banner ad Startup UIN

Tips Seru-seruan saat Pemira

Yang nulis on di Artikel, Mahasiswa, Pojok Kreatif, Politik | Des 3, 2018 | 0 Komentar

Assalamualaikum, UINers! Apakah kalian mencium aroma-aroma politik? Hahahaha.

Jangan sensitif, biasa aja. Senyum dulu dong sebelum baca Tips Ser-seruan saat Pemira *ciiiiis.

Beberapa waktu lalu UIN Community buka pertanyaan kan seputar Tips Pemira di Instagram. Nah, setelah beberapa UINers yang menanggapi muncullah ide untuk melanjutkan membuat karya sederhana ini. Jujur sih, aku sempet kaget dengan beberapa jawaban yang gak ngenakin banget tentang Pemira.

Pemira itu kan politik, politik itu jekam, kotor, keos, dan ah! Gitu kira-kira tanggapannya.

Tapi ya, UINers, kita harus tau kalau ada hal membahagiakan saat pemira kalau kita mau buka mata lebar-lebar. Karena kita akan mendapatkan pelajaran yang sangaaaaaaat berarti, terutama sebagai Mahasiswa yang banyak orang sebut sebagai ‘agent of change’. Belajar lah menjadi warga negara yang baik dimulai dari Pemira!

Berikut adalah Tips Seru-seruan saat Pemira yang bisa kita lakukan dimulai dari diri sendiri:

1. Cari Tau Calon Pilihan
Pertama banget nih, kita kepoin semua kandidat. Informasi-informasi ini bisa kita dapatkan dari poster-poster yang beredar di majalah dinding kampus. Atau kita stalking aja akun sosial medianya. Cari tau gaya hidupnya kayak gimana, bagaimana pergaulannya, pokoknya sedetail mungkin deh (kok kayak taaruf, ya? wkwkwkwk).

Penting banget sih, kita tau diri si calon. Cari pemimpin ideal dapat dilihat dari latar belakang yang menunjukkan jiwa kepemimpinan atau tidak dan bagaimana track recordnya. Tentunya kita tidak bisa sembarangan memilih pemimpin. Jangan sampai “memilih kucing dalam karung” menghantui kita hehehehe.

2. Menyaksikan Debat Kandidat
Setelah tau latar belakang dan segala tetek bengeknya si calon, kita buktikan dengan melihat mereka di panggung Debat Kandidat. Ini gak kalah penting dari mengenal sosok kandidat ya, UINers. Di sini kita bisa korek-korek Visi dan Misi calon untuk kemaslahatan kampus. Selain mengetahui Visi dan Misi, kita bisa uji kebolehan mereka berbicara di depan umum yang bisa kita gunakan sebagai bahan pertimbangan.

Setelah debat kandidat biasanya akan menemukan pencerahan tentang si calon. Pentingnya datang saat debat kandidat, kita pun dapat mengukur ketika yang mereka janjikan tidak sesuai bisa kita tuntut (hahahaha serem, ya).

3. Menghargai Pilihan Teman
Udah bisa donk kita dapat pencerahan setelah kepoin dan datang ke debat kandidat? Nah UINers, setelah kita memutuskan untuk memilih salah satu pasangan calon, kita jaga baik-baik toleransi dengan kenalan di kampus atau bahkan sahabat kita yang punya pilihan berbeda. Setiap orang kan punya penilaian masing-masing tentang pasangan calon.

Intinya jangan korbankan pertemanan hanya karena berbeda pilihan saat Pemira, ya! Gak papa beda pilihan, asal jangan memilih untuk golput aja wkwkwkwkwk.

4. Datang ke TPS
Saatnya hari pemilhan, kita udah siap nih sama pilihan kita. Pagi-pagi harus penuh semangat siap-siap ke kampus, sarapan, dan sepanjang perjalanan terus berprasangka baik, panjatkan doa agar diberkahi Allah setiap ikhtiar yang kita lakukan untuk kebaikan kampus.

Datang ke TPSnya pagi-pagi, jadi urutan pertama milih biar gak panas-panasan ngantri. Pas dipanggil, ambil kertas suara, ke bilik suara, buka kertas suara dengan mengucapkan basmalah, dan coblos pilihan kita, deh. Lipat lagi kertas suaranya sambil mengucapkan hamdalah, masukkan ke kotak suara, dan terakhir cemplungin jari kelingking ke tinta. Langkah bonusnya adalah selfie dengan menunjukkan jari mungil berlumuran tinta ungu buat update di sosmed hahahaha.

5. Menerima Hasil Pemira
Kan enak gitu, ya kalau pas pemilihan tuh kita banyakin doa. Karena itu adalah bentuk ihkhtiar kita. Setelah itu, ya kita tawakkal aja ke Allah bagaimana pun hasilnya. Kan Allah suka sama hamba-Nya yang bertawakkal setelah berusaha, bukan?

Kalau udah tawakkal kita gak akan kecewa sama sekali kalau ternyata pilihan kita bukan yang unggul. Sebagai mahasiswa yang baik, kita harus menghargai hasil Pemira. Kalau kalah bersyukur, kalau menang apalagi. Harus bersyukur banget dan redam rasa terlalu berbangga diri karena hasil Allah yang tentukan.

Nah UINers, adem ayem kan kalau setiap mahasiswa memandang Pemira buat seru-seruan? Seru aja gitu, kita bisa belajar banyak hal. Selain belajar Pemira bisa kita jadikan ajang ibadah juga, lho! Jadi, berhentilah untuk mengatakan bahwa pemira hanya omong kosong belaka!

Jangan lupa, penuhi hakmu sebagai warga kampus yang baik ya, UINers! 🙂

Tags: , , ,

About the Author

Tentang sarahmotiva:
(97's girl) Aktivis Dakwah Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Part of Solidaritas Peduli Jilbab. Volunteer Sekolah Pohon Inspirasi Bogor. Chemistry Education'15. Pecinta Hujan pengagum masa depan #motivawriter #drawriter [Tarbiyah Madah Hayah-Allahu Ghoyatunaa!]

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top