banner ad Startup UIN

KMPLHK Ranita UIN Jakarta Respon Bencana Tsunami Selat Sunda

Yang nulis on di Artikel, Pojok UKM & Organisasi, UIN Jakarta | Jan 1, 2019 | 0 Komentar

Sabtu (29/12) relawan dari KMPLHK RANITA dibagi menjadi dua tim dan bertugas di dua lokasi yang berbeda. Tim pertama yang berada di Kecamatan Carita terdiri dari Qurrota “Deur-Deur” A’yunil, bertugas sebagai penanggungjawab untuk pendataan dan distribusi logistik di posko Carita.

Taufik “Endon” Hidayat bertugas melakukan pencatatan bantuan yang masuk dan keluar di posko. Malik “Rong-Rong” Syahrullah bersama dengan relawan Dompet Dhuafa melakukan assesment di Kantor Desa Carita sekaligus melakukan pertemuan dengan Kepala Desa tersebut, selain itu juga melakukan assesment di SD Kadukakosan.

Terakhir adalah Yogi “Tapang” Handika bersama relawan Dompet Dhuafa pula bertugas mengunjungi posko terpadu di Desa Labuan, Kecamatan Banyumekar, Kabupaten Pandeglang untuk mencari lokasi yang bisa dijadikan sebagai tempat dapur umum yang bisa dikelola oleh KMPLHK RANITA dan Dompet Dhuafa. Namun sesampainya di Labuan, posko yang berada di sana sudah dikelola oleh relawan lainnya dan juga telah memiliki dapur umum.

 

 

Pada sore hari, Tapang melanjutkan untuk mencari data di Posko Terpadu Pemerintah. Di sana didapatkan informasi data sementara mengenai korban di Kabupaten Pandeglang, di antaranya sebanyak 292 jiwa meninggal dunia (MD), 675 jiwa luka-luka dan 8 jiwa masih dinyatakan hilang. Sedangkan untuk Kabupaten Serang sebanyak 313 jiwa MD dan 83 jiwa luka-luka.

Kemudian untuk status sementara gunung Anak Krakatau berada di level III siaga sehingga pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk membangun rumah dengan jarak minimal sejauh 100 m dari bibir pantai.

 

 

Sementara untuk tim kedua yang masih beranggotakan Raudatul “Bun-Bun” Jannah, Denny “Ore-Ore” Setiawan dan Muhammad “Mase” Muhsi yang berada di Kecamatan Sumur.

Bun-Bun bertugas untuk melakukan assesment di Kampung Gunung Pariuk Hilir dan Girang yang mana tempat tersebut terdapat pengungsi berjumlah lebih dari 1000 orang. Di kampung ini juga terdapat 1 posko logistik yang dikelola warga dan 1 dapur umum.

Namun dapur umum tersebut belum bisa beroperasi karena belum terdapat alat yang memadai. Di posko pun belum dikelola dengan baik dalam hal pendataan, terbukti sampai sekarang belum ada data mengenai jumlah pengungsi dan data logistik yang belum baik. Sempat terdapat logistik yang belum didata namun sudah didistribusikan ke penyintas.

Berdasarkan observasi tim, pengungsian golongan anak-anak cukup banyak dengan jumlah sekitar 70 orang dan lansia sebanyak 60 orang. Untuk kebutuhan utama di posko pengungsian Kampung Gunung Pariuk, Desa Cigorondong adalah sendal, sembako, bumbu dapur, alat masak untuk keperluan dapur umum, alat makan, susu bayi untuk usia 0-6 bulan dan usia 1 tahun, lauk tahan lama, dan pakaian dalam.

 

 

Di sisi lain, Ore-Ore melakukan assesment ke Desa Ujung Jaya. Di sana terdapat 5 titik pengungsian. Desa ini kondisinya sudah lumayan membaik, dan dikelola oleh warga setempat dengan arahan dari peguyuban Ujung Kulon.

Mase bertugas untuk melakukan evakuasi bersama dengan relawan dari WANADRI, UNTIRTA, Campstick dan SISPALA SMK 17. Tim evakuasi dibagi menjadi dua SRU untuk menyusuri pantai di daerah pesisir Kampung Haseum, Desa Cigorondong, Kecamatan Sumur. Berdasarkan informasi di daerah tersebut diduga terdapat dua orang yang dinyatakan hilang.

Dari hasil penyisiran SRU menemukan lokasi yang dicurigai terdapat korban hilang dengan koordinat 06° 43’ 40” LS, 105° 30’ 40” BT karena lokasi tersebut mengeluarkan bau tidak sedap dan terdapat banyak lalat hijau. Di lokasi ini juga tim mengalami kesulitan untuk menembus medannya, karena lokasi tersebut merupakan gorong-gorong dan ditutupi oleh sampah, selain itu tim tidak memiliki alat rescue yang memadai untuk melakukan evakuasi.

 

 

Sementara tim Jakarta yang membuka posko di kampus UIN Jakarta masih terus memberikan perkembangan informasi kondisi di lapangan untuk seluruh civitas akademik UIN Jakarta dan masyarakat lainnya.

Selain itu juga KMPLHK RANITA selalu siap untuk menerima dan menyalurkan donasi kepada korban bencana tsunami, sampai pertanggal 29/12 total donasi yang telah terkumpul sebanyak RP 3.128.200.

Bagi yang ingin memberikan donasi bisa langsung mengunjungi posko KMPLHK RANITA yang berlokasi di Lapangan Student Center UIN Jakarta atau dapat disalurkan melalui BNI 0733103399 atas nama KMPLHK RANITA UIN JAKARTA, dengan narahubung Dewi (085887827291).

 

Tulisan ini dikirim oleh Dewita Alifah Firyal, mahasiswa Sejarah Peradaban Islam, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Tags:

About the Author

Tentang sarahmotiva:
(97's girl) Aktivis Dakwah Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Part of Solidaritas Peduli Jilbab. Volunteer Sekolah Pohon Inspirasi Bogor. Chemistry Education'15. Pecinta Hujan pengagum masa depan #motivawriter #drawriter [Tarbiyah Madah Hayah-Allahu Ghoyatunaa!]

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top