banner ad Startup UIN

Edy Fajar Prasetyo, Berikan Kontribusi untuk Negeri dengan Sampah

Yang nulis on di Mahasiswa, Pojok Motivasi, UIN Jakarta | Apr 16, 2019 | 0 Komentar

Assalamualaikum, UINers!

Gak bosan, ya kita berbagi kisah inspiratif dari Mahasiswa UIN yang membanggakan. Kini hadir dari sosok Edy Fajar Prasetyo, alumni Fakusltas Sains dan Teknologi jurusan Agribisnis UIN Jakarta.

Laki-laki yang akrab disapa Kak Edy ini adalah Founder Eco Business Indonesia (EBI). Siapa yang udah tau sebelumnya? Ya, wajar kalau kalian udah tau karena Kak Edy ini sudah melalang  buana ibaratnya, ya hehehe.

Beberapa kali Kak Edy dan tim EBI  masuk layar TV untuk memberikan inspirasi di beberapa program seperti; Pagi-Pagi, NET TV; Sapa Indonesia, KOMPAS TV; Halo Indonesia, DAAI TV; Sapa Indonesia, METRO TV; dan masih banyak lagi. Maa Syaa Allah, ya!

Nah, kira-kira apa sih yang Kak Edy lakukan?

Yang jadi familiar dari sosok Kak Edy adalah ‘Dari Sampai jadi Berkah‘. Betul sekali, UINers. Kak Edy memanfaatkan sampah menjadi peluang pahala bahkan peluang bisnis yang menghasilkan aliran rupiah hehehe. Alhamdulillah, ya. Itulah berkahnya sampah bagi Kak Edy.

Coba kita ulas balik, ya. Kira-kira saat kuliah apa sih yang ada di benak Kak Edy sehingga terpikir olehnya mendirikan Eco Business Indonesia?

Saat kuliah, Kak Edy mendapat Beasiswa Bidikmisi. Sebagai Mahasiswa penerima beasiswa dari pemerintah, tentunya ia berkeinginan untuk memberikan kontribusi sebagai rasa terima kasih untuk negeri.

Jadi gini, UINers. Kalau di UIN Jakarta itu ada pintu ke mana saja kayak kantong ajaib Doraemon hehehe. Pintu  yang menghubungkan kampus dengan jalan Pesanggrahan yang berjajar tukang dagang. Biasanya anak-anak UIN Jakarta jajan di sana. Sehingga disebut dengan pintu Doraemon wkwkww.

Ceritanya kak Edy sering lewat pintu Doraemaon, melihat banyak pedagang yang buang sampah  dan tidak ada pengolahan selanjutnya. Karena ia tergerak hatinya, gemes liat banyak sampah akhirnya ia baca berbagai literatur, bertanya-tanya dan sering main ke komunitas sehingga muncul ide pemberdayaan sampah dan jadilah Eco Busines Indoensia.

 

Apa sih, motivasi Kak Edy  dalam pemberdayaan sampah?

“Motivasi Kakak memberikan dampak bagi sekitar. Karena  sebaik- baik insan adalah orang bermanfaat untuk lingkungan dan untuk orang orang yang ada di sekeliling kita,” kata Kak Edy.

Sebelumnya Ka Edy tidak pernah terbayangkan bisa mencapai fase ini. Karena seperti yang Kak Edy sampaikan, bahwa geraknya Kak Edy dan tim EBI tulus dan menganggap bahwa apa yang mereka lakukan  adalah gerakan sosial.

Saat kuliah Kak Edy adalah seorang aktivis, sehingga ideolaogis para aktivis pada umunya adalah bergerak. “Jikapun dapat apresiasi ya syukur, kalau gak dapet gak masalah juga. Yang penting udah melakukan yang terbaik. Enjoy aja dan merasa antusias di setiap prosesnya.”

Bay  the way, sebentar lagi mau Kuliah Kerja Nyata, nih!

