat yang ia kunjungi,” ucap Fazal Bahardeen.

Nah, UINers! Gimana pendapat kalian tentang ketiga orang di atas?

Mantap kan, ya? Maa Syaa Allah, berkat mereka banyak muslim dunia yang dimudahkan dalam mempertahankan identitasnya sebagai orang Islam.

Itu lah pentingnya umat Islam cerdas menggunakan teknologi! Ini dicontohkan langsung dari ketiga narasumber pada Muslim in Asia Panel pada #TIAJKT2018

About the Author

Tentang sarahmotiva:
(97's girl) Aktivis Dakwah Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Part of Solidaritas Peduli Jilbab. Volunteer Sekolah Pohon Inspirasi Bogor. Chemistry Education'15. Pecinta Hujan pengagum masa depan #motivawriter #drawriter [Tarbiyah Madah Hayah-Allahu Ghoyatunaa!]

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top