banner ad Startup UIN

Aa Gym: Puncak Indahnya Islam adalah Akhlak

Assalamu’alaikum, UINers! Perdamain itu perlu ada di antara umat Islam. Jangan sampai, kita sebagai mahasiswa muslim menjadi faktor perpecahan hanya karena perbedaan yang ada. Kita  adalah mahasiswa  agen Rahmatan Lil-Alamin.

Alhamdulillah, pada Senin, 5 November 2018 aku dapat ilmu dari KH. Abdullah Gymnastiar atau yang familiar disapa Aa Gym. Di Masjid Al-Jamiah Student Center UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, telah dilaksanakan Kajian Spesial yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Kampus Syahid (LDK Syahid).

Senang rasanya bisa bertemu dan mendapatkan ilmu dari beliau yang penyampaiannya cocok banget buat Mahasiswa;tenang, tegas, dibumbui humor, dan pastinya logat bicara yang Sunda banget hehehe. Aa Gym mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur karena kita ditakdirkan Islam. Nah, bagaimana sih caranya mengamalkan rasa syukur?

“Seyogyanya kita ini bersyukur ditakdirkan menjadi Islam dan merasa berhutang untuk menyampaikan Islam kepada yang lain,” ujar Aa Gym.

Nah, cara amalan syukur adalah dengan menyampaikan nilai-nilai Islam kepada orang lain. Apa lagi, kita sebagai mahasiswa muslim yang Allah berikan  potensi menjadi agen Rahmatan Lil-Alamin harus mau menyebarkan ajaran Islam pada orang-orang yang belum tersentuh cahaya Islam.

Sebagai mahasiswa muslim, patut mencerminkan nilai-nilai Islam dengan akhlak, kemudian akan terlihat bagaimana akhlak yang kita miliki dari persaudaraan. “Ketika makin sempit rasa bersaudara, semakin buruk akhlak kita. Makin lebar rasa bersaudara, makin lembut hati kita,” ucap Aa Gym.

Ingat tidak, saat Indonesia dijajah? Menurut kalian, apakah Indonesia tidak bisa berperang? Bisa! Namun, mengapa Indonesia lama sekali terjajah? Umat Islam yang semangat berjuang suka lupa dengan persahabatan. “Kalau mau sukses menjajah bukan karena jago perang. Tapi, karena mereka jago mengadu domba,” lanjut Aa Gym

“Nasi sudah menjadi bubur, tinggal bagaimana menjadikan bubur ayam yang spesial.”- Aa Gym.

Sudahi perpecahan yang terjadi. Mahasiswa muslim harus lebih menghabiskan waktu untuk melakukan perbaikan dengan akhlak yang baik. Energi kita sayang kalau harus terkuras dengan perpecahan, sehingga kita tidak punya waktu untuk produktif. Mahasiswa Rahmatan Lil-Alamin harus mempraktekkan lebih banyak kebaikan sehingga akan menjadi solusi, yang akan membuat orang melihat indahnya pasukan Islam.

Ketika mahasiswa muslim sudah berilmu, jangan sampai kita mencerminkan akhlak yang buruk. Tapi, fenomena yang terjadi adalah ketika orang yang berilmu memiliki akhlak yang buruk. Apa penyebabnya?

Seperti yang disampaikan Aa Gym, ada tiga poin yang menjadi faktor orang berilmu tetapi akhlaknya buruk: Pertama, niat awal belajar bukan karena ingin dekat dengan Allah. Kedua, Karena ilusi ilmu. Maksud dari ilusi ilmu adalah seseorang merasa sudah mengaplikasikan ilmu hanya dengan menyampaikan kepada orang lain. Sehingga ia merasa cukup tanpa pengaplikasian dengan perbuatan. Ketiga, menjadi ujub karena ilmu. Dengan ilmu yang dimiliki, ia meremehkan orang lain. “Kalau ilmu membuat rendah hati, baru bisa mengubah orang. Tapi, kalau ilmu membuat kita tinggi, akan menambah masalah.”- Aa Gym.

“Puncak dari indahnya Islam adalah akhlak, dan akhlak itu dari tauhid.”- Aa Gym

Nah, UINers! Untuk tetap menjaga diri agar berada pada koridor Islam, kita sebagai mahasiswa muslim harus cerdas memilih lingkungan yang baik. Aa Gym memberikan solusi nih, bagaimana kita harus selalu berada pada sistem yang kondusif seperti organisasi Islam.

Mengapa kita harus berorganisasi? 

  1. Kalau kita mau unggul, kita masuk ke sistem yang kondusif
  2. Agar menemukan kompetitor, sehingga selalu berlomba-lomba dalam kebaikan.
  3. Senang bersinergi, jangan mau sendirian.
  4. Bertemu banyak orang yang niatnya belajar.
  5. Tidak merasa diri paling benar. “Inti dari kesuksesan adalah Qolbun Salim. Orang sombong itu merasa paling benar, malah bikin banyak masalah,” ucap Aa Gym.

Nah, untuk seseorang masuk ke dalam organisasi Islam, tidak perlu adanya paksaan. Tetapi, bagaiman wadah tersebut membuat orang akan mendapatkan manfaat ketika bergabung. Karena, orang akan melakukan sesuatu kalau ada manfaatnya.

“Organisasi Islam harus membuat orang mendapatkan manfaat sehingga dapat melakukan percepatan diri.”- Aa Gym.

Bagaimana UINers? Sudah siap menjadi mahasiswa agen kebaikan untuk masyarakat? Mulailah perbaiki akhlak sehingga tercermin indahnya Islam. Semangat berlomba-lomba dalam kebaikan! ^_^

Tags: , , ,

About the Author

Tentang sarahmotiva:
(97's girl) Aktivis Dakwah Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Part of Solidaritas Peduli Jilbab. Volunteer Sekolah Pohon Inspirasi Bogor. Chemistry Education'15. Pecinta Hujan pengagum masa depan #motivawriter #drawriter [Tarbiyah Madah Hayah-Allahu Ghoyatunaa!]

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top