Nah, kita mau kasih rekomendasi ya sekalian. Jadi, Kak Edy punya program EBI untuk EBI. Apa tuh?

EBI untuk EBI singkatan dari Eco Business Indonesia untuk Ekspedisi Berdayakan Indonesia. Jadi, biasanya anak-anak KKN ngundang Kak Edy dan tim EBI untuk memberikan materi pemberdayaan masyarakat. Seperti yang diungkapkan Kak Edy, setiap tahun program ini berjalan. Biasanya memberikan materi ekonomi kreatif, pemberdayaan masyarakat, dan spesifiknya mengenai pengolahan sampah.”Kita praktik langsung agar masyarakat tidak hanya tau secara konsep dan edukasi saja. Namun juga dibekali dengan soft skill,” ujar Kak Edy.

Ehem, teman-teman yang mau undang EBI, ayo dari sekarang bisa hubungi Kak Edy jangan sampai jadi witing list, ya. Soalnya kalau udah KKN Kak Edy dibanjiri undangan. Kata Kak Edy, yang pertama menghubungi jadi priortas hihihi.

Eiiits, kalian tau gak, UINers? Kak Edy bisa ke Eropa berkat sampah juga, lho! Huaaa keren abis gak sih?

Kok bisa? Ya bisalah; “Qodarullah  (kehendak Allah),” kalau kata Kak Edy.

Jadi, EBI memiliki banyak program, salah satunya dari sisi pendidikan adalah CLBK. Bukan celebek ala-ala anak baru gedhe yang jatuh cinta, ya hahaha. CLBK bagi EBI adalah Cerdas Luarbiasa Kreatif. Anak-anak akan belajar dan membayar dengan sampah.

Nah, program CLBK ini  diikut seratakan dalam ajang perlombaan dari KEMENDIKBUD tentang pendidikan non-formal. Seleksinya sangat ketat; dari tingkat Kabupaten dan Kota, Provinsi, sampai Nasional. Alhamdulillah Kak Edy meraih juara satu lho, UINers! Lalu ia mendapatkan apresiasi dari KEMENDIKBUD yang bekerja sama dengan Technical Education Copenhagen (TEC) untuk belajar selama dua pekan di Swedia dan Denmark.

Ada pesan dari Kak Edy, nih UINers. Baca baik-baik, resapi dalam hati, dan hujamkan dalam jiwa woahahaha.

Kak Edy sering sharing sama teman-teman antar Universitas sehingga ia berpesan bagi kalian yang masih minder jadi Mahasiswa UIN, please buang jauh-jauh, ya!

“Jujur, Kakak selama di UIN sering sharing antar kampus, kita gak kalah kreatif dan kompetitif, kok. Baik pada  skala nasioanla dan ineternasioanl. Poros di UIN yang sangat kental dengan keislaman kalau diinternalisasi dengan aspek aspek kekinian jauh lebih powerful,” ucap Kak Edy yang sering ngaku mirip Rizky Febian hahaha.

 

“Terus berkesperimen, jangan mengeluh terus berpeluh. Yakinlah setiap ikhtiar yang kita lakukan  hasilnya akan mengikuti sebesar apa ikhtiar kita. Meski kita terlahir dari tempat bershaja, mimpi kita gak boleh apa adanya. Murnikan niatnya, sempurnakan prosesnya.”- Edy Fajar Prasetyo

Follow, @ebi_bag, ya. Kamu bisa kepoin program ‘Sampah jadi Berkah’nya Kak Edy dan Eco Business Indonesia ^_^

 

 

Tags: ,

About the Author

Tentang sarahmotiva:
(97's girl) Aktivis Dakwah Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Part of Solidaritas Peduli Jilbab. Volunteer Sekolah Pohon Inspirasi Bogor. Chemistry Education'15. Pecinta Hujan pengagum masa depan #motivawriter #drawriter [Tarbiyah Madah Hayah-Allahu Ghoyatunaa!]

rss feed Facebook Twitter
.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed Connect on Google Plus
Top