banner ad Startup UIN

Mengenal Sosok Perempuan Pertama Rektor UIN Jakarta

Yang nulis on di Mahasiswa | Jan 8, 2019 | 0 Komentar

Tepat pada Senin, 7 Januari 2019 beredar kabar mengejutkan khususnya bagi mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan dilantiknya rektor baru.

Bukan sekedar itu, menjadi perbincangan hangat karena rektor terpilih adalah seorang perempuan. Untuk pertama kalinya UIN Jakarta memiliki rektor perempuan.

Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis MA terpilih dan dilantik sebagai Rektor UIN Jakarta untuk masa bakti 2019-2023 yang dilantik oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin di Operation Room Kantor Kementrian Agama.

Sangat menarik dibahas mengenal sosok perempuan pertama yang menjadi orang nomor satu UIN Jakarta.

Ibu Amany lahir di Kairo, 22 Desember 1963 dari keluarga agamis. Ia adalah anak dari seorang cendikiawan dan ulama, Ibu Prof. Hj. Nabila Lubis.

Ia memiliki adik yang merupakan aktor senior dunia perfileman Indonesia. Siapa yang tak kenal Umar Lubis? Pasti UINers udah gak asing sama aktor ini kan?

Ia menjalani Sekolah Dasarnya di Indonesia, tepatnya SDN Situ Gintung ll. Kemudian melanjutkan studi SMP hingga S1 di Al-Azhar Cairo, tempat kelahirannya.

Ia kembali ke Indonesia untuk mengenyam pendidikan S2 UIN Jakarta dan S3 IAIN Jakarta.

Banyak sekali prestasi yang diraih oleh sosok pemilik marga Lubis ini. Pada tahun 1988 ia menjadi lulusan terbaik Licence (S1) Universitas Al-Azhar, Kairo, Sastra Inggris dan pernah meraih disertasi terbaik kedua Nasional di Lingkungan Departemen Agama RI pada tahun 2006, dan masih banyak lagi.

Sebagai sosok perempuan cerdas, ia pernah mendapatkan penghargaan Dosen Terbaik Wanita Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) UIN Jakarta pada 2008 dan Women UIN Award 2015 oleh Pusat Kajian Gender dan Anak UIN Jakarta.

Tidak dapat diragukan lagi, selain prestasi yang di raihnya, ia merupakan aktivis organisasi bidang perempuan di anyatanya Ketua Umum Majelis Imuwan Muslimah sejak 2004 hingga 2008 dan dimulai 2015 hingga kini menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Perempuan.

Pengalaman yang tidak kalah keren adalah perjalanannya menjelajahi 30 negara untuk kepentingan studi, penelitian, dan seminar internasional.

Nah, UINers penasaran donk sama program kerja Bu Amany apa aja, sih?

Ada tiga poin penting dari program selama lima tahun masa baktinya; pertama, peningkatan mutu lulusan UIN Jakarta selama periode 2019-2023; kedua, peningkatan kreativitas, prestasi, dan akhlak mulia mahasiswa; ketiga, penciptaan suasana lingkungan kampus yang asri, islami, dan ilmiah.

Sebagai mahasiswa UIN Jakarta, tentunya berharap agar ibu Rektor sukses merealisasikan program kerja yang dicanangkan.

Acep Lukman Nul Hakim, Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan keguruan sekaligus Ambassador Kampus UIN Jakarta Intel and Me 2018 berharap dengan dipilihnya Rektor baru dapat memberikan warna di tahun baru ini.

“Saya sebagai Mahasiswa dan juga Mahasantri Mahad Al Jamiah berharap semog Mahad lebih eksis sebagai lembaga pendidikan pencetak kader ulama,” kata Acep, Ketua Divisi Pendidikan Mabna Syekh Nawawi, Mahad Al Jamiah UIN Jakarta.

Sehubungan dengan cita-cita UIN menjadi World Class University, Acep pun berharap rektor terpilih dapat memberikan wadah bagi Mahasiswa untuk kajian riset dan publikasi.

Tags: ,

About the Author

Tentang sarahmotiva:
(97's girl) Aktivis Dakwah Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Part of Solidaritas Peduli Jilbab. Volunteer Sekolah Pohon Inspirasi Bogor. Chemistry Education'15. Pecinta Hujan pengagum masa depan #motivawriter #drawriter [Tarbiyah Madah Hayah-Allahu Ghoyatunaa!]

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top