banner ad Startup UIN

Wisata Rohani: Perjalanan Mahasantri Nawawi ke Makam Syarif Hidayatullah

Yang nulis on di Hiburan, Mahasiswa, Sosial | Jan 29, 2019 | 0 Komentar

Hai UINers kali ini ada cerita dari Acep Lukman Nul Hakim. Bisa dipanggil Acep, mahasiswa Pendidikan Biologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus mudabbir Mabna Syekh Nawawi Mahad Al-Jamiah UIN Jakarta.

Nah, kali ini aku akan berbagi pengalaman tentang kegiatan Wisata Rohani yang diadakan oleh Mabna Syekh Nawawi Mahad UIN Jakarta. Mahad UIN Jakarta merupakan salah satu lembaga pendidikan pencetak kader ulama. Saat ini, UIN Jakarta memiliki lima asrama, tiga asrama putra (Mabna Syekh Nawawi, Mabna Syekh Abdul Karim, Mabna Syekh Asnawi (kedokteran)) dan dua asrama putri (Mabna Syarifah Mudaim dan Mabna Syarifah Khadijah (Khusus kedokteran)).

Wisata rohani ini diinisiasi oleh Mudabbir atau pengurus Mabna Syekh Nawawi yang diketuai oleh Hasby Ashiddiqie (FDI), kegiatan WISROH ini merupakan agenda perdana yang berawal dari keinginan untuk mengenal sosok Syekh Syarif Hidayatullah sebagai pelaku sejarah dalam menyiarkan dan membina umat Islam di Nusantara khususnya di Pulau Jawa, selain itu untuk mengenalkan sosok yang menjadi nama universitasnya, ujarnya.

Perjalanan wisata rohani ini dimulai dari kampus UIN Jakarta pada hari Sabtu (5/1). Kami berangkat menuju Cirebon yang diikuti sebanyak 53 mahasantri sekaligus mudabbir Mabna Syekh Nawawi. Mahasantri hanya membayar Rp 150.000 untuk mengikuti kegiatan wisroh ini.

Gambar: Perjalanan Menuju Cirebon

Akhirnya kita sampai di Cirebon sekitar 6 jam perjalanan dari Ciputat. Mahasantri pun beristirahat untuk shalat shubuh serta mengenakan pakaian ala santri untuk menuju area pemakaman.

Gambar: Foto Bersama Keluarga Besar Mabna Syekh Nawawi di Depan Pintu Masuk Pemakaman

Sebelum kita menuju ke pemakaman, Kita harus memasuki area makam dengan melewati tujuh pintu, sayangnya ramai sekali orang yang meminta-minta atau pengemis pada area sebelum pintu pertama masuk makam. Begitu pun di sekitar makam banyak sekali para pedagang yang menawarkan dagangannya. Tapi souvenir ini bisa kalian beli dengan harga murah loh, asal kalian bisa tawar menawar. Karena kita tiba di makam cukup pagi, sehingga belum terlalu ramai penziarah yang berada di tempat pemakaman.

Gambar: Souvenir di Sekitar Makam Syarif Hidayatullah

Gambar : Para Pengemis di sekitar area Pemakaman

Kita pun langsung masuk ke pintu dua, sayangnya tidak boleh melanjutkan perjalanan, karena ada beberapa sebab dan alasan yang disampaikan oleh petugas. Kita hanya sampai ke pintu tiga, disana kita melakukan doa dan pembacaan yasin untuk mengenang perjuangan wali kita Sunan Gunung Djati. Nah, uniknya setelah selesai pembacaan yasin kita bisa meminum air doa yang ada di sekitar area makam. Biasanya para penziarah membawa botol minum kosong dari rumah. Air tersebut dipercaya membawa keberkahan dalam hidup, katanya.

Gambar: Makam Keluarga Syarif Hidayatullah

Gambar: Pembacaan Yasin di area Pemakaman

Kegiatan wisroh ini memberi kesan bagi para mahasantri, banyak sekali pengetahuan baru yang didapatkan sekaligus WISROH kemarin menjadi ajang rekreasi bagi saya setelah mengikuti UAS di kampus, ujar Riski Kurniawan salah satu Mudabbir. Begitu pun kesan mahasantri lainnya, senang, bahagia dan sangat bersyukur bisa berziarah di salah satu tokoh yang luar biasa dalam dakwahnya dan bahkan di nanti-nanti oleh umat muslim lainnya untuk berziarah ke pemakaman beliau, ujar Adam Rae salah satu Mahasantri MSN.

Nah, itu dia perjalanan pertama di Makam Sunan Gunung Djati, sebagai warga UINers gak afdol kalau kalian nggak mengunjungi ikon nama UIN kalian loh! Hehe

Selain berziarah, masih ada lagi perjalanan selanjutnya, nantikan cerita selanjutnya ya!

Kalian bisa kepoin juga di akun Mahad di Instagram

@busa.id

@mahad_uin_jakarta

@mabnasyekhnawawi

@mabna_syarifah_mudaim

@mabna_abdulkarim

@mabnasyarifahkhodijah

@mabnasultanhasanuddin

http://mahadaljamiah.uinjkt.ac.id/

 

 

About the Author

Tentang Acep Lukman Nul Hakim:
Acep Lukman Nul Hakim merupakan mahasiswa Pendidikan Biologi asli Garut yang memiliki kompetensi dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Selain itu, ia memiliki keterampilan dalam bidang Writer, Editor, Researcher, Administrasi dan Public Speaking. Ia gemar berbahasa inggris, travelling dan volunteering. Ora et Labora (Work+Pray=Success)!

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